Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Pasangan serasi


__ADS_3

Sesuai rencana Tegar bahwa weekend ini ia akan membawa Adriana untuk menemaninya pergi menghadiri launching salah satu perusahaan mitra bisnis. Tegar sangat merasa bahagia dan bangga pada sosok Adriana, sampai sampai Tegar tak henti hentinya menatap wajah ayu Adriana. Mereka nampak serasi dengan baju couple batik dan kebaya hijab modern yang Adriana kenakan.


Tegar terlihat sangat gagah dan rupawan, begitupun dengan Adriana yang terlihat cantik dengan setelan rok lilit batik yang motifnya sepasang dengan baju Tegar. Baju yang sengaja Tegar beli secara khusus untuk dirinya dan Rana, membuat mereka seperti sepasang suami istri yang sudah syah.


Awalnya Adriana merasa malu untuk memakainya, tapi Tegar terus memaksa dengan alasan dalam waktu dekat pun mereka akan meresmikan hubungan mereka.


Tegar tidak ingin menunda nunda hari pernikahan, dalam satu bulan ke depan Tegar sudah mempersiapkan semuanya, apalagi dengan permintaan Rana yang tidak ingin ada pesta yang berlebihan, semakin membuat persiapan Tegar semakin cepat.


Tegar menggandeng lengan Adriana begitu mesra dan penuh percaya diri, pria itu membiarkan semua mata menatap tertuju padanya bersama Adriana. Hal ini sudah dipastikan akan membuatnya menjadi topik candaan bagi rekanan bisnis.


"Sepertinya akan ada yang melepas masa lajang nih."


Tiba tiba suara gurauan itu terdengar dari arah punggung Tegar, membuat Tegar dan Adriana berbalik melihat ke sumber suara, lalu ditatapnya lelaki yang cukup tampan seumuran Tegar yang sangat Adriana kenal, begitupun dengan Tegar yang sama sama mengenal lelaki tersebut.


"Ya ampun.. Pak Vian apa kabar pak?"


Adriana menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan mantan bosnya dulu saat bekerja di Permata Gallery.


"Baik Adriana. Kamu semakin hebat saja sekarang ya, sudah jadi ibu bos."


Vian yang mengetahui alasan Adriana resign untuk mengurus hotel miliknya dengan tegas memuji pencapaian Adriana. Bahkan Vian pun tahu alasan lain Adriana memilih resign adalah masalah perceraiannya dengan Devin, sehingga saat Vian melihat Adriana bersama Tegar sudah tidak lagi membuat terkejut.


"Ah pak Vian bisa ajah. Oh iya pak kenalin ini mas Tegar."


Tegar hanya tersenyum kecil melihat Adriana mengenalkan dirinya pada Vian. Tegar dan Vian sudah saling kenal sejak masa kuliah dulu. Dunia memang terasa begitu sempit, tapi Tuhan membuat alur jodoh Adriana lah yang berliku.


"Kemana ajah lo? Gue baru ketemu lagi sama lo."


Tegar menyapa Vian dengan nada bicara yang begitu santai dan sukses membuat Adriana merasa heran saat melihat interaksi keduanya. Sesaat mereka sempat berjabat tangan dan berpelukan ala pria gagah yang bertemu kawan lama.


"Sibuk bro, gara gara lo sih bawa desainer kebanggan gue, projek gue makin ribet. Susah cari pengganti Adriana."


Adriana terkekeh mendengar pengakuan Vian.

__ADS_1


"Adriana cowok kamu saya pinjem dulu ya, ada perlu sebentar. Sebentar doang kok, biasa urusan laki laki."


Vian mengajak Tegar untuk berbicara serius dengannya. Entah apa yang akan dibicarakan oleh Vian dan Tegar, sementara Adriana hanya mengangguk dengan senyuman yang merekah dari bibir mungilnya.


"Tunggu aku sayang."


Tegar berbisik tepat di telinga Adriana dan berhasil membuat sang empunya merinding merasakan bisikan Tegar dengan suara dalam dan seksi. Sementara Vian sudah melangkah meninggalkan Adriana.


