Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Ditinggal di pinggir jalan,


__ADS_3

Siluet jingga mulai terlihat saat sang raja sinar mulai turun menuju singgasananya. Senja terlihat indah jika dinikmati berdua dengan pasangan, mengubah rasa yang belum pernah ada. Senyum manis terbit dari bibir Shasa saat melihat sekilas pria yang sedang serius dengan kemudinya.


"kita mau kemana, Ge?" tanya Shasa seraya menatap Geral.


"Bagaimana kalau kita ke mall saja?" tanya Geral tanpa menatap Shasa, ia fokus ke jalan yang dipadati banyak kendaraan bermotor.


"aku sih terserah kamu aja," jawab Shasa dengan diiringi senyum yang manis.


"nanti mampir sebentar ke cafe, aku ada perlu dengan temanku," ucap Geral seraya menatap Shasa sekilas.


Mobil putih itu terus melaju hingga sampai di salah satu cafe berlantai dua. Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam cafe. Geral menggandeng tangan Shasa selama saat berjalan ke dalam cafe. Tentu saja semua itu membuat Shasa tersenyum bahagia.


"hay, Bro!" sapa Geral setelah sampai di salah satu meja yang ada di sudut ruangan. Ada tiga pria yang duduk di sana.


"wee ... Kang bule bawa istri nih!" seloroh salah satu pria yang ada di sana.


"aku mau ambil paket yang dititipkan di sini," ucap Geral setelah duduk di kursi kosong dan Shasa pun ikut ikut duduk di sampingnya.


"sabar, Men!" ucap pria berambut pirang, "sebentar lagi Melisa akan mengantar paketnya kesini," ucap pria berambut pirang.


Geral melirik Shasa sekilas ketika salah satu temannya menyebut nama Melisa. Sejujurnya saja ia tidak tahu jika Melisa yang menjual parfum yang sudah ia pesan. Melisa sendiri adalah salah satu mantan Geral saat kuliah dulu.


"Hay, Guys ...." Tiba-tiba terdengar seorang wanita yang baru saja tiba di sana, "maaf ya udah nunggu lama, tadi macet di jalan," ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Melisa.


"Hay, Ge! sudah lama kita tidak bertemu!" Melisa berjalan ke tempat Geral berada. Ia menjabat tangan Geral dan setelah itu cipika-cipiki. Wanita itu terlihat biasa saja tanpa merasa sungkan dengan Shasa.


Wajah yang semula terlihat ceria, kini redup seperti langit saat ini. Shasa tidak suka ada wanita yang dekat dengan Geral meski hanya sebatas itu. Entah itu rasa cemburu atau sekedar rasa tidak suka saja.

__ADS_1


Setelah melakukan transaksi, Geral segera pamit pergi dari cafe ini. Meninggalkan ketiga temannya bersama Melisa. Tidak obrolan apapun antara Geral dan Melisa selain membahas parfum tersebut. Geral pun menyadari perubahan mimik wajah sang istri.


"dia bukan siapa-siapa!" ucap Geral setelah masuk ke dalam mobil, "dia hanya temenku kuliah," lanjut Geral, dia seakan mengerti apa yang ada dalam pikiran Shasa.


"oh ...." Hanya itu saja yang diucapkan oleh Shasa setelah mendengar penjelasan Geral.


"kamu tidak cemburu melihat apa yang dilakukan Melisa tadi?" tanya Geral seraya menatap Shasa sekilas.


"Memangnya jawaban apa yang kamu inginkan? kamu ingin aku cemburu gitu dengan wanita bernama Melisa tadi?" jawab Shasa dengan ekspresi yang datar. Kecemburuan terlihat jelas dari cara Shasa berbicara dan sorot matanya tapi ia gengsi untuk mengakuinya.


"Lagian ya, Ge! harusnya kamu bersyukur loh punya istri cantik seperti aku! aku yakin pasti Melisa tadi mantan pacar kamu 'kan?" ujar Shasa seraya menatap Geral dengan intens.


"Hmmm, mantan pacarmu aja seperti itu! harusnya kamu beruntung dong punya istri cantik dan sexy seperti aku," ucap Shasa lagi ketika Geral hanya diam seraya fokus pada kemudinya.


Ciiit ... Mobil yang dikendarai Geral pun berhenti di bahu jalan. Geral menatap Shasa dengan intens, sorot matanya tidak bisa diartikan. Namun, sekelebat rasa kesal terlihat jelas di sana.


"aku tidak sombong! aku bicara sesuai fakta!" kilah Shasa seraya menatap Geral. Tentu saja ada rasa takut yang menyelimuti diri Shasa kala melihat sorot mata suaminya.


"Sekarang turunlah dari mobil!" ucap Geral dengan rahang yang mengeras.


Geral pun turun dari mobil, ia berjalan memutari mobilnya dan membuka pintu yang ada di sebelah Shasa. Ia memberikan isyarat kepada Shasa agar keluar dari mobil. Emosi putra semata wayang bu Juleha itu sepertinya mudah tersulut.


"ada apa sih, Ge?" Shasa belum mengerti apa sebenarnya yang diinginkan suaminya.


"Jika kamu merasa cantik, mestinya kamu bisa pulang sendiri dari sini!" ujar Geral seraya menatap Shasa dengan tajam.


Shasa tertegun setelah mendengar kalimat yang diucapkan oleh Geral. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu. Pandangan Shasa mengikuti gerak-gerik Geral, ia belum paham apa yang sebenanrnya diinginkan oleh suaminya.

__ADS_1


"Geral!" teriak Shasa ketika Geral melajukan mobil. Putra bu Juleha itu tega meninggalkan Shasa seorang diri di pinggir jalan.


Tentu saja Shasa panik karena tidak tahu di mana ia berada saat ini. Jangankan bisa pulang ke rumah mertuanya, daerah ini pun ia tidak tahu sama sekali. Semua terasa asing baginya.


"mana tasku ada di mobil lagi!" gerutu Shasa seraya berkacak pinggang.


"Geral!! suami kurang ajar! berani-beraninya dia ninggalin aku di sini! awas aja kalau nanti aku bisa pulang!" teriak Shasa dengan sejuta perasaan kesal menyelimuti diri.


Shasa bingung harus melangkah kemana. Banyak persimpangan jalan yang ada di hadapannya. Langit yang gelap membuat ketakutan di hati Shasa semakin menjadi. Ia takut tidak bisa pulang karena alamat mertuanya saja ia tidak tahu dengan jelas.


Langkah demi langkah telah Shasa lalui. Kini ia berhenti di salah satu perempatan lampu merah. Tatapannya menyapu semua yang ada di sana untuk mencari ojek atau apapun itu yang bisa mengantarkannya pulang. Namun, sepertinya yang ia cari tidak ada di sana.


"Aku harus kemana ini?" Shasa bergumam dengan suara yang bergetar. Air mata pun turun membasahi pipi mulusnya.


Shasa melangkahkan kaki, terus menyusuri jalan yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Kakinya mulai terasa lelah, ia pun berhenti di trotoar yang dekat dengan pertigaan. Tatapannya menerawang jauh membayangkan Geral kembali untuk menjemputnya. Hampir lima belas menit Shasa berdiam diri di tempat ini, tidak ada satupun ojek online yang lewat. Namun, tak lama setelah itu Shasa tersentak ketika bahunya di tepuk seseorang dari belakang.


"Neng geulis!"


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka β™₯️😍🌹


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Rekomendasi karya yang super keren untuk kalian nih! pokoknya kalian harus kepoin dan membaca karya keren ini😍nyesel loh kalau gak baca😁



...🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2