Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Cilok Asin!


__ADS_3

"Sudah paham 'kan?" tanya Geral setelah menjelaskan rangkaian proses pembuatan cilok.


Shasa hanya mengangguk pelan dengan tatapan lurus ke depan. Ia tidak menyangka jika akhirnya harus terjun langsung dalam pembuatan cilok, bahkan ia belum mengerti sama sekali bagaimana cara mencampur semua bahan yang sudah disediakan oleh Geral.


Geral membawa Shasa ke bagian lain rumah ini, rupanya di sana sudah siapkan tempat dan beberapa peralatan. Geral menjelaskan bahwa ini adalah ruangan khusus untuk Shasa saat membantu membuat cilok. Tempat yang agak jauh dari tempat produksi yang ditunjukkan Geral tadi.


"apakah aku harus menghabiskan semua bahan ini?" tanya Shasa setelah melihat bahan yang sudah disiapkan oleh Geral.


"Iya. Pegawai yang biasa produksi ada yang libur, jadi aku sangat membutuhkanmu," ucap Geral seraya tersenyum tipis.


"Kamu serius, Ge? aku ini istrimu loh!" Shasa menatap Geral dengan tatapan tajam.


"iya, aku serius! memangnya kenapa?" tanya Geral seraya melipat kedua tangannya di dada, "bukankah seharusnya suami istri itu saling membantu?" sarkas Geral seraya menatap Shasa penuh arti.


Shasa hanya bisa mengalihkan pandangan ke arah lain. Ia kesal melihat Geral yang berubah menjadi pria menyebalkan. Rasanya, ingin sekali Shasa menggigit lengan Geral untuk meluapkan semua kekesalannya.


"Ya udah, silahkan kamu belajar! aku mau ke depan dulu menyiapkan dagangan untuk kloter kedua," ucap Geral seraya menatap Shasa dengan lekat.


Shasa menghentakkan kakinya di lantai setelah Geral meninggalkannya seorang diri di tempat ini.Tatapannya tak lepas dari bahan yang sudah siap di sana. Rasanya, Shasa ingin menangis saat ini.


"aku gak boleh nangis! aku harus kuat!" Shasa menyemangati dirinya sendiri, "aku harus bisa menunjukkan bahwa aku adalah wanita kuat!" gumam Shasha seraya menguncir rambutnya asal-asalan


Wanita cantik itu akhirnya mencampur semua bahan yang ada di sana. Shasa sebenarnya lupa bagaimana takaran yang sudah diajarkan oleh Geral. Shasa bersikap masa bodo karena sedang melampiaskan kekesalannya pada tepung tapioka yang tidak bersalah itu.


"ini kok susah banget ya kalisnya?" gumam Shasa setelah merasakan lelah di tangannya. Adonan yang sudah ia buat sangat berbeda dengan yang dicontohkan oleh Geral.


"Mungkin kurang air kali, ya?" Shasa mencoba menerka apa kiranya yang membuat adonannya menjadi lengket dan molor. Tanpa berpikir panjang ia menambahkan air mendidih dalam adonan tersebut.

__ADS_1


"Ya! jadi makin encer nih!" gerutu Shasa setelah melihat adonan tersebut.


Shasa mengedarkan pandangan ke sekitar. Ia memastikan tidak ada yang melihat apa yang ia lakukan sekarang. Shasa mengendap-endap untuk mengambil tapung tapioka yang ada di tempat lain.


"Yes! dapat!" Shasa tersenyum penuh arti setelah mendapat tepung yang ia butuhkan. Ia segera kembali ke tempatnya karena beberapa orang telah hadir di tempat produksi.


"hmmm ... kalau adonannya encer seperti ini, berarti harus ditambah tepung tapioka dan itu berarti bumbu serta garamnya harus ditambah juga!" gumam Shasa setelah memikirkan cara agar berhasil membuat adonan cilok.


Shasa lupa berapa takaran garam saat membuat adonan. Ia menuang beberapa sendok garam dalam adonan tersebut tanpa berpikir panjang. Shasa hanya ingin adonan itu segera jadi dan tugasnya cepet selesai.


"Yes! akhirnya bisa kalis!" teriak Shasa setelah berhasil membuat adonan selama beberapa puluh menit mengaduk semua bahan tersebut.


