Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Mulai terasa?


__ADS_3

Rasa frustasi tengah dirasakan seorang suami yang ditinggal istrinya pergi. Rasa lelah dibiarkan begitu saja karena kalah dengan rasa khawatir yang menyelimuti jiwa. Malam pun semakin larut. Namun, semua itu tidak membuat Geral menyerah begitu saja. Ia mengelilingi Cibiru untuk mencari keberadaan sang istri. Stasiun, terminal dan beberapa tempat yang lain sudah dikunjungi Geral demi mencari wanita yang menjadi istrinya beberapa minggu ini.


"sebenarnya kamu kemana, Sha? menyusahkan saja!" Geral mendengus kesal sambil menarik rambutnya. Ia mengacak-acak rambut itu hingga berantakan.


Mobil putih itu terus melaju di jalanan yang mulai sepi. Mungkin saat ini penunjuk waktu sudah berada di angka satu dini hari. Namun, Geral masih berusaha mencari keberadaan sang istri. Rasa bersalah kembali hadir kala membayangkan hal buruk terjadi kepada Shasa.


"kenapa semua jadi kacau begini!" Geral memukul setir mobilnya, entah ia kesal dengan siapa saat ini—dengan dirinya sendiri ataukah dengan Shasa.


Alam seakan tertawa melihat keresahan Geral. Wanita yang dicarinya hingga dini hari mungkin saat ini sedang berkelana di alam mimpi bersama idolanya—Christian, yang tak lain adalah Jamie Dornan. Suara guntur mulai menggelegar, kilatan cahaya beberapa kalai terlihat di langit gelap Cibiru. Akhirnya, Geral memutuskan untuk pulang, tubuhnya terasa lelah karena belum sempat istirahat.


Hujan lebat mengiringi perjalanan Geral menuju komplek tempat tinggalnya. Pikirannya semakin kacau kala membayangkan Shasa berada di jalanan dengan cuaca seperti ini. Entah atas dasar apa Geral mengkhawatirkan Shasa saat ini, karena cinta atau sekedar rasa peduli.


Setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit, akhirnya Geral sampai di halaman rumah. Ia berlari setelah keluar dari mobil, sebagian pakaiannya pun menjadi basah.


Langkah demi langkah telah Geral lalui, kini ... putra semata wayang bu Juleha itu sampai di dalam kamarnya. Helaian napas berat terdengar di sana kala melihat ranjang bersprei abu-abu itu tidak berpenghuni. Ada rasa aneh yang mengusik hati karena ketidak hadiran seseorang di sana.


Setelah selesai mengganti pakaian, Geral menghempaskan diri di ranjang. Ia menatap bantal yang ada di sisinya. Rasa sepi hadir di sana karena tidak ada dengkuran halus yang biasa di dengar Geral sebelum tidur, pria itu sedang kehilangan melodi pengantar tidurnya.

__ADS_1


"Sekarang aku sadar, jika aku mulai nyaman bersamamu, Sha," gumam Geral seraya meraih guling yang ada di sisinya.


...♦️♦️♦️...


Langit gelap telah berubah terang kala sang raja sinar menampakkan keangkuhannya. Sinarnya menerobos masuk ke dalam kamar Geral. Kamar gelap itu kini menjadi terang saat sinar mulai memantul ke cermin yang ada di meja rias.


Penunjuk waktu sudah berada di angka sembilan pagi tapi Geral masih bergelung di bawah selimut tebal itu. Entah mengapa hari ini rasanya ia malas untuk melakukan apapun, apalagi setelah meraba bantal yang ada di sisinya, kosong tidak berpenghuni.


"mungkinkah Shasa pulang ke rumah orang tuanya?" gumam Geral saat kesadarannya kembali.


Geral mencoba tenang agar bisa berpikir jernih. Ia mencoba menerka kemana istrinya pergi, tidak mungkin jika Shasa ada di daerah Cibiru, karena dia pun belum paham betul daerah Cibiru.


Geral segera turun dari ranjang ketika cacing di perutnya meronta minta asupan. Ia segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum sarapan, tidak masalah bukan Sarapan terlambat?


Tiga puluh menit kemudian, Geral keluar dari kamar. Satu persatu anak tangga telah dilaluinya dan kini Geral berada di ruang makan. Sarapan untuknya sudah tersaji di sana, beberapa menu sarapan pun sudah disiapkan bu Narti.


"Bu Narti, Mami kemana?" tanya Geral saat melihat bu Narti di dapur, "Tolong buatkan saya kopi, Bu! kopinya nanti di taruh teras belakang saja," lanjut Geral.

__ADS_1


"Siyap, Den! Nyonya berangkat ke rumah produksi sejak tadi pagi," jawab bu Narti.


"Oh, kalau begitu terima kasih," jawab Geral sebelum memulai sarapan.


Rasa lapar yang begitu menyiksa berhasil membuat Geral menghabiskan makanannya dengan cepat. Rumah yang besar itu terasa sunyi sepi tanpa kehadiran Shasa, biasanya suara teriakan kekesalan Shasa terdengar menggema di rumah ini. Geral menatap satu persatu benda yang ada di ruang makan, ia bersantai di sana sambil menikmati apel yang sudah di kupas oleh bu Narti. Wajah yang berawal datar, tiba-tiba saja menjadi ceria kala menemukan sebuah cara untuk mengetahui sesuatu yang sudah terjadi.


"kenapa tidak dari kemarin saja aku mengecek CCTV!" gerutu Geral setelah melihat CCTV yang ada di ruang makan.


Geral segera beranjak dari ruang makan, ia berjalan menuju ruang keluarga untuk mengecek rekaman CCTV melalui TV yang ada di sana. Ia harus memastikan apa saja yang dilakukan Shasa kemarin.


"Oh, jadi Mami yang menyembunyikan Shasa," gumam Geral saat melihat rekaman CCTV yang ada di ruang tamu.


🌹Selamat membaca😍Othor usahain up 2 bab hari ini😂syukur kalau bisa 3bab🤣🌹🌹


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Hay hay hay .... othor punya rekomendasi karya keren dari temen othor nih😍 Jangan lupa untuk mampir biar gak penasaran ya😀 pokoknya wajib mampir😎

__ADS_1



...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2