
"Nis, tolong kumpulkan staf di ruangan saya," ucap Geral setelah masuk ke dalam gedung bertuliskan 'Office'. Ia berhenti di lobby depan untuk menemui seorang wanita yang berada di sana.
"Baik, Pak," ucap wanita berjilbab tersebut.
Geral mengayun langkah menuju ke tempat lain, melewati beberapa ruangan bersekat kaca dengan tangan yang saling bertautan dengan tangan sang istri. Sebuah ruangan yang lebih besar di ujung telah dibuka Geral tanpa permisi.
"Ini ruangan siapa, Ge?" tanya Shasa setelah ia duduk di sofa bersama Geral.
"Ruanganku, Sha," jawab Geral tanpa mengalihkan pandangannya.
Shasa tertegun mendengar hal itu karena sampai saat ia sendiri belum tau apa sebenarnya tujuan sang suami membawanya kesini. Apalagi saat beberapa orang masuk ke dalam ruangan yang sama dengannya, ada sekitar sepuluh orang berdiri di dekat meja kerja.
Shasa beranjak dari sofa saat Geral memberikan kode agar mendekat ke arahnya. Saat ini putra bu Juleha itu berdiri di depan sepuluh orang yang berjajar rapi di hadapan Geral.
"Selamat pagi ... maaf mengganggu waktu kerja kalian," ucap Geral seraya menatap satu persatu kepuluh orang yang ada di sana.
"Tujuan saya memanggil kalian semua berkumpul di sini ada dua hal, pertama ... saya ingin mengenalkan istri saya kepada kalian semua," ucap Geral sebelum mengalihkan pandangannya ke samping, "Namanya Maisha, kalian bisa memanggil dia Bu Shasa," lanjut Geral.
Mendengar hal itu, semua orang yang ada di hadapan Geral mengalihkan pandangan ke arah Shasa. Mereka menundukkan kepala sesaat—sebuah salam hormat dari kesepuluh staf tersebut. Shasa pun menangkupkan kedua tangannya di dada sambil tersenyum manis untuk membalas salam dari kesepuluh orang tersebut.
"Untuk informasi kedua ini sangat penting, jadi saya harap rekan-rekan memperhatikan dan mulai menjalankan peraturan baru mulai besok, mengingat pabrik ini akan semakin berkembang," ucap Geral dengan penuh wibawa.
Shasa hanya bisa menyimak sang suami yang sedang menjelaskan perihal penting kepada stafnya. Hampir dua puluh menit breafing berlangsung, setelah selesai, kesepuluh orang tersebut keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Ayo, aku ajak keliling ke tempat produksi!" ucap Geral seraya meraih tangan Shasa untuk digenggam.
Keduanya mengayun langkah menuju lorong yang terhubung ke ruangan di balik gedung bertuliskan 'Office'. Sebelum masuk lebih dalam lagi, Geral menghentikan langkahnya. Ia membuka loker penyimpanan seragam khusus untuk dipakai saat masuk ke ruang produksi. Semua harus higenis agar makanan tidak terkontaminasi.
"pakai cup penutup kepalanya, Sha! Jangan sampai rambutmu terurai," ucap Geral seraya menyerahkan satu set pakaian untuk Shasa.
Setelah memakai seragam khusus, Akhirnya Geral membuka pintu tersebut. Ia mulai menunjukkan satu persatu tempat produksi aneka macam frozen food. Mulai dari sosis, nugget, tempura, baso ikan, scallop dan beberapa jenis lainnya.
"Ge, ini bukannya sosis yang dijual Kang Udin, ya?" tanya Shasa saat melihat sosis merah yang sudah dikemas.
"Benar, enak 'kan rasanya?" Geral menatap Shasa yang sedang mengamati kemasan tersebut.
"Enak kok," jawab Shasa seraya meletakkan sosis tersebut di tempatnya.
Beberapa buruh pabrik yang bekerja di sana, menatap bos mereka yang sedang mengajak istrinya keliling di bagian produksi. Shasa terlihat antusias saat Geral menunjukkan produk terbarunya.
"ini serius pabrik milik kamu?" Shasa meyakinkan keraguan yang sempat mengusik hati.
"mari ikut ke ruanganku agar semuanya jelas," ucap Geral tanpa mengalihkan pandangannya.
Setelah sampai di ruangannya, Geral mengambil arsip yang tersimpan di almari kaca yang ada di balik kursi. Geral pun menunjukkan beberapa dokumentasi awal berdirinya pabrik ini.
"Aku dan Mami bisa mendirikan pabrik ini karena mendapat uang dari keluarga Papiku yang ada di Belanda," ucap Geral dengan tatapan yang menerawang jauh, ia seakan sedang mengingat memori di masa lampau.
__ADS_1
"Ah sudahlah! Aku tidak perlu menjelaskan perjuanganku dengan Mami saat mendirikan usaha ini," tukas Geral seraya mengalihkan pandangan kepada Shasa,
"intinya ... aku bukan penipu atau mafia seperti yang ada dalam bayanganmu! Semua uangku halal, hasil dari kerja keras selama ini. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi," ucap Geral seraya meraih kedua telapak tangan Shasa.
"Lalu, kemarin kamu kemana bersama orang-orang kekar itu?" tanya Shasa setelah teringat kejadian di hari kemarin.
"oh, ada sedikit kendala dari seseorang yang berusaha merusak pabrik ini," ucap Geral, "Aku sedang mempersiapkan pabrik ini menjadi PT, banyak hal yang harus aku urus untuk mencapai hal itu. Aku membutuhkan dukungan dan doamu, Sayang," ucap Geral dengan pandangan yang tak lepas dari manik hitam sang istri.
Shasa mengulurkan tangannya, ia mengusap lembut rahang yang membingkai wajah tampan yang ada di hadapannya itu. Ada rasa bahagia yang menyeruak dalam hati setelah mendengar penjelasan dari sang suami. Beban berat hilang begitu saja kala melihat bukti nyata bahwa Geral bukan seperti yang ada dalam pikirannya.
"Aku pasti akan mendukung dan mendoakanmu, Sayang," ucap Shasa dengan suara yang lirih, "aku harap tidak ada nama wanita lain di sini setelah kamu sukses!" Shasa mengusap dada bidang Geral dengan sentuhan yang lembut dan penuh makna.
"Pasti! Semua ini hanya milikmu," jawab Geral dengan diiringi senyum yang manis.
Kedua manik hitam itu bersirobok, saling menyelami untuk mengetahui seberapa dalam rasa yang ada di sana. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja kedua bibir itu saling bertautan, tarian lidah akhirnya berlangsung selama beberapa menit.
"Hey! ini di tempat umum!" protes Shasa setelah kegiatan panas itu berakhir.
"Tidak ada siapapun di sini," kilah Geral sambil mengusap bibir sang istri dengan ibu jarinya.
Shasa tersenyum manis ke arah Geral. Tidak berselang lama, ia menghambur ke dalam dekapan hangat sang suami. Rasanya, semua begitu membahagiakan. Cita-citanya selama ini telah terkabul dengan memiliki suami orang kaya seperti Geral.
"Jadi julukan Crazy rich Cibiru memang benar adanya, ya? wah suamiku horang kaya beneran, nih! setelah ini aku mau lebih matre ah!" seloroh Shasa setelah mengurai tubuhnya. Hal itu malah membuat Geral tertawa lepas.
__ADS_1
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 maaf ya kemarin gk up, othor udah mulai jualan gorengan nih, jadi updatenya gak teratur🙏mohon maaf atas ketidak nyamanan ini♥️🌹
...🌷🌷🌷🌷...