Melihat Tegar yang bersikap seperti itu membuat Vian menggeleng gelengkan kepalanya merasakan tingkah Tegar yang mulai nakal terhadap wanita, padahal belum pernah Tegar bersikap seperti ini lagi pada wanita manapun selain mantan kekasihnya dulu.


•••


Rana duduk sendirian menikmati alunan musik yang mendendangkan lagu milik Andra The Backbone - Sempurna, seakan mengingatkan Rana pada masa masa mudanya bersama Gilang yang sering memainkan lagu tersebut. Mengingatkan masa muda Rana yang banyak dikejar oleh banyak mahasiswa kala itu, apa lagi Adriana yang dulu belum berbalut hijab membuat semua mata lelaki terpesona saat Adriana tampil dengan gaun memainkan piano. Walau terkadang Adriana hanya sebagai pengiring sekaligus merangkap sebagai vokalis, tetap tidak mengirangi pesonanya.


Ah, betapa bahagianya masa itu, masa dimana Adriana belum merasakan pahit getirnya rumah tangga.


Saat Adriana masih asyik menikmati lagu, seorang laki laki yang cukup tampan berjambang tipis ikut duduk di samping Adriana, membuat Adriana terkejut setengah mati.


"Devin aku mohon pergi dari sini, tinggalkan aku."


"Hai Adriana, kamu cantik sekali malam ini."


Devin memuji kecantikan mantan istrinya.


Entah kenapa Adriana terlihat semakin cantik di mata Devin. Kebaya anggun warna merah maroon yang Adriana kenakan semakin menambah poin kecantikan Adriana di mata Devin.


Adriana mulai gelisah, matanya mencari cari keberadaan Tegar, berharap Tegar segera datang untuk memberikan perlindungan untuknya.


"Devin aku mohon kamu pergi dari sini, pergi!"


Nada bicara Rana mulai tinggi melihat Devin yang tak menggubris permintaannya untuk pergi meninggalkannya.


"Adriana aku ingin bicara serius denganmu, tapi jangan disini."

__ADS_1


"Devin mau apa lagi yang dibicarakan? Semuany sudah tidak ada yang perlu lagi dibicarakan, diantara kita sudah selesai!"


"Aku mohon Adriana..."


Devin menangkupkan kedua telapak tangannya memohon pada Adriana.


"Kalau kamu mau bicara, bicarakan saja disini. Aku gak punya waktu Vin."


Adriana masih terpaku dengan duduknya, sama sekali tidak mau menatap wajah Devin.


Devin melihat sekeliling, matanya menangkap bayangan Tegar yang sudah menyaksikan interaksi antara dirinya dengan Adriana. Terlihat jelas rahang Tegar mengerat merasakan cemburu dan marah melihat Devin yang masih berusaha mendekati calon istrinya.


Tegar sengaja membiarkan Devin pergi begitu saja karena tidak bagus situasinya untuk merusak acara rekan bisnisnya dengan keributan yang Tegar buat.


"Alhamdulillah mas udah datang."


Adriana menghela nafasnya lega setelah Tegar duduk di sampingnya.


"Kenapa sayang?"


Tegar berpura pura tidak mengetahui aksi Devin yang masih berusaha mendekati wanita pujaan hatinya.


"Gak papa mas aku cuma merasa bosan saja disini, Rana pengen pulang mas."


Adriana terlihat dengan wajah yang begitu muram dan sedih, tanpa bertanya lagi Tegar langsung mengerti kondisi Adriana, lalu Tegar segera bangkit dari duduknya meraih tangan Adriana.


"Ayo kita pulang, mas gak mau lihat wanita kesayangan mas gak nyaman disini."


Adriana menyunggingkan senyuman dari bibirnya, betapa bersyukurnya ia mendapatkan laki laki sebaik dan sepengertian seperti Tegar.


Kemudian mereka berjalan menuju lantai basement dimana mobil milik Tegar terparkir disana. Baru saja Tegar akan menyalakan mesin mobil, tiba tiba ekor mata Tegar menangkap bayangan Devin yang berjalan sendirian menuju mobil miliknya.


"Rana tunggu aku di mobil sebentar. Jangan kemana mana sebelum mas balik lagi."

__ADS_1


•••


Kira kira apa yang terjadi ya? 😉


__ADS_2