
"Ge, nanti malam belanja, yuk! tadi katanya bu Narti beberapa bahan di dapur mulai menipis," ucap Shasa seraya mengalihkan pandangan dari layar televisi.
"Oke, nanti sekalian makan malam di luar," jawab Geral tanpa menatap Shasa, ia sibuk bermain game di ponselnya.
Sudah satu bulan ini sepasang suami istri tersebut hidup berdua tanpa kehadiran bu Juleha. Awalnya Shasa pusing karena harus menghandle segala urusan yang ada di rumah meski ada anggaran dana sendiri yang sudah disiapkan oleh Geral. Bagi Shasa, ini adalah pengalaman pertamanya mengatur keuangan keluarga. Namun, rasa pusing itu tidak bertahan lama setelah bu Juleha mengajari Shasa apa saja yang perlu dilakukan.
"Uang jajan yang diberikan Geral untukmu jangan sampai campur aduk dengan uang kebutuhan rumah. Jika uang untuk kebutuhan rumah tangga kurang atau habis, kamu harus minta ke Geral, jangan sampai uang jajanmu terpakai, Sha."
Ya, itulah nasihat yang pernah diucapkan bu Juleha kepada menantunya itu. Selama ini bu Juleha memang pandai mengatur keuangan keluarga. Semua itu terbukti dengan besarnya usaha yang beliau dan Geral miliki saat ini. Tentu saja, semua itu pun tak luput dari kerja keras bu Juleha dalam menggunakan anggaran dana keluarga. (Othornya juga pengen punya mertua seperti BuJul, nih!)
Hari minggu seperti saat ini memang asyik jika dipakai untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Seperti Geral dan Shasa saat ini, mereka berdua menghabiskan waktu menjelang senja hanya di ruang keluarga. Beberapa camilan menemani waktu santai sepasang suami istri tersebut.
Bel yang ada di depan rumah berbunyi beberapa kali hingga membuat Shasa harus beranjak dari tempat duduknya. Mungkin saat ini bu Narti sedang mandi, maka dari itu tidak ada yang membukakan pintu.
"Aku lihat dulu siapa yang datang," ucap Shasa sebelum berlalu dari ruang keluarga.
Shasa mengayun langkah menuju ruang tamu, tanpa menunggu lebih lama lagi, ia segera membuka pintu tersebut. Shasa menyambut kehadiran sosok wanita yang berdiri di depan pintu dengan seulas senyum manis.
"Maaf, mau cari siapa, ya?" tanya Shasa seraya menatap wanita tersebut.
"Saya mau mencari Geral, apakah dia ada di rumah?" tanya wanita tersebut dengan suara yang lembut.
"Iya, ada ... mari silahkan masuk!" Shasa membuka pintu ruang tamu itu dan memberi jalan kepada wanita tersebut agar bisa masuk.
"Sebentar ya, saya panggilkan suami saya dulu," ucap Shasa setelah tamu tersebut duduk di sofa.
__ADS_1
Tak berselang lama, Shasa kembali ke ruang tamu bersama Geral. Shasa terkejut ketika Geral tiba-tiba saja menghentikan langkahnya di dekat sofa hingga membuat Shasa menabrak punggungnya.
"Ge, kenapa berhenti mendadak, sih!" protes Shasa dengan suara yang lirih.
Shasa menyatukan kedua alisnya ketika Geral menoleh ke belakang atau lebih tepatnya menatapnya—Tatapan mata yang tidak bisa dijelaskan.
"Kenapa?" tanya Shasa dengan suara yang lirih. Namun, Shasa tersentak ketika Geral tiba-tiba menggandeng tangannya sebelum duduk di sofa.
Keheningan mulai terasa dalam ruang tamu tersebut. Baik Geral ataupun wanita itu sama-sama diam dengan pandangan yang beradu. Shasa pun menjadi bingung karena hal itu, ia mencoba menerka siapakah wanita yang duduk di sofa yang ada di sebrang meja.
"Ada apa kamu datang menemuiku?" tanya Geral dengan pandangan yang tak lepas dari wanita berkulit putih yang sedang menundukkan kepalanya itu.
"Aku ... emm ... aku hanya ingin minta maaf kepadamu," ucap wanita tersebut setelah menegakkan kepalanya, "maaf atas semua kekacauan yang pernah aku lakukan," ucap wanita tersebut dengan suara yang lirih.
