
Perasaan tak tenang menyelimuti hati Rana di balik kemudi mobil, pikirannya masih teringat akan pesan yang Arka kirim barusan.
Adriana sayang. . .
Temui aku di caffe biasa jika kamu tidak ingin terjadi apapun dengan laki laki brengsek yang selalu di sampingmu.
Arka.
Pesan yang Arka kirim mengandung ancaman untuk Rana dan Tegar. Ingin sekali Rana memberitahukan pada suaminya, namun saat ini bukan waktu yang tepat, mengingat Tegar yang sudah pamit dengan berbagai kesibukannya.
Mobil yang Adriana kemudikan melaju kencang, sampai sampai Devin tidak bisa mengimbangi kecepatan Adriana, dan itu semakin membuat Devin panik.
Ada apa dengan Adriana?
Selama Devin mengenal Adriana belum pernah berlaku seperti ini.
"Pasti ada yang gak beres."
Devin masih menerka nerka di balik kemudinya, tapi yang Devin tidak habis pikir kemana Tegar?
Bisa bisanya melepas Adriana dalam kondisi seperti ini, atau jangan jangan terjadi sesuatu dengan Tegar? Sehingga membuat Adriana panik setengah mati.
Sekitar satu jam perjalanan Adriana sampai di sebuah caffe dengan desain anak muda yang begitu kekinian. Caffe tersebut didesain untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.
Adriana dan Arka saat masih kuliah dulu sering menghabiskan waktunya di caffe ini, dan hal itu pula yang menjadi pemicu Arka mengundang Adriana datang ke caffe untuk mengenang masa lalunya bersama Adriana.
Mata Adriana mencari cari keberadaan Arka, menelusuri semua sudut caffe, dan sampai akhirnya terhenti di sudut kanan caffe di luar jendela yang menghadap taman.
Arka sengaja memilih meja tersebut, karena banyak meja yang masih kosong, agar dirinya bisa leluasa dengan Adriana.
"Arka ada apa kamu mencariku?"
__ADS_1
Adriana langsung duduk di hadapan Arka dengan rahang yang sedikit mengerat. Adriana sudah sangat geram akan tingkah laku Arka padanya yang meneror tanpa henti.
"Kamu lupa Adriana, aku ini masih kekasihmu. Kita belum mengucap kata pisah."
Benar benar pria gila. Setelah sekian lama tanpa komunikasi satu sama lain, seenaknya bilang masih berstatus lekasih.
"Arka kamu lupa siapa yang mengucap pisah dan memutuskan hubungan kita? Itu semua mamah kamu sendiri yang bilang. Apa kamu tidak ingat itu Arka?"
Adriana semakin geram. Kondisi yang berbeda dengan Arka, pria itu justru tersenyum manis menatap Adriana.
"Kamu masih belum berubah ya Adriana, masih sering berkata dengan nada keras, dan itu semakin membuat aku mencintaimu."
Kata kata sarkas yang Adriana ucapkan sama sekali tidak mengubah raut wajah Arka. Mantan kekasih Adriana justru menikmati pemandangan wanita cantik nan anggun berbalut hijab di hadapannya.
"Arka aku minta padamu tolong jangan ganggu aku lagi, kita sudah selesai. Jangan kau usik lagi, aku sudah berumah tangga, aku sudah menikah."
Adriana memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
Nada bicara Arka mulai meninggi, tidak mau menerima kenyataan bahwa mantan kekasihnya sudah menikah.
"Kamu harus terima kenyataannya Arka, dan aku sangat mencintai suamiku. Aku mohon jangan ganggu aku lagi."
Adriana menangkupkan kedua telapak tangannya memohon pada Arka untuk berhenti menakutinya dengan berbagai ancaman.
Devin mendengarkan dengan seksama di lorong caffe, hatinya merasakan sesak ketika Adriana mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai suaminya. Itu semua seakan menusuk hati Devin, bukan hanya Arka saja yang tidak terima, bahkan hati Devin pun ikut tidak menerima pengakuan Adriana.
Ingin sekali Devin pergi dari caffe, namun ia masih tidak ingin meninggalkan Adriana dalam kondisi terancam keselamatannya.
"Kamu sangat mencintai suamimu Adriana? Bukankah kita dulu pernah berjanji, kalau kita akan menjadi sepasang suami istri setelah lulus kuliah nanti, dan kamu mengingkarinya Adriana. Tega kamu!"
Hati Arka mulai mencelos dengan mimik muka yang begitu menyedihkan.
__ADS_1
"Arka please! Kamu harus terima kenyataan aku ini sudah menjadi istri mas Tegar, dan hanya mas Tegar yang aku cintai, namamu sudah lama hilang dari hatiku. Kamu harus sadar itu Arka!"
Tiba tiba Arka langsung menarik pergelangan tangan Adriana dan bangkit dari duduknya, berusaha menarik tubuh Adriana dalam pelukannya dengan kasar dan paksa.
Arka tak kuasa menahan amarah setelah Adriana menyebutkan nama Tegar.
"Jangan sebut nama pria itu di hadapanku Adriana. Aku benci!"
Melihat Adriana yang ketakutan Devin segera melangkah maju menyelamatkan Adriana dan. . .
Buggggggg!!
Devin mendaratkan pukulannya tepat di rahang Arka, membuat Arka tersungkur di meja caffe. Adriana tak pernah mengira Devin akan menyelamatkannya.
"Jangan coba coba sentuh Adriana!"
Devin menarik kerah baju milik Arka dan berbicara dengan nada mengancam. Keributan mereka terdengar oleh seluruh pengunjung caffe, bahkan ada beberapa orang yang sengaja mengambil adegan tersebut, lalu memposting di akun media sosial mereka.
Arka langsung diamankan oleh petugas caffe, dan tiba tiba mamah Arka datang menjemput. Wanita paruh baya itu datang meminta maaf pada Adriana atas semua yang telah Arka lakukan.
Mamah Arka menceritakan kondisi Arka yang mengidap depresi setelah Adriana pergi darinya, dan mamahnya pun menyesal telah memisahkan Adriana dengan Arka sehingga membuat kejiwaan Arka menjadi terganggu di bawah tekanan depresi.
"Maafkan tante Adriana, maaf."
Hanya itu yang terucap dengan nada bergetar menahan tangis. Belum sempat Adriana menjawab mamah Arka sudah pergi akibat rasa malu yang tak tertahankan.
Wanita itu pergi meninggalkan Adriana yang masih mematung dengan Devin dalam situasi yang canggung.
••••
Klik like ya 😉
__ADS_1