Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Lupa memberi nafkah,


__ADS_3

"Baik-baik di sana, ya, Sayang ... Mami merindukanmu," ucap bu Juleha sebelum menekan icon merah di layar ponselnya.


Senyum bu Juleha mengembang sempurna setelah melakukan panggilan video bersama Shasa. Beliau lega melihat Shasa bahagia di sana, wajah cantiknya semakin terlihat berseri dan ceria. Mungkin tinggal bersama dengan kedua orang tuanya akan membuat kekesalan Shasa mereda.


"kita langsung pulang saja, Ton!" ujar bu Juleha tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Saat ini janda satu anak itu dalam perjalanan pulang dari rumah produksi cilok.


"Baik, Bu," jawab supir pribadi bu Juleha.


Tatapan mata itu beralih melihat semua yang ada di bahu jalan. Bu Juleha tengah berpikir keras, bagaimana nanti saat menghadapi Geral di rumah. Putranya itu tidak mungkin diam saja, pasti akan banyak pertanyaan yang diterima oleh bu Juleha nantinya.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil merah bu Juleha sampai di halaman rumah. Beliau keluar dari mobil dan segera melangkah ke dalam rumah. Mungkin menemui Geral adalah keputusan yang tepat saat ini.


"Nar, di mana Geral saat ini?" tanya bu Juleha kepada bu Narti yang sedang sibuk di dapur, masak untuk makan siang.


"di teras belakang, Nya," jawab bu Narti.


Setelah mendengar jawaban ART nya, bu Juleha menganyun langkah menuju teras belakang. Dari jauh beliau melihat Geral duduk di tepi kolam ikan koi sambil merokok dan tentunya di temani secangkir kopi buatan bu Narti.


"Kenapa bangun kesiangan?" tanya bu Juleha tanpa basa-basi. Beliau duduk di sisi Geral seraya menyomot pisang yang ada di meja.


"capek," jawab Geral singkat padat dan jelas. Ia sedang kesal dengan wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya selama ini.


Setelah melihat beberapa rekaman CCTV beberapa puluh menit yang lalu, akhirnya Geral tahu bahwa Maminya itu sedang bersekongkol dengan Shasa. Ia bisa melihat dengan jelas jika Shasa pergi satu mobil dengan bu Juleha. Lalu, pertanyaannya, apa tujuan bu Juleha membawa Shasa pergi dari rumah ini?


"Mi, Shasa kemana?" tanya Geral seraya menatap bu Juleha dengan lekat.


"Mami tidak tahu!" jawab bu Juleha sambil mengupas pisang yang ada di tangannya.


"kalau Mami tidak tahu keberadaan Shasa di mana, tidak mungkin Mami setenang saat ini!" sarkas Geral dengan pandangan yang tak lepas dari bu Juleha, "Geral sudah melihat rekaman CCTV, Mami yang membawa Shasa pergi 'kan? jadi, sekarang kasih tau Geral, di mana Shasa?" tanya Geral tanpa basa-basi.

__ADS_1


Bukannya menjawab, bu Juleha malah sibuk menikmati pisang. Beliau menatap Geral sekilas. Namun, tidak lama setelah itu, bu Juleha mengalihkan pandangan ke arah lain. Beliau seakan-akan sedang menggoda putranya agar semakin kesal.


"Ya, kamu memang benar! Mami lah yang membantu Shasa pergi dari rumah ini." Akhirnya bu Juleha mengaku kepada Geral. Beliau terlihat santai seperti tidak melakukan kesalahan apapun.


"Mami!" Geral mendengus kesal setelah mendengar jawaban Maminya itu, "kenapa Mami melakukan semua ini?" tanya Geral penasaran.


"Jadi, kamu belum sadar apa kesalahanmu?" bu Juleha menatap putranya itu dengan ekspresi yang sulit untuk dijabarkan.


"Keterlaluan!" ujar bu Juleha setelah melihat Geral hanya menggelengkan kepala tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Tentu saja hal itu membuat bu Juleha semakin kesal. Beliau segera berdiri dari tempat duduknya dan segera meraih telinga Geral. Beliau menjewer telinga itu layaknya seorang ibu yang sedang memberikan hukuman kepada anaknya.


"Aaw! sakit, Mi!" teriak Geral ketika tangan bu Juleha menarik telinganya dengan kuat.


"Apa perlu Mami yang menjelaskan agar kamu sadar dari kesalahanmu, hmmm!" ujar bu Juleha seraya menatap putranya.


