
Senyum penuh kemenangan menghiasi wajah cantik Shasa setelah pulang dari toko ceu Ella. Semua itu karena ia berhasil membuat ceu Ella dan Luna mati kutu saat Shasa menunjukkan apa saja yang ia dapatkan dari sang suami.
"hmmm ... jadi seperti ini rasanya pamer bukan dari hasil keringat sendiri!" gumam Shasa.
Motor yang dikendarai Shasa berhenti di depan warung, tak lupa Shasa membawa barang belanjaannya masuk. Kemenangan yang ia dapatkan hari ini berhasil membuat wajahnya berseri penuh arti.
"Hmmm ... Mama tahu, kamu pasti habis ketemu Luna, ya?" tanya bu Kokom setelah melihat rona kebahagiaan di wajah sang putri.
"Pasti dong, Ma!" jawab Shasa dengan diiringi senyum yang sangat manis.
Setelah menceritakan semua yang terjadi, akhirnya Shasa pamit kepada bu Kokom untuk kembali ke kamar. Banyak hal yang harus ia lakukan setelah ini, tentu saja semuanya tidak jauh dari dunia novel online dan sejenisnya. Shasa segera menutup pintu kamarnya karena ia harus mengganti pakaian lagi dengan yang lebih nyaman. Semua perhiasan yang tadi sempat menghiasi beberapa anggota tubuhnya pun sudah terlepas. Perhiasan itu kembali tersimpan di tempat yang aman.
Shasa kembali berkutat di depan laptop. Ekspresi wajahnya terlihat serius. Jari jemari itu pun bergerak lincah di atas keyboard, entah apa saja yang ditulis Shasa dalam naskahnya.
"Kenapa kalian jadi romantis banget, sih!" gerutu Shasa setelah menyelesaikan satu episode karyanya.
Bukankah memang seperti itu adanya, seorang penulis akan baper sendiri saat membaca hasil tulisannya?
__ADS_1
***
Detik demi detik terus berlalu, perlahan langit biru yang cerah berubah menjadi gelap. Suara hewan malam pun mulai terdengar. Gelak tawa keluarga pak Cipto terdengar di ruang keluarga, keluarga kecil itu sedang menghabiskan waktu bersama dengan candaan ringan. Kehangatan dan kasih sayang bisa dirasakan di sana.
"Shasa ke kamar dulu, ya! ada yang harus Shasa kerjakan," pamit Shasa setelah ingat jika belum menyelesaikan naskah ketiga nya.
Shasa melenggang dari ruang keluarga menuju kamar. Ia kembali berkutat di depan laptop untuk menyelesaikan part terakhir sebelum diunggah di aplikasi. Kata demi kata telah dirangkai menjadi kalimat yang indah, romansa yang ditulis Shasa benar-benar membuat baper sejuta umat.
"Hmmm ... kenapa aku jadi kangen Geral, ya!" gumam Shasa ketika wajah Geral terlintas dalam pikirannya, "kenapa dia tidak menjemputku? Apa dia sangat bahagia saat aku pergi?" tanya Shasa pada dirinya sendiri.
Semangat yang sempat berkobar kini mulai redup kala rasa rindu mulai menyiksa. Setelah menyelesaikan tulisannya, Shasa menutup laptopnya dan kini wanita bersuami itu menghempaskan diri di atas ranjang.
"kenapa sih! kenapa? kenapa wajahnya terus berkeliaran di mata ku?" gerutu Shasa saat teringat wajah menyebalkan sang suami.
Segala cara telah Shasa lakukan agar bisa tidur cepat malam ini. Ia tidak mau terus-terusan memikirkan Geral yang belum pasti memikirkannya. Beberapa menit kemudian, akhirnya Shasa bisa tidur pulas setelah memeluk guling kesayangannya. Tentu saja, ia membayangkan Geral yang ada di pelukannya saat ini.
Detik demi detik terus berlalu, malam pun semakin larut. Malam ini cuaca dingin melanda daerah tempat tinggal Shasa. Selimut tebal sudah membungkus tubuh yang sedang meringkuk itu. Shasa semakin nyaman kala merasakan kehangatan lain dalam selimut tersebut. Aroma maskulin yang dirindukannya itu sepertinya ada di dalam selimut tersebut.
__ADS_1
Tidur nyenyak itu harus terusik kala Shasa merasakan usapan lembut di kepalanya. Tangannya mulai meraba guling bergelombang yang sedang dipeluknya dengan erat. Guling dengan aroma yang sangat familiar di indera penciumannya. Rasa penasaran yang menggelitik membuat Shasa segera membuka kelopak matanya.
"Geral!" Shasa memundurkan tubuh ketika melihat Geral ada di sampingnya, "pasti aku sedang mimpi!" gumam Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari objek yang ada di sisinya saat ini.
Shasa mengerjap pelan, kesadarannya belum pulih sepenuhnya. Ia belum percaya jika yang ada di hadapannya saat ini adalah Geral. Beberapa kali tepukan keras melayang di pipinya sendiri dan rasanya memang sakit.
"Aaw!" jerit Shasa seraya mengusap pipinya.
"Hey! kenapa menyakiti dirimu sendiri!" ujar Geral seraya meraih tangan Shasa.
"Kamu ini beneran Geral atau bukan, sih?" tanya Shasa.
"Iya aku suamimu, sekarang tidurlah! ini masih tengah malam," ucap Geral setelah meraih tubuh Shasa, ia mendekap tubuh itu dengan erat.
Shasa masih shock karena kehadiran Geral di kamarnya. Ia menatap pahatan sempurna yang ada di hadapannya saat ini. Shasa mengulurkan tangan, menyentuh wajah itu untuk memastikan bahwa kehadiran Geral benar-benar nyata. Ia menyusuri rahang kokoh itu hingga membuat sang pemilik membuka kelopak matanya lagi. Akhirnya, kedua manik hitam itu bersirobok. Saling mengungkap setitik rasa rindu yang hadir di antara keduanya.
"Tidurlah, Sha! aku lelah, jangan buat aku menerkammu di sini!" ucap Geral seraya menenggelamkan wajah Shasa di dadanya.
__ADS_1
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹
...🌷🌷🌷🌷🌷...