Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
ABG Tua,


__ADS_3

Rona kuning terlihat di ufuk timur, kabut putih masih menyelimuti komplek tempat tinggal bu Juleha. Sang raja sinar pun belum naik ke peraduan. Hawa dingin yang terasa tidak membuat semangat bu Juleha surut, beliau pun sudah rapi dan bersiap berangkat jalan-jalan pagi.


"Narti, saya mau berangkat dulu! siapkan saja sarapan untuk Geral dan istrinya, jangan membangunkan mereka meskipun ada yang mencari," ucap bu Juleha sebelum berangkat.


"baik, Nya," bu Narti mengangguk tanda mengerti.


Rasa bahagia tengah menyelimuti hati bu Juleha. Beliau seperti ABG yang sedang kasmaran. Mungkin kah ini yang disebut puber kedua? Ya, bu Juleha sedang menunggu jemputan dari seorang perjaka tua kaya raya dari komplek sebelah. Rojali, begitu nama pria yang mendekati bu Juleha. Seperti saat ini, bu Juleha rela menunggu pak Rojali di depan gerbang rumahnya.


Tin ... tin ... tin ....


Mobil kijang Innova hitam berhenti tepat di depan bu Juleha. Tanpa menunggu lama, akhirnya wanita berusia lima puluh tahun itu masuk ke dalam mobil. Senyumnya mengembang sempurna kala melihat sosok yang ada dibalik kemudi.


"Kenapa lama, Kang?" tanya bu Juleha setelah memasang sabuk pengamannya.


"Tadi ada yang setor rumput," jawab pak Rojali seraya memutar setir mobilnya.


Pak Rojali dan bu Juleha adalah teman semasa SD. Entah bagaimana awalnya, pak Rojali begitu tertarik dengan pesona janda dari bule itu. Setelah sempat kehilangan harapan untuk menikah, kini beliau malah ingin menikah dengan bu Juleha. Hubungan keduanya ditentang oleh Geral, ia tidak mau jika ibunya menikah lagi dan mengabaikannya.


"Ayang, bagaimana acara pernikahan anak buleku, apakah lancar?" tanya pak Rojali seraya menatap bu Juleha sekilas.


"Ih Akang! jangan panggil Leha dengan Ayang atuh! Leha kan malu!" ujar bu Juleha dengan wajah yang merona karena tersipu.


"biar romantis, Ayang! masa kita kalah sama anak muda!" ucap pak Rojali seraya mengerlingkan matanya hingga beliau mendapat hadiah cubitan di pinggang dari bu Juleha.


Bu Juleha tersenyum manis setelah mendengar jawaban dari pak Rojali lalu beliau menceritakan bagaimana pernikahan Geral. Obrolan itu terus berlanjut sampai pak Rojali menghentikan mobilnya di salah satu rumah makan.


"ayo kita sarapan dulu!" ucap pak Rojali sebelum membuka pintu mobilnya.


Sepasang ABG tua itu akhirnya masuk ke dalam rumah makan tersebut. Keduanya bergandeng tangan dengan mesra, seakan dunia milik mereka berdua. Rasa malu pun sepertinya telah hilang dari jiwa ABG tua itu.


Pak Rojali mengajak bu Juleha menempati meja yang ada di sudut ruangan. Beberapa menu makanan pun sudah dipesan oleh pak Rojali sebelum duduk di tempatnya.


"Geral kan sudah menikah, terus kita kapan menikahnya?" tanya pak Rojali seraya menatap bu Juleha yang tersenyum malu.


"nanti Leha pikirkan lagi ya, Kang! kalau Geral udah nyaman sama istrinya, Leha pasti menikah dengan Akang," jawab bu Juleha dengan suara yang lirih, beliau takut ada yang mendengarnya.

__ADS_1


"iya ya, Geral kan belum kenal sama istrinya! tapi Ayang janji ya, setelah Geral dengan istrinya sudah klop, nanti nikah sama Akang dan pulang ke rumah Akang!" pak Rojali menatap bu Juleha penuh harap.


"pasti atuh, Kang! Leha juga udah gak sabar pengen menikah dengan Akang!" jawab bu Juleha dengan diiringi senyum yang sangat manis seperti pemanis buatan, "kalau Geral sudah menemukan kebahagiaannya, Leha tega meninggalkan dia di rumah bersama Istrinya. Jadi Leha gak kepikiran lagi," lanjut bu Juleha seraya menatap pak Rojali penuh makna.


Sebenarnya, selain dari alasan patah hati yang dialami Geral karena wanita bernama Eren, alasan keduanya adalah karena bu Juleha ingin segera menikah dengan pak Rojali. Namun, sepasang ABG tua ini harus bersabar karena Geral tidak setuju ibunya menikah lagi. Alhasil, bu Juleha selalu mengancam Geral, jika tidak mau dinikahkan maka bu Juleha yang akan menikah. Akhirnya, Geral pun setuju untuk dinikahkan asal ibunya tidak menikah.


Entah sudah takdirnya atau memang hanya sebuah kebetulan, pertemuan bu Juleha dan bu Kokom semakin melancarkan keinginan bu Juleha. Geral sendiri tidak keberatan menerima permintaan ibunya itu apalagi setelah tahu jika Shasa good looking.


"setelah ini kita mau kemana?" tanya pak Rojali setelah menghabiskan makanannya.


"terserah Akang saja!" jawab bu Juleha malu-malu.


Bunyi notifikasi pesan di ponsel bu Juleha berhasil membuat bu Juleha mengalihkan pandangan. Beliau merogoh tasnya untuk membaca siapa kiranya yang mengirim pesan. Ekspresi wajah bu Juleha terlihat serius ketika membaca beberapa pesan yang dikirim bu Narti. Dua foto dicantumkan di sana, foto Shasa yang tergeletak lemah di sofa dan keadaan ranjang yang berantakan.