Setelah mendengar ucapan itu, Geral mengalihkan pandangan ke samping. Ia hanya ingin melihat ekspresi istrinya saat ini. Raut wajah bingung terlihat jelas di wajah cantik tersebut.
"Ren, ini istriku, namanya Shasa," ucap Geral seraya mengalihkan pandangan ke sosok wanita yang tak lain adalah mantan calon tunangannya itu.
Pandangan kedua wanita tersebut bersirobok. Tentu saja, Shasa tidak suka dengan kehadiran Eren di rumah ini. Ia takut kisah-kisah di novel yang pernah ia baca akan terjadi—takut Eren akan merebut Geral kembali. Shasa tahu siapakah sebenarnya wanita bernama Eren ini, ia mendengar sendiri cerita dari bu Juleha dulu, saat awal Shasa pulang ke rumah ini.
"Maaf, Ge, saat kamu menikah aku tidak hadir," sesal Eren setelah mengalihkan pandangan ke arah Geral.
"Tidak masalah!" jawab Geral tanpa ekspresi apapun, "Jadi, apa tujuanmu datang kesini?" Geral tidak mau terlalu lama berhadapan dengan Eren, walau terkadang nama itu hadir dalam hatinya.
"Aku butuh pekerjaan, Ge! bisakah aku kerja di tempatmu tanpa kita membahas kekacauan dan rasa yang pernah ada di antara kita?" tanya Eren dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
Shasa mengalihkan pandangan ke arah lain. Tentu saja ia menjadi gerah setelah mendengar pertanyaan itu. Ingin rasanya ia mengusir mantan kekasih suaminya itu dari sini.
"Aku butuh pekerjaan, Ge! aku sudah diceraikan pria yang dulu membuatku kabur darimu," ucap Eren sambil menatap Geral penuh arti, "aku sudah melamar kemanapun tapi perusahaan tidak ada yang mau menerima seorang janda," lanjut Eren.
"Cih! Dasar wanita tidak tahu malu! bisa-bisanya dia ngomong begitu!" umpat Shasa dalam hati.
Shasa hanya diam walau Geral menatapnya penuh arti, Shasa tahu jika Geral sedang bertanya pendapatnya tentang semua ini. Namun, Shasa berlagak tidak mengerti, ia hanya diam sambil menunggu sesuatu hal setelah ini.
"Bagaimana, Ge? apakah bisa aku melamar di pabr ...." Pertanyaan Eren harus terhenti ketika Geral tiba-tiba menyelanya.
"Aku hanya membutuhkan pekerja untuk mencetak cilok, kalau kamu mau silahkan saja datang besok pagi," ucap Geral dengan pandangan yang tak lepas dari Eren.
Eren tertegun setelah mendengar jawaban dari mantan kekasihnya itu. Dalam hidupnya tidak ada cita-cita bekerja sebagai pencetak cilok. Namun, kali ini keadaan yang membuatnya harus menerima pekerjaan itu.
"Baiklah, aku besok akan datang!" jawab Eren dengan yakin, "Aku benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, Ge! Demi kelangsungan hidup setelah diceraikan dan diusir mantan suamiku," ucap Eren tanpa mengalihkan pandangannya dari Geral.
Shasa mendadak geram setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Eren. Sebenarnya, ia tidak setuju jika Eren ada disekitar Geral karena ia takut, suaminya itu akan berpaling kepada Eren.
"Dasar ganjen! kamu pasti sengaja 'kan memberitahu Geral kalau kamu sekarang seorang janda!" Shasa memaki Eren dalam hati. Ia belum punya keberanian untuk mengibarkan bendera perang kepada wanita berambut sebahu itu.
Atmosfer udara di ruang tamu tersebut terasa menyesakkan dada. Geral serba salah saat ini. Entah mengapa tiba-tiba saja ia takut jika setelah ini Shasa akan marah besar kepadanya. Mungkinkah Geral takut kehilangan Shasa?
"Jika tidak ada yang perlu dibahas lagi, silahkan pulang karena setelah ini aku ada acara dengan istriku!" ucap Geral seraya bersedekap.
...🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️ harap tenang dengan kehadiran Eren disini😀dia bukan pelakor ya 😂🌹...
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷...