
Sesuai janjinya Tegar menjemput Adriana di hotel miliknya sepulang dari kantor. Hampir semua karyawan perempuan yang bekerja di hotel Adriana selalu berdecak kagum melihat tampang Tegar yang begitu rupawan saat melewati lorong lorong hotel menuju lantai tiga, tempat ruangan Adriana berada
Ceklek. . .
Pintu ruangan Adriana terbuka, menampilkan wajah rupawan dengan kemeja dongker yang sudah digulung sesiku.
"Masih sibuk ajah sih istrinya mas."
Tegar memasuki ruangan, menghela nafasnya saat melihat Adriana masih sibuk dengan beberapa dokumen yang masih berserakan di meja kerja.
"Salam dulu kek masuk tuh, datang datang langsung ngedumel."
Ucapan Rana membuat Tegar tersenyum kecil, Tegar akui tindakannya yang langsung masuk tanpa mengucap salam terlebih dahulu.
"Iya iya.. Assalamualaikum istriku.."
Tegar duduk di kursi yang berhadapan dengan meja Adriana, pria itu menatap kagum pada istrinya, menurutnya wanita sibuk terlihat sexy di mata Tegar.
"Walaikumsalam.. Mas gak usah liatin aku begitu bisa ngga?"
Adriana merasa kaku dengan tatapan Tegar, membuatnya tidak bisa bebas bekerja.
"Suka ajah liatin kamu lagi kerja, sibuk begini terlihat makin cantik dan smart tahu gak."
Adriana tersipu malu akan pujian yang diberikan suaminya.
"Hmmm udah ah aku beres beres dulu. Kalau ada mas suka rese, nanti bisa bisa Rana mati karena grogi."
Tegar tergelak akan ucapan yang dilontarkan istrinya. Kemhdian Rana segera merapikan dokumen dokumen yang tercecer di meja kerja.
__ADS_1
"Sini mas bantu."
Tegar ikut merapikan meja kerja Rana dengan jemari kekarnya yang cukup gesit.
"Alhamdulillah selesai... Ayo mas, katanya kita ke dokter kandungan."
Rana meraih tas tangan lalu menggandeng lengan Tegar melangkah keluar menuju area parkir.
•••
"Ibu Adriana apa kabar?"
Dokter Chandra menyambut kedatangan pasien yang telah lama ia rindukan keberadaannya. Harus Chandra akui kini Adriana bersanding dengan suami barunya. Chandra pun tahu akan perkembangan kehidupan Adriana lewat akun instagram Adriana, karena Adriana pernah memposting beberapa foto pernikahannya bersama Tegar.
Postingan itu yang membuat Chandra berhenti mengharapkan hati Adriana yang diam diam ia kagumi.
"Alhamdulillah baik dok, kenalin ini mas Tegar suami aku."
"Beruntungnya bapak Tegar bisa mendapatkan wanita seperti ibu Adriana."
Ujar dokter Chandra membuat Adriana sedikit terkekeh, namun naluri lelaki Tegar begitu kuat seakan ia tahu bahwa dokter di hadapannya menyimpan hati untuk istrinya
"Iya dok saya merasa jadi laki laki yang paling bahagia bisa mendapatkan Rana, walau harus melewati segala rintangan, makanya sedikitpun tidak akan saya lepaskan."
Pernyataan Tegar membuat Chandra tersenyum walau di hatinya tersirat kekecewaan yang mendalam.
"Iya pak Tegar jaga baik baik ibu Adriana. Apapun yang terjadi jangan sampai melepaskan wanita sekuat ibu Adriana, susah untuk dicari."
Chandra tiba tiba teringat akan tindakan mantan suami Adriana di masa lalu.
__ADS_1
"Kok jadi bahas hal pribadi ya. Ayo dok mulai diagnosanyam"
Adriana mencoba menghentikan obrolan kedua laki laki di hadapannya, seolah tidak ingin mendengar pembahasan masa lalunya bersama Devin dari dokter Chandra.
"Ayo ibu Adriana silahkan berbaring."
Chandra mempersilahkan pasiennya akan tetapi suasana hati Tegar tiba tiba merasa cemas akan kondisi kesuburan istrinya yang hendak di USG.
Setelah diagnosa selesai dokter Chandra terlihat dengan raut wajah yang sedikit muram.
"Bagaimana dok kondisi kesuburan istri saya?"
Tegar sudah tidak sabar menunggu penjelasan dari Chandra.
"Bapak Tegar dan ibu Adriana saya harap jangan terlalu cemas dengan penjelasan yang akan saya sampaikan."
Chandra menunjukkan hasil USG nya di hadapan Tegar dan Adriana.
"Mengingat peristiwa keguguran yang ibu Adriana alami satu tahun yang lalu masih menyisakan robek di bagian rahim, sehingga ini berdampak pada sulitnya ibu Adriana untuk memiliki keturunan. Saya tidak memfonis bahwa ibu Adriana tidak bisa memiliki anak, sama sekali tidak. Hanya saja ibu Adriana harus rutin check up untuk mengetahui kondisi perkembangan rahim ibu Adriana, dan yang pasti tetaplah berdoa pada yang maha kuasa untuk segera diberikan momongan. Saya yakin kesempatan itu masih ada."
Mendengar penjelasan dokter Chandra membuat hati Adriana tak menentu, begitupun dengan Tegar yang segera menggenggam jemari sang istri untuk memberinya kekuatan.
Devin semua ini akibat perbuatanmu.
Adriana menggumam dalam hatinya yang masih menyesali pernikahannya bersama Devin.
Kenyataan pahit dari masa lalu Devin yang berujung seperti ini. Sulit bagi Adriana untuk mendapatkan keturunan di saat Adriana bertemu dengan seorang suami yang begitu tepat mengisi hidupnya.
••••
__ADS_1
Like and comment ya 😘