
Sebuah pernikahan mewah telah di gelar bu Juleha untuk putra semata wayangnya. Entah berapa rupiah yang sudah dikuras bu Juleha untuk resepsi pernikahan Geral dan Shasa. Tentunya, mewah dari kelas ekonomi bu Juleha, bukan artis papan atas ataupun konglomerat.
Senyum manis terus mengembang di wajah cantik Shasa hari ini. Aura bahagia terlihat jelas dari wajahnya. Gaun berwarna gold yang dipakai malam ini tampak berkilau dan elegan. Shasa memakai gaun putih tulang saat upacara pernikahan yang diselenggarakan tadi pagi.
Rasa tidak nyaman di pergelangan kaki mulai dirasakan oleh Shasa, ia lelah karena hari ini banyak berdiri di atas high heels dua belas centimeter. Tangannya tak henti bersalaman dengan para tamu yang hadir dan naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat.
Mereka berdua belum melakukan apapun sejak kejadian di kamar Shasa. Tadi malam mereka hanya tidur di atas ranjang sama tapi tubuh mereka dipisahkan oleh jarak. Sejak tadi pagi, Shasa enggan untuk berbicara dengan Geral, ia sengaja mengirit kata kepada suaminya itu. Shasa kesal karena mendengar sendiri saat Geral menyebut nama Eren dalam tidurnya. Jujur saja, ia tidak suka akan hal itu.
"Kamu lelah?" tanya Geral setelah melihat perubahan ekspresi wajah Shasa.
"Iya!" jawab Shasa tanpa menatap Geral. Ia sibuk memperhatikan tamu yang datang.
Shasa membelalakkan mata kala melihat Burhan hadir di resepsi pernikahannya. Ia menaikkan satu alisnya ketika melihat Burhan datang bersama Luna. Bukan perkara Luna ikut hadir di sana tapi yang membuat Shasa penasaran adalah Luna bergelayut manja di lengan Burhan. Pria itu pun terlihat biasa dan tidak risih seperti biasanya.
"Mungkinkah mereka pacaran?" gumam Shasa dengan suara yang lirih, ia terus mengamati semua yang dilakukan Burhan dan Luna.
Shasa menatap Geral sekilas setelah melihat Burhan dan Luna berjalan menuju pelaminan. Shasa menunjukkan senyum yang sangat manis ketika sepasang sejoli aneh itu dekat dengannya.
"Wah ... kalian mesra sekali!" ucap Shasa ketika Burhan dan Luna berdiri di hadapannya.
"tentu saja! Aa Burhan sudah move on darimu! sekarang kita adalah pasangan kekasih!" jawab Luna dengan suara yang terdengar ketus. Suaranya berhasil membuat Geral mengalihkan pandangan ke arahnya.
"Selamat ya, Neng geulis! Aa berdoa semoga Neng geulis bahagia," ucap Burhan seraya menatap Shasa dengan lekat. Sorot matanya mengisyaratkan sebuah kesedihan yang teramat sangat.
__ADS_1
Geral mengamati wajah manis Burhan, ia bisa melihat jika Burhan sangat mencintai istrinya. Geral tiba-tiba saja melingkarkan tangannya di pinggang Shasa setelah bersalaman dengan Burhan.
"Selamat datang di pesta pernikahan kami," ucap Geral seraya menatap Shasa sekilas, "semoga kalian menikmati pesta ini," lanjut Geral seraya tersenyum tipis.
Luna sampai tak berkedip saat menatap Geral. Pesona tampan suami musuh bebuyutannya itu benar-benar berhasil menyihirnya. Sungguh, apa yang dilakukan Luna saat ini membuat Geral menjadi risih.
Geral semakin mengeratkan tangannya, tubuh Shasa pun semakin menempel di tubuh yang terbalut setelan jas berwarna gold sama sepertinya. Burhan semakin panas ketika melihat Shasa tersenyum dalam dekapan Geral.
"Terima kasih sudah datang memenuhi undangan dariku, kalian benar-benar hebat!" puji Shasa seraya menatap Burhan.
Burhan dan Luna segera turun dari atas pelaminan. Mereka berdua takut semakin meleleh ketika melihat keromantisan pengantin baru itu. Rasa cemburu benar-benar menguasai hati dan pikiran Burhan. Patah hati sepatah-patahnya, mungkin itulah yang dirasakan Burhan saat ini.