Nya, saya hanya ingin memberi kabar jika Den Geral sudah bangun dan mencari Nyonya.


Ini adalah keadaan ranjang Den Geral, Nya. Sepertinya setelah ini Nyonya akan punya cucu. Itu ada bercak darah.


Tapi Nya, istrinya Den Geral sakit, demam. Tadi pak Tarjo disuruh menjemput dokter sama Den Geral.


Perasaan bu Juleha menjadi tidak tenang setelah melihat wajah pucat mantunya tersebut. Namun, sebuah senyum yang sangat manis terbit begitu saja dari bibir berwarna merah chili itu. Bu Juleha bahagia karena pada akhirnya Geral dan Shasa berhasil menjalankan misi.


"memang ada apa?" pak Rojali penasaran.


"istrinya Geral sakit! ini baru saja saya mendapat informasi dari Narti!" ucap bu Juleha seraya menatap pak Rojali.


"kalau begitu lain kali saja kita jalan-jalannya, kasihan itu menantu Akang gak ada yang ngerawat!" ucap Pak Rojali sebelum berdiri dari tempat duduknya. Beliau berjalan menuju kasir untuk membayar tagihan makanan yang sudah beliau pesan.


Beberapa puluh menit setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan pelan. Akhirnya, mobil yang dikendarai pak Rojali masuk komplek tempat tinggal bu Juleha. Pak Rojali pun terpaksa menurunkan bu Juleha agak jauh dari rumah, sesuai dengan permintaan belahan jiwanya itu.


"Maaf ya Kang, kita gak jadi jalan-jalan seperti rencana kita kemarin," ucap bu Juleha sebelum turun dari mobil.


"No problem, Ayang! masih banyak waktu di hari esok," jawab pak Rojali dengan diiringi tawa renyah setelahnya.


"iih, Akang pakai bahasa inggris segala!" bu Juleha mendaratkan tepukan manja di lengan pak Rojali.

__ADS_1


Setelah dirasa keadaan sekitar aman tanpa pantauan tetangga, akhirnya bu Juleha turun dari mobil. Beliau melambaikan tangan saat mobil hitam itu mulai melaju dan meninggalkan beliau.


Bu Juleha mengayun langkah menuju rumahnya, beliau harus menempuh jarak kurang lebih lima puluh meter dengan jalan kaki. Beliau bersembunyi di sisi pagar untuk melihat situasi yang ada di rumah. Bu Juleha mengatur napas sebelum memasuki gerbang rumahnya karena ada Geral yang sedang berdiri di teras rumah.


Binar bahagia tidak dapat disembunyikan dari wajah bu Juleha, semua itu berhasil membuat Geral menjadi curiga. Bu Juleha pun memberi alasan jika beliau jalan-jalan bersama Bu RT tapi nyatanya Geral tetap tidak percaya.


"Jangan-jangan Mami keluar dengan pak Rojali, ya?!" sarkas Geral hingga membuat bu Kokom tersenyum penuh arti.


Bukannya menjawab, bu Juleha malah berlalu pergi. Beliau masuk begitu saja tanpa menghiraukan Geral. Satu persatu anak tangga telah dilalui bu Juleha hingga beliau sampai di lantai dua.


"Mami! sudah Geral katakan sebelumnya, Geral tidak mau Mami menikah lagi!" protes Geral yang mengekor di belakang bu Juleha.


"Geral Sayang! Mami itu hanya sarapan bareng, bukan menikah dengan pak Rojali!" ucap bu Juleha setelah sampai di depan kamar Geral.


"sekarang Mami tanya! kenapa istrimu bisa sakit? apa kamu menghajarnya selama semalam penuh hmm?" tanya bu Juleha seraya berkacak pinggang.


Geral hanya tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. Ia malu jika mengatakan hal yang sebenarnya. Geral pun tidak bisa mencegah bu Juleha yang menerobos masuk ke dalam kamar.


"duh, menantu Mami kenapa nih?" tanya bu Juleha ketika melihat Shasa terbaring di atas ranjang. Beliau duduk di tepi ranjang atau lebih tepatnya di sebelah Shasa.


"Shasa baik-baik saja, Mi!" jawab Shasa dengan suara yang lirih.


Bu Juleha menempelkan punggung tangannya di kening Shasa dan beliau bisa merasakan suhu tubuh menantunya itu. Rasa khawatir tiba-tiba saja hadir dalam hati bu Juleha.


"Geral! apa sih yang sudah kamu lakukan tadi malam? kenapa istrimu jadi demam tinggi seperti ini?" bu Juleha menatap Geral dengan tatapan tajamnya. Beliau menjadi kesal kepada putranya sendiri.


Geral hanya menggelengkan kepalanya, ia bingung harus menjawab bagaimana. Seharusnya bu Juleha pun tau jawaban dari pertanyaannya itu, tapi beliau sepertinya sengaja menggoda pengantin baru tersebut.


"Shasa, kalau Geral nakal, kamu harus laporan ke Mami, ya! biar Mami bisa menghukum dia!" ujar bu Juleha setelah mengalihkan pandangan ke arah Shasa.


๐ŸŒนTerima kasih sudah membaca karya ini, semoga sukaโ™ฅ๏ธ๐Ÿ˜ duh bu Leha pacaran nih guys๐Ÿ˜‚๐ŸŒน


โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–


Hallo semua reader kesayangan othor๐Ÿ˜ nih ada rekomendasi cerita keren dari temen othor๐Ÿ˜‚ kepoin yuk biar gak penasaran๐Ÿ˜

__ADS_1



...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


__ADS_2