Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Hanya kamu


__ADS_3

Hari hari Tegar kini terasa begitu menyenangkan setelah Adriana menerima lamarannya. Semangat Tegar semakin bertambah saat berada di jam jam kantornya. Tegar tak pernah merasakan sesemangat ini sebelumnya, bahkan Bryan pun merasakan gerak gerik perbedaan Tegar yang sering senyum senyum sendirian di ruangan. Snyum dengan handphonenya yang asyik chatting dengan Adriana di sela sela kesibukan.


"Gue perhatiin beberapa hari ini lo happy banget."


Bryan berusaha mencari tahu apa yang telah membuat sahabatnya merasa bahagia. Senyum yang selalu merekah dari bibir tipis Tegar tak pernah hilang.


"Kaya kaga pernah muda ajah lo."


Jawab Tegar enteng


"Hmmm, gue paham sekarang. Adriana udah nerima lamaran lo ya?"


Memang tidak ada yang membuat hati Tegar sebahagia ini selain tentang Rana.


"Yoi bro, tiga hari yang lalu Adriana ngasih jawaban atas lamaran gue. Sumpah gue seneng banget. Akhirnya Tuhan jawab semua doa gue."


Bryan ikut senang melihat Tegar yang bahagia tak terkira, sebentar lagi sahabatnya akan melepas masa lajang.


"Bakalan banyak model model sexy nangis darah nih liat lo kawin."


Selama ini Tegar sudah gerah akan tingkah laku wanita wanita penjilat yang hanya silau akan hartanya. Impian Tegar untuk menikah salah satunya adalah untuk menghindar dari kejaran wanita wanita yang selalu berusaha mendekatinya.


"Gue gak tahu harus bilang terimakasih ke lo seperti apa Yan, karena lo juga udah andil dalam hubungan gue sama Rana. Thanks banget bro."


Tegar ingat akan masa penyelidikan Bryan tentang Rana, karena Bryan lah Tegar mengetahui siapa Rana sebenarnya.


"Udah gitu doang? Cuma sekedar ucapan terimakasih?"


Bryan menuntut lebih pada Tegar.


"Mau lo apa? Bilang sama gue."


Dengan nada sombongnya Tegar menawarkan permintaan pada Bryan.


"Gimana kalo pesta lajang?"


"Kagak! Ngapain paling lo mau ajakin gue tepar, gue udah tobat Yan gak mau nyentuh nyentuh lagi dunia begitu."

__ADS_1


Niatan Tegar untuk menjadi pribadi yang lebih baik memang sungguh sungguh. Padahal Bryan pun hanya bercanda menawarkan pesta lajang pada bosnya, tapi seakan direspon begitu serius oleh Tegar.


"Tiket honeymoon plus cuti tiga hari sudah cukup buat gue."


Bryan mengusulkan permintaannya.


"Bisa diatur bro."


Seakan permintaan Bryan bukan hal yang berat bagi Tegar.


"Oya Gar, minggu ini lo diundang ke acara salah satu klien kita yang kabarnya mau buka cabang baru, banyak perusahaan property yang hadir disana. Mending lo bawa Adriana sekalian kenalin tuh bakal bini lo ke publik biar lo gak jadi bully-an status jomblo terus."


Ide Bryan kali ini memang sangat brilliant, tapi Tegar juga sangat mengerti sikap Adriana yang tidak suka akan publikasi berlebihan.


Mendengar saran Bryan barusan membuat hati Tegar merindukan calon istrinya. Undangan ini cukup bisa dijadikan alasan Tegar untuk bertemu dengan Adriana lagi.


"Bener juga ide lo. Lagian gue udah kangen banget sama Rana."


"Bapak bapak yang lagi dimabok cinta ya begini nih."


Tegar melemparkan bantal di sofa ruangannya ke arah Bryan karena sudah mengatainya 'bapak bapak'.


•••


Love you 😉😘 ::


Adriana terkekeh setelah membaca pesan whatsapp dari calon suaminya. Setiap hari Tegar selalu mengirimkan pesan dengan kata kata I love you, bahkan kalau Tegar lupa Adriana harus mengingatkannya. Memang lucu sekali tingkah Tegar yang sedang dilanda jatuh cinta.


Adriana tidak membalas pesan Tegar, ia hanya sibuk dengan semua pekerjaannya, tapi tak lama kemudian ponsel milik Adriana berdering menampilkan nama 'Mas Tegar Prasetya' terpampang di balik layar ponsel.


"Assalamualaikum mas.."


Adriana menjawab telpon Tegar dengan nada begitu lembut.


"Sayang ngambek ya?"


Tegar merasa kalau Rana sedang marah padanya karena chattingnya tak dibalas.

__ADS_1


"Nggak mas, masa iya sih aku ngambek sama calon suami sendiri."


Tegar merasa lega akan ucapan Adriana barusan. Perasaan Tegar benar benar tulus mencintai Rana, Tegar tak ingin sedikitpun membuat wanitanya kesal dan kecewa.


"Weekend ini mas jemput ya, temenin mas datang ke acara rekan bisnis mas."


Hati Adriana sedikit mencelos, ia belum siap bertemu dengan teman teman bisnis calon suaminya. Adriana merasa rendah diri akan statusnya.


"Rana sayang... kok diem sih?"


Tegar membuyarkan lamunan Adriana.


"Mas... aku takut."


Hati Adriana tak bisa membayangkan jika orang orang akan menilai Tegar laki laki yang tak bisa mencari seorang gadis perawan. Adriana takut kehadirannya akan menjadi aib bagi Tegar.


"Takut kenapa sayang?"


Tegar semakin ingin tahu rasa takut yang Adriana rasakan saat ini.


"Apa mas gak malu membawa seorang janda untuk menemani mas di acara rekan bisnis mas?"


Pertanyaan Adriana membuat Tegar menghela nafasnya dalam.


"Rana... sejak kapan aku malu memilihmu? Ayolah Rana, kamu harus belajar menyadari betapa berharganya dirimu yang belum tentu semua wanita single mampu menjaga kehormatannya seperti kamu Rana."


"Aku Tegar Prasetya memilihmu bukan karena alasan antara single atau tidak, perawan atau bukan, aku memilihmu karena hanya kamu yang membuat hatiku bergetar merasakan cinta."


Penjelasan Tegar membuat Adriana terdiam sesaat memikirkan betapa gigihnya cinta Tegar padanya.


"Maafkan aku mas..."


"Iya sayang.. Mas mohon jangan ungkit lagi tentang hal itu, mas mohon."


Memang cukup sulit bagi Tegar untuk dapat mengembalikan kepercayaan diri Adriana atas apa yang telah terjadi padanya. Luka yang Devin tancapkan begitu dalam menusuk hati Adriana, kalau bukan karena kegigihan Tegar yang memperjuangkan cinta Adriana, rasanya tidak akan mungkin Adriana akan mengizinkan Tegar memasuki kehidupannya.


••••

__ADS_1


Yang suka novel ini vote ya 😘


__ADS_2