Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Teringat pesan Vian


__ADS_3

Setelah Tegar menyaksikan Adriana pergi meninggalkannya seorang diri di tepian jalan raya raut wajahnya terlihat begitu panik langkahnya tergesa gesa langsung meraih kunci mobil yang ia letakkan di meja ruang tamu, pandangannya tanpa mempedulikan Radit yang masih duduk disana bahkan melewati Gilang dan Lena begitu saja tanpa permisi


"Tegar mau kemana? buru buru sekali"


Lena berusaha menghalau langkah kaki Tegar ingin sekali Lena menahan Tegar pergi


"Cukup Lena! jangan injakan kaki di rumah ini lagi jangan coba coba kamu mengganggu rumah tangga ku dengan Rana akibat perasaan mu yang membabi buta"


Tegar meluapkan kekesalan akan permintaan Raditya terhadap putrinya Lena


Lena terkejut melihat respon Tegar yang tak pernah berbicara sekasar ini selama dia menjalin pertemanan dengannya


"Tegar apa maksudmu aku tidak mengerti?"


Lena masih berpura pura tidak tahu akan maksud dan tujuannya datang ke rumah Tegar


"Sudahlah ga ada waktu aku bicara sama kamu Lena"


Tegar langsung meraih pintu mobil miliknya lalu melesat jauh meninggalkan Lena dan Gilang sementara Gilang masih kebingungan melihat situasi tersebut apa yang sebenarnya terjadi diantara Tegar dan Rana?


###

__ADS_1


Tegar mengemudikan mobilnya dengan kencang harapannya ia akan menemui Adriana di Larasati`s View, dugaan sementara Tegar ada disana tidak mungkin Rana akan segera pulang ke rumah


Setelah sekitar setengah jam perjalanan Tegar sudah sampai di hotel milik Rana


"Arin, apa ibu ada disini?"


Sesampainya di lobi hotel Tegar langsung menuju meja resepsionis menanyakan istrinya yang kerap dipanggil 'Ibu' oleh karyawan wanita di hotel milik Rana


"Ibu ga ada pak, ini kan hari minggu juga dan gak mungkin Ibu Adriana datang kesini"


Tegar menghela nafasnya kecewa


"Ya udah thanks yah Rin"


"Apa mungkin Rana pulang ke rumah?"


Gumam Tegar dibalik kemudi sambil mengacak rambutnya frustasi lalu mobil milik Tegar pun melaju dengan kencang harapan satu satunya adalah pulang ke rumah


"Rana... Rana..."


Sesampainya di rumah Tegar langsung berteriak memanggil istrinya namun tidak ada jawaban dari Rana, langkah kaki Tegar langsung menyisir garasi mobil dan dugaan Tegar sangat tepat Adriana pergi meninggalkan rumah Tegar dengan membawa mobilnya memang Adriana bilang ingin pulang saat di rumah orang tua Tegar tapi Rana ingin pulang hanya membawa mobilnya dan entah kemana Rana akan pergi

__ADS_1


"Agggggghhhhhhhhrrrrrrr"


Tegar melempar vas bunga yang ada di meja ruang tamu merutuki kebodohannya yang sudah satu minggu menghukum Adriana dengan sikap dinginnya dan kali ini Tegar ingin memastikan lemari kamar Rana apa baju baju miliknya masih ada atau Rana sudah mengemasi barangnya dan rasanya itu tidak sanggup Tegar terima


Tegar melangkah menaiki anak tangga dengan hati penuh ketakutan lalu ditariknya kenop pintu kamar utama yang nampak sepi tidak ada siapapun padahal di kamar ini dirinya sering menghabiskan waktu bersama Rana lalu segera ia buka lemari dengan desain slide dan ternyata baju milik Rana sudah bersih artinya Rana akan pergi meninggalkan Tegar bahkan tidak akan menemuinya kembali


"Rana... maafkan aku..."


Tegar menangis terduduk lemas di lantai menyesali semua sikap angkuh yang ia berikan untuk sang istri, cemburunya sudah merasuki semua ego dalam dirinya membuat lupa bahwa Rana adalah sosok wanita yang pernah tersakiti sebelumnya dan mudah baginya untuk melepas dan menyerah akan cinta bukan tidak mungkin untuk Rana mempertahankan cinta Tegar hanya saja ia tak sanggup jika harus menelan kenangan pahit untuk kesekian kalinya


Tiba tiba Tegar teringat akan pesan Vian saat bertemu di sebuah pesta launching perusahaan baru rekan bisnisnya yang waktu itu Vian sempat membawanya menjauh dari sisi Rana


'Gue harap lo bisa jaga Adriana dengan segala kekurangan dan keterbatasan Adriana karena menikahi wanita yang pernah gagal dalam menjalin rumah tangganya tidak semudah menjaga wanita manja yang selalu bergantung pada kita kaum pria, hidupnya dipaksa mandiri oleh luka yang sudah tertancap dalam hatinya. Jaga baik baik Adriana, karena sebelum gue menikah gue sempet naro hati sama calon istri lo dan rasanya gue gak tega kalau masa lalunya bersama Devin harus terulang lagi.'


Tegar baru sadar apa yang diucapkan Vian padanya memang benar menjaga Adriana yang terlalu mandiri membuatnya susah menepiskan rasa cemburunya bahkan Tegar lupa bahwa Adriana bukanlah wanita yang mudah bermanja manja seperti kebanyakan wanita yang berusaha mendekatinya dan mungkin ini yang dimaksud Vian barulah Tegar mengerti


Tanpa berpikir panjang Tegar langsung menuruni anak tangga menuju halaman rumahnya, keputusan Tegar kali ini akan pergi ke Bandung. Tegar yakin Adriana pasti pulang ke rumahnya yang telah lama ia tinggalkan, pintu mobil sudah ia raih dan tak lama kemudian mobil milik Tegar sudah melesat jauh meninggalkan rumahnya dengan hati penuh harap untuk bisa menemukan istrinya di Bandung.


###


Jangan bilang nyesel yah babang Tegar..

__ADS_1


😅


__ADS_2