
Tegar sampai di Bandung seusai magrib dikarenakan weekend membuat perjalanannya sedikit terhambat, ia sampai di depan rumah milik Rana hatinya merasa lega setelah melihat mobil Rana terparkir di halaman rumah dalam arti Rana ada disana
Langkah Tegar langsung menyusuri gerbang rumah dengan cepat, tanpa mengetuk pintu utama Tegar langsung mencoba menarik kenop pintu yang tidak terkunci dengan langkah pelan Tegar memasuki rumah Rana namun sepi tidak ada siapapun di area ruang depan dan tengah
Terdengar sayup sayup alunan musik dan nyanyian lagu bergenre akustik dan Tegar dapat pastikan itu Rana yang sedang memainkan piano di lantai dua di ruangan yang terletak sebelah kamar saat mereka melakukan malam pertama dengan romantis dan penuh kebahagiaan
Alunan musik itu seakan menuntun langkah Tegar untuk menaiki anak tangga dengan harapan yang begitu besar Rana akan memaafkan semua kesalahannya kesalahan yang sudah keterlaluan mendiamkan Rana dan kesalahan yang membuat Rana merasakan perih di hatinya mengingat obrolan Tegar bersama Radit
Tegar telah sampai di lantai dua berdiri mematung melihat Rana memainkan piano dengan dress hitam santai dengan rambut panjang lurus tergerai membuat pemandangan di hadapannya begitu asyik untuk ia nikmati
Adriana tahu akan kehadiran Tegar tapi ia tetap memainkan lagunya seolah menganggap Tegar tak ada disana
Alunan musik akustik dari piano yang dimainkan Rana sangat tepat untuk meluapkan isi hatinya
*Oh.... she's running out again...
Oh.... she's running out...
Whatever makes you happy
__ADS_1
Whatever you want....
You're so very special
I wish I was special..*
(Radiohead_Creep)
Di lirik terakhir Rana hanya memandang Tegar sekilas tanpa kata apapun dan Tegar yang melihat keberadaan Rana yang terperangkap dalam sudut ruangan membuatnya tidak akan menyi nyiakan kesempatan ini
Tegar segera mendekati Rana yang masih duduk di kursi depan piano sampai Tegar berlutut di hadapan Rana meraih jemari Rana
"Rana... maafkan aku sungguh tidak ada niatan ku untuk menduakan kamu, apa yang kamu dengar dari om Radit itu semua sudah aku tolak dan tidak mungkin aku menduakan cinta kamu Rana"
"Rana aku mohon aku sudah keterlaluan dengan sikapku maafkan aku Rana... kecemburuan ku telah merasuki semua ego dalam diriku aku mohon Rana..."
Sesaat Rana menatap Tegar yang menangis di pangkuannya dengan membenamkan wajah tampannya di pangkuan Rana
"Pulanglah mas... aku tidak pantas untukmu"
__ADS_1
Sebisa mungkin Rana berusaha kuat di depan Tegar dan Tegar pun menggelengkan kepalanya masih di pangkuan Rana
"Aku belum mampu memberikan kebahagiaan seutuhnya padamu dan mungkin perempuan lain lebih bisa membahagiakanmu mas, tentang kehilangan seseorang yang aku cintai itu sudah biasa bagiku aku yakin aku bisa tanpamu mas... bahagialah mas bersama orang yang lebih mengenalmu"
"Rana tolong jangan pernah katakan itu!"
Tegar langsung memotong pembicaraan Rana
"Lalu apa mas? aku tidak mengerti semua sikap mu akhir akhir ini kalau tentang Devin hanyalah sebuah alasan untuk mencari cara agar kamu bisa bersama Lena rasanya tidak perlu kamu perlakukan seperti ini mas. Tidak ada yang lebih menyakitkan selain didiamkan oleh orang yang kita sayangi, kalau kamu ingin hidup dengam wanita lain yang lebih bisa memberikan kebahagiaan tidak usah kamu perlakukan aku seperti ini cukup bilang padaku mas insyaallah aku akan melepaskanmu"
Adriana kembali memalingkan wajahnya menahan rasa perih di hatinya lalu Tegar segera bangkit dari tangisnya mendongakkan wajah dan menarik wajah Rana untuk saling menatap
"Rana... tidak kah kamu ingat saat aku mengucap janji di hadapan saksi dan wali pernikahan kita, itu bukan sekedar janji yang hanya disaksikan oleh beberapa orang tapi itu janjiku pada Tuhan untuk tetap bersamamu menjagamu dalam cinta yang setia. Maafkan aku yang terlalu ingin merasa memilikimu seutuhnya maafkan aku yang terlalu cemburu akan masa lalumu, soal Lena sedikit pun aku tidak ada hubungan apapun dengannya bahkan aku pun tidak mengetahui perasaan Lena padaku karena bagiku pernikahan bukan dibangun dari rasa satu pihak tapi harus diiringi cinta dan rasa yang dirasakan satu sama lain dan cintaku ini tulus untukmu Rana hanya kamu"
Tegar tidak mau melepaskan wajah sang istri harapannya sirat cinta masih ada di mata Rana dan itu ia rasakan dari tatapan Rana yang mulai melemah
"Maafkan aku juga mas.. maafkan aku yang terlalu takut kehilangan untuk kedua kalinya"
Rana mulai menangis tersedu di hadapan Tegar dan Tegar pun segera meraih Rana ke dalam pelukannya yang begitu erat dengan teriring janji di hatinya bahwa apapun keadaannya ia tidak akan memperlakukan Rana seperti kemarin kemarin dan tidak akan pernah melepaskan wanita yang sudah mengisi dasar hatinya yang tidak akan pernah tergantikan oleh wanita manapun.
__ADS_1
###
yang suka vote yah 😍😉