"Mari ku antar ke kamar, istirahatlah! kamu pasti lelah!" ucap Geral seraya menatap Shasa.
"kenapa menyuruhku masuk? apakah ada tamu spesial yang sedang kamu tunggu?" tanya Shasa seraya menatap Geral dengan intens, "aku bisa kok kembali ke kamar sendiri," ucap Shasa dengan nada yang ketus,
"kamu ini kenapa? kesurupan setan mana sih?" protes Geral setelah melihat sisi lain dari wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut.
"Sudahlah! aku akan ke kamar sendiri!" ucap Shasa dengan wajah yang masam, "mungkin kamu tidak mau menemui wanita bernama Eren bersamaku! iya kan? setelah ini kamu akan menemui wanita bernama Eren 'kan?" sarkas Shasa sebelum membalikkan tubuh dan berjalan seorang diri turun dari pelaminan.
Geral tertegun mendengar ucapan Shasa. Ia mencoba menerka dari mana Shasa bisa tahu jika mantan kekasihnya bernama Eren. Geral hanya diam di atas pelaminan seraya menatap punggung Shasa yang hilang dari pandangan.
"kenapa dia bisa menyebut nama Eren?" gumam Geral dalam hatinya.
__ADS_1
Shasa meninggalkan aula resepsi dengan perasaan dongkol. Ia mengayun langkah menuju lantai dua, di mana ada beberapa kamar berjajar rapi di sana. Malam ini ia harus menemui keluarga terlebih dahulu yang istirahat di salah satu kamar tersebut. Shasa berjalan tanpa alas kaki, ia menenteng high heels yang menyiksa kakinya sejak tadi pagi.
Tutur tinutur terdengar di dalam kamar tersebut, di mana ada orang tua nya dan Yulia sedang istirahat. Rencananya besok siang setelah melepas lelah, keluarganya akan ikut mengantar Shasa pulang ke rumah bu Juleha.
"Sha, ini sudah malam! sebaiknya kamu kembali ke kamar!" ujar pak Cipto setelah melihat penunjuk waktu yang ada di kamar.
Shasa akhirnya keluar dari kamar tersebut setelah diusir oleh ketiga keluarganya. Shasa melangkah gontai menuju kamar, entah mengapa tiba-tiba saja ia takut tidur bersama Geral.
Kamar pengantin bernuansa putih menyambut kedatangan Shasa. Kelopak mawar merah bertaburan di atas ranjang membentuk love. Selimut yang dibentuk sepasang angsa sedang berhadapan pun menghiasi ranjang itu.
"kapan pihak WO menyiapkan semua ini? perasaan tadi sore tidak ada kelopak mawar seperti ini!" gumam Shasa setelah mengamati ranjang pengantinnya.
Shasa tersenyum kecut ketika melihat ranjang itu. Ia tak mungkin melakukan malam penuh warna itu malam ini. Ia harus memastikan terlebih dahulu bagaimana kehidupan Geral yang sebenarnya. Shasa mulai melepas gaun yang melekat di tubuhnya. Meski kesusahan, Nyatanya Shasa berhasil melepas semua yang melekat ditubuhnya.
Beberapa puluh menit kemudian, akhirnya pintu kamar terbuka lebar tepat setelah Shasa keluar dari kamar mandi. Ia menatap Geral sekilas, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain setelah manik hitamnya bersirobok dengan Geral.
Shasa duduk di depan meja rias seraya mengeringkan rambut panjangnya dengan hairdryer. Ia menatap Geral lewat pantulan cermin yang ada di hadapannya. Shasa mengamati Geral yang sedang membuka jasnya dan setelah itu membuka kemeja dan terakhir membuka celana panjangnya.
"Aduh!" Shasa terkejut setelah hairdryer itu terarah ke pipinya. Semua itu terjadi karena Shasa sibuk mencuri pandang saat Geral membuka resleting celananya.
"Ternyata masih pakai boxer! gagal deh liat ukuran senjata laras panjang!" gerutu Shasa dengan suara yang lirih setelah melihat Geral masuk kamar mandi.
...🌹Selamat membaca🌹...
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...