"Astaga naga!" sungut bu Juleha, "apa yang sudah kamu lakukan kepada Shasa itu sudah keterlaluan! sekarang kamu bilang tidak melakukan apa-apa? suami macam apa kamu ini!" hardik bu Juleha setelah melepaskan tangannya dari telinga Geral.


Helaian napas berat terdengar di sana, bu Juleha menggeleng pelan karena belum percaya jika putra nya seperti itu. Bu Juleha berkacak pinggang sambil menatap Geral dengan intens.


"apa kamu pikir memperlakukan seorang istri dengan buruk itu perbuatan yang baik? kamu menghukum istrimu dengan menyuruhnya untuk mencetak cilok sebanyak itu, padahal kamu sendiri yang bersalah!" ujar bu Juleha dengan pandangan yang tak lepas dari putranya.


"Mi, Geral hanya ingin memberikan pelajaran untuk Shasa agar tidak sombong dan matre!" kilah Geral seraya mengalihkan pandangan ke arah lain.


"lalu, kenapa kamu meninggalkan Shasa seorang diri di pinggir jalan, hanya karena dia mengakui dirinya cantik?" bu Juleha meyakinkan apa yang kemarin di ceritakan oleh Shasa.


"Iya lah, Geral ingin tahu kecantikan dia bagaimana!" jawab Geral dengan entengnya.


"Terus kenapa kamu marah setelah Shasa bisa membuktikan bahwa dia bisa pulang walau di antar seorang pria?" sarkas bu Juleha lagi.

__ADS_1


Geral memutar bola matanya ke kanan dan ke kiri setelah mendengar pertanyaan Maminya itu. Ia sendiri tidak tahu apa alasan yang sebenarnya hingga membuatnya marah saat melihat Shasa satu mobil dengan pria lain.


"Mi, tujuan Geral menyuruh Shasa mencetak cilok itu semata-mata hanya ingin Shasa menjadi wanita yang baik. Biar dia tahu bagaimana lelahnya bekerja. Geral hanya ingin dia berubah menjadi wanita sederhana. Mami kan tau sendiri kalau Geral tidak suka wanita matre seperti Shasa!" Akhirnya, Geral menjelaskan alasan yang sebenarnya.


"Jadi, kamu menganggap Shasa matre?" tanya bu Juleha seraya dengan pandangan yang tak lepas dari Geral.


Geral pun menceritakan apa yang pernah diucapkan Shasa di awal pernikahan. Geral mendadak kesal saat teringat alasan Shasa menerima pernikahan ini. Karena alasan itu, Geral akhirnya merubah sikapnya kepada Shasa, bukankah wanita matre perlu mendapatkan pelajaran? ya, itulah yang ada dalam pikiran Geral tentang Shasa.


Bu Juleha menjauh dari Geral, beliau berdiri di tepi kolam koi tersebut dengan pandangan yang tak lepas dari putranya. Beliau tidak habis pikir dengan jalan pikiran Geral saat ini.


"Mami memang mendukungmu dengan tidak mengatakan usaha besar kita kepada Shasa! oke lah, Mami paham jalan pikiranmu tapi satu hal yang membuat Mami tidak setuju dengan penilaianmu tentang Shasa, bahwa dia adalah wanita materialistis!" ucap Bu Juleha seraya bersedekap.


"Terserah Mami kalau tidak percaya dengan penilaian Geral," jawab Geral seraya menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanan.


"Atas dasar apa kamu menilai Shasa wanita matre sedangkan kamu belum pernah memberinya nafkah sama sekali! apa Shasa pernah protes tentang nafkah yang belum kamu berikan setelah kalian menikah?" Sarkas bu Juleha sambil berkacak pinggang di tepi kolam.


Geral terkesiap setelah mendengar pertanyaan bu Juleha. Ia baru ingat jika belum pernah memberikan nafkah kepada Shasa, walau pernikahannya belum genap satu bulan. Geral menepuk keningnya, ia merutuki kebodohannya sendiri.


"Ya ampun, Mi! Geral benar-benar lupa jika belum pernah memberi Shasa uang sama sekali!" ujar Geral, wajah tampannya terlihat merona karena malu akut setelah mendengar pertanyaan maminya itu.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka β™₯️😍 aduh ... aduh ... Mas Geral lupa ngasih napkah nihπŸ˜‚πŸŒΉ


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Hallo othor gemol lagi dan lagi memberikan kalian rekomendasi karya keren dari salah satu temen othor nih😍 kalian wajib kepoin yak biar gak penasaranπŸ˜‚



...🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2