Shasa pun berdiri dari tempat duduknya, ia mencari daging cincang untuk isian cilok tersebut dan setelah mendapatkan apa yang dia cari, akhirnya Shasa mulai membentuk adonan tersebut. Ia terlihat asik saat membentuk adonan cilok, ia seperti anak kecil yang sedang bermain.


"kok gak selesai-selesai sih!" gerutu Shasa saat melihat adonan ciloknya masih satu ember penuh.


"Wah! berarti meskipun ukurannya besar tetap bisa naik ke permukaan ya." Shasa bergumam ketika melihat isi panci yang ada di atas kompor.


Shasa tidak sadar, jika salah satu pegawai Geral sejak tadi mengawasi semua tingkah lakunya. Pegawai tersebut segera meninggalkan tempat Shasa setelah melihat apa saja yang dilakukan pegawai baru itu.


"Bos ... Bos!" ujar pegawai tersebut setelah sampai di teras. Ia berdiri di sisi meja yang ada di hadapan Geral.


"Ada apa, Ceu?" Geral mengalihkan pandangan ke arah pegawai tersebut, meletakkan ponselnya di meja.


"gawat, Bos! gawat!" pegawai tersebut menatap Geral, "itu si pegawai baru yang ada di ruangan khusus, nyetak ciloknya tidak sesuai ukuran, dia bikin cilok jumbo!" adu pegawai tersebut kepada Geral.


"oh, baiklah! terima kasih informasinya, setelah ini biar saya sendiri yang melihat hasilnya!" ucap Geral santai, "silahkan Ceu ceu kembali bekerja!" lanjutnya.

__ADS_1


Geral segera membereskan beberapa buku laporan yang ada di atas meja. Pekerjaannya pun sudah selesai, ia seharusnya memang pulang dan akan kembali lagi nanti sore untuk menerima setoran hasil penjualan hari ini.


Langkah demi langkah telah dilalui oleh Geral hingga dia sampai di tempat Shasa berada saat ini. Ia berdiri di tengah pintu sambil melihat apa saja yang dikerjakan Shasa saat ini. Apa yang ia dengar dari pegawainya beberapa menit yang lalu pun memang benar. Shasa mencetak cilok dengan ukuran yang besar.


"Shasa!" ucap Geral setelah mengawasi apa yang dilakukan Shasa ini.


Tentu saja Shasa terkejut karena tiba-tiba saja Geral berdiri di sana. Shasa menghentikan pekerjaannya dan mengalihkan pandangan ke panci, di mana cilok-cilok itu direbus.


"kenapa kamu membuat ukuran ciloknya sebesar itu?" tanya Geral setelah mendekat ke tempat Shasa saat ini.


"Eeem ... itu ... anu ..." Shasa terlihat gugup ketika melihat tatapan Geral, "aku sudah lelah, Ge!" jawab Shasa seraya menundukkan kepala. Ia takut melihat tatapan mata Geral saat ini. Air mata pun sudah menggenang di sana.


"hmmm baiklah aku maklumi karena ini adalah yang pertama untukmu! kalau di hari berikutnya kamu mengulang kesalahan ini, aku tidak akan memberi toleransi!" ucap Geral seraya menatap Shasa, kali ini tatapannya lebih lebih lembut karena tidak tega melihat Shasa ketakutan.


Geral berjalan ke tempat cilok yang sudah ditiriskan di sisi Shasa. Ia penasaran dengan rasa hasil adonan yang dikerjakan oleh istrinya itu. Tatapan Geral tak lepas dari tubuh Shasa yang belepotan dengan tepung. Mulai dari wajah hingga di pakaiannya. Geral mengambil satu cilok untuk dicicipi. Namun, baru saja satu gigitan, Geral memejamkan matanya.


"Shasa! kamu ini bikin cilok atau mau meracuni pelanggan-pelangganku! ini terlalu asin!" ujar Geral setelah mengeluarkan cilok tersebut dari mulutnya.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍β™₯️🌹


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Hallo reader kesayangan othor 😍 nih, othor membawa rekomendasi karya keren untuk kalian, jangan hanya dilihat tapi kepoin juga ya πŸ˜€



...🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2