
"Kak!" ucap Shasa setelah sampai di dapur. Ia duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Ada apa? kamu mau makan sekarang?" tanya Yulia tanpa menatap Shasa. Ia masih sibuk mengiris kol untuk sayur sop.
Shasa beranjak dari tempat duduknya karena sepertinya Yulia belum ada waktu untuk ngobrol santai dengannya. Ia berdiri di sisi Yulia dan tak lama setelah itu, Shasa menyandarkan pinggulnya di meja dapur.
"Sejak kapan rumah ini direnovasi, Kak? kenapa tidak ada yang memberiku kabar?" tanya Shasa setelah tangannya bersedekap.
"Kapan ya? Kakak juga lupa." Yulia menghentikan aktifitasnya sejenak dan setelah itu ia melanjutkan memotong sayur yang lain.
"Ayah dan Mama dapat uang dari mana, Kak? Mereka enggak menggadaikan sertifikat di bank kan, Kak? Oh, atau jangan-jangan Mama hutang ke rentenir?" selidik Shasa, ia mengamati ekspresi wajah kakaknya.
Jujur saja, Shasa belum percaya jika semua ini adalah uang hasil jerih payah kedua orangtuanya dalam sekejap. Bagaimanapun juga, Shasa tahu bagaimana perekenomian keluarganya, jika untuk merenovasi rumah menjadi seperti saat ini rasanya sangatlah tidak mungkin.
"Kalau nanya itu satu-satu, Sha! Biar kakak gak bingung jawabnya!" ucap Yulia dengan santai. Ia sedang sibuk mencuci sayur yang sudah selesai dipotong.
"Ayo lah, Kak! Jangan buat aku penasaran!" Shasa berdecak kesal setelah mendengar ucapan Yulia, semua itu bukanlah jawaban yang dia inginkan.
__ADS_1
Yulia tersenyum tipis melihat ekspresi adiknya itu. Setelah selesai mencuci sayur, Yulia kembali menghampiri Shasa yang masih di tempatnya. Ia tertawa lepas saat melihat Shasa semakin kesal.
"Astaga! Jangan bilang kalau Kakak nekat melakukan pesugihan babi ngepet!" ujar Shasa setelah teringat keinginan Yulia dulu—saat perekonomi keluarga sedang terpuruk.
"Sembarangan!" Yulia menoyor lengan Shasa setelah mendengar pernyataan tidak masuk akal itu.
Shasa terhuyung ke samping karena perbuatan kakaknya itu, lalu ia memutuskan duduk di kursi sambil menunggu penjelasan dari Yulia. Rasanya kesabaran Shasa sudah terkuras habis karena menunggu penjelasan yang belum diucapkan oleh Yulia.
"Kamu pasti terkejut setelah mendengar dari mana Ayah dan Mama mendapatkan uang untuk renovasi rumah!" ujar Yulia setelah duduk di kursi yang ada di samping Shasa. Ia duduk di sana sambil membawa bawang merah dan bawang putih untuk dikupas.
Shasa memutar bola matanya sambil menerka siapa kiranya yang berbaik hati memberikan uang kepada keluarganya. Mendapat warisan dari neneknya sepertinya tidak mungkin karena harta benda peninggalan ibu pak Cipto sudah di ambil oleh kakak tertua ayahnya itu.
"Salah besar!" jawab Yulia sambil menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan, "Semua biaya renovasi rumah ditanggung Geral, Suamimu!" ujar Yulia yang berhasil membuat Shasa terhenyak dari tempat duduknya.
"What?" Shasa shock mendengar pengakuan dari Yulia, "gak! gak mungkin! Kakak pasti bohong, kan! Dia tidak pernah cerita apapun ke aku loh!" sergah Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari Yulia.
Akhirnya, Yulia menceritakan dari awal hingga rumah ini selesai direnovasi. Geral menghubungi pak Cipto beberapa bulan yang lalu. Saat itu, Geral hanya menghubungi lewat video call ... saat mengatakan niatnya untuk merenovasi rumah ini. Setelah pak Cipto setuju, akhirnya Geral mentransfer uang yang dibutuhkan untuk renovasi rumah dari awal hingga selesai.
__ADS_1
"Haah! Dia dapat dari mana uang sebanyak itu, Kak?" tanya Shasa setelah mendengar cerita dari Yulia.
"Loh kamu ini bagaimana! Suami mu itu kan Crazy rich Cibiru! Masa jadi istrinya gak tahu kalau punya suami horang kaya!" ujar Yulia tanpa menatap Shasa, ia sibuk mengupas bawang.
Shasa tertegun mendengar cerita dari Yulia. Entah mengapa ia tiba-tiba saja takut mempunyai suami seorang crazy rich. Pikirannya tertuju pada kasus yang akhir-akhir ini merajalela, beberapa crazy rich tertangkap polisi karena melakukan penipuan.
"Astaga! apa iya Geral seperti mereka!" gumam Shasa dalam hatinya.
Yulia mengalihkan pandangan sekilas ke arah Shasa. Ia tidak mengerti, kenapa Shasa sepertinya tidak tahu apa-apa tentang suaminya padahal mereka pernikahan mereka sudah berjalan selama enam bulan lebih.
"Eh, Sha! Kamu jadi perbincangan hangat loh di majelis ghibah online dan offline! Mereka kagum kepadamu karena punya suami seorang sultan! Banyak yang iri dengan nasib mujurmu loh, Sha!" bisik Yulia seraya mengedarkan pandangan, takut Geral mendengar semuanya.
Shasa tidak menanggapi ucapan Yulia. Ia sibuk memikirkan darimana sumber kekayaan sang suami. Rasa takut dan khawatir tiba-tiba saja melanda hatinya. Khawatir jika Geral benar-benar penipu seperti yang marak saat ini.
"Aku harus cari tahu nih!" gumam Shasa dalam hatinya.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 Hayo ada yang bisa nebak gak kira-kira kekayaan Geral dari mana? Masa iya sih Geral penipu?😂 komen dong biar ramai🤣🌹
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...