Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
You're so sexy tonight


__ADS_3

Malam ini seperti biasanya Adriana sedang sibuk menyiapkan makan malam di dapur. Walau kondisi tubuhnya terasa begitu lemas, Adriana tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.


Tangan kecilnya begitu terampil membawa hasil masakannya menuju meja makan secara bergantian. Menu kali ini Adriana hanya memasak cumi asam manis dengan desert puding coklat kesukaan Devin. Sudah lama Adriana tidak membuatkan puding untuk suaminya.


Tiba-tiba saja Adriana ingat akan desert favorit Devin. Mata Devin selalu berbinar saat Adriana membuatkan puding coklat kesukaannya. Menurut Adriana raut wajah Devin yang seperti itu nampak seperti anak kecil.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, derap langkah seseorang terdengar memasuki dapur.


"Assalamualaikum cantik. . ."


Devin sengaja tidak mau mengetuk pintu depan karena dia pikir sudah malam, sehingga Devin memutuskan untuk menggunakan kunci cadangan saat memasuki rumahnya.


"Walaikumsalam."


"Mas ngagetin ajah sih, gak ketuk pintu dulu."


Segera Adriana menghampiri suaminya yang berdiri di samping meja makan. Adriana meraih tangan kanan Devin seperti biasanya, kemudian mencium punggung tangan Devin, meraih tas milik Devin yang dia letakkan di kursi makan.


Jemarinya kini dengan terampil melepaskan dasi sang suami yang sudah terlihat lusuh, namun tidak mengurangi ketampanan Devin.


Devin sangat senang diperlakukan seperti ini oleh Adriana. Dia sangat merasa dihormati sebagai laki-laki oleh wanitanya.


"Mas kucel banget buruan mandi biar fresh terus kita makan."


Adriana menatap wajah tampan suaminya, lalu merapikan rambut sang suami yang sedikit acak-acakan akibat lelah di kantor.


Menurut Devin Adriana malam ini sangat nampak menggemaskan. Melihat Adriana tanpa hijab serta rambut panjang yang Adriana gulung ke atas menyisakan anak-anak rambut di kedua telinga Adriana. Apa lagi dress kaos polos warna hitam yang membuat lekuk tubuh Adriana terlihat kontras dengan warna kulitnya yang putih. Itu membuat gairah Devin tak tertahan.


Devin begitu bersyukur mempunyai istri yang auratnya hanya terlihat olehnya saja. Hanya Adriana perlihatkan untuk sang suami.


Walau style Adriana yang selalu tertutup bukan berarti Adriana tidak bisa fashionable dengan baju-baju santainya di rumah.

__ADS_1


"Liatin apa sih mas?"


Devin hanya menjawab dengan tatapan dan senyuman nakal yang tertuju pada Adriana.


"Buruan mandi. Makan malam sudah siap, aku sudah lapar mas."


Devin meraih tubuh Adriana ke dalam pelukannya erat, lalu mengecup puncak kepala istrinya, wajahnya ia raih dengan kedua tangan kekarnya. Kemudian Devin langsung mengecup bibir mungil Adriana sesaat.


"Aku ingin makan kamu dulu sayang."


Devin berbisik tepat di telinga kiri Adriana, membuat hasrat Adriana berdesir menikmati ciuman dan bisikan sang suami yang begitu menggoda.


Adriana hanya membalas senyuman tulus pada Devin, seolah pertanda menyetujui untuk memenuhi hasrat Devin yang sudah tak tertahan lagi.


Hasrat Devin sudah memuncak sebenarnya sejak Devin memasuki dapur dan menatap istrinya yang sibuk memasak.


Tubuh langsing sang istri segera Devin bawa dalam gendongan ala bridal style saat menuju kamarnya di lantai dua.


Sesampainya di kamar Devin segera meletakkan Adriana di atas ranjang dalam posisi duduk bersandar di kepala ranjang.


Devin mulai nakal mengungkung posisi Adriana yang tak mampu bergerak bebas.


"You're so sexy tonight sweety."


Kembali Devin berbisik menggoda Adriana.


Sorot mata Devin tajam penuh hasrat terhadap wanita di hadapannya, dagu Adriana dia tarik dengan jemarinya penuh hasrat menggoda. Lalu dikecupnya bibir Adriana sesaat, membuat wajah Adriana tersipu malu begitu menggemaskan.


Kecupan itu pun kini berubah mnjadi ciuman panas. Adriana melingkarkan kedua tangannya di leher Devin lalu membalas ciuman sang suami, seolah tidak mau kalah panasnya.


Rasa lemas dan lunglai yang mendera Adriana sebelum pulang kerja seolah hilang. Adriana semakin menikmati kecupan dan sentuhan nakal Devin. Leher putih nan jenjang sang istri tidak mau Devin lewatkan, meninggalkan kissmark kepemilikan Devin disana.

__ADS_1


Dress yang Adriana kenakan sudah terlepas jauh dari ranjang, begitupun Devin yang sudah telanjang. Devin tak kuasa menahan nafsu yang sudah menguasai otak dan pikirannya.


"Aku ingin kamu hamil sayang. . ."


Bisik Devin di tengah-tengah kenikmatan.


Keduanya larut dalam gairah hingga mencapai klimaks, membuat lemas sepasang suami istri muda yang dimabuk akan gelora asmara serta nafsu.


Di momen akhir dalam bercinta Devin selalu mengecupi wajah Adriana dengan lembut. Kemudian memasukan Adriana kedalam pelukannya. Adriana merasa begitu nyaman berada di samping Devin.


"Sayang mandi duluan gih. . ."


Titah Devin pada Adriana.


"Gara-gara kamu mas aku mandi lagi."


Keluh Adriana sambil mengerecutkan bibirnya dan berhasil membuat Devin terkekeh.


"Ya udah mandi bareng ya?"


Kembali Devin dengan seringai nakalnya.


"Nggak!"


Segera Adriana berlari menuju kamar mandi yang berada di sudut kamar. Saat langkah Adriana memasuki kamar mandi.


Braaaaakkkkk!!!


Adriana terjatuh di kamar mandi, tubuhnya terkulai lemas tak sadarkan diri.


••••

__ADS_1


__ADS_2