Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Tamu tak diundang


__ADS_3

Suasana kantor Tegar terasa sesak dengan hiruk pikuk aktivitas di masing masing divisi, begitupun dengan Tegar yang sibuk mempelajari beberapa projek yang akan ia garap dengan beberapa klien yang mengajak Prasta Corp untuk bekerja sama. Akan tetapi pikiran Tegar begitu sulit untuk fokus memikirkan keselamatan istrinya setelah diketahui oleh Tegar semalam bahwa bahaya sedang mengancamnya, dan bukan tidak mungkin Tegar sewaktu waktu akan lengah mengawasi keselamatan Rana.


"Bryan lo ke ruangan gue."


Tegar meminta Bryan untuk menemuinya setelah ia berhasil tersambung dengan line telpon milik Bryan.


Dalam pikiran Tegar sudah tersusun tugas pribadi untuk Bryan untuk segera menyelidiki siapa yang sudah mengusik keamanan istrinya.


"Ada apa bro? Panggil gue."


Tiba tiba suara Bryan yang sudah memasuki ruangan Tegar membuyarkan lamunannya.


"Duduk."


Tegar meminta Bryan segera duduk di hadapannya.


"Kayaknya serius bener."


Bryan masih menebak nebak raut wajah Tegar yang masih termangu memikirkan strategi yang pas untuk melacak semua informasi orang yang sudah meneror Adriana.


"Istri gue ada yang neror."


Tegar mulai menceritakan maksud dan tujuan Bryan dipanggil ke ruangan.


"Maksud lo neror gimana?"


Bryan sedikit kebingungan meminta Tegar untuk menjelaskan lebih detail lagi.

__ADS_1


"Gue mau lo lacak nomor ini siapa yang make?"


Tegar menyodorkan handphone miliknya yang sudah menyimpan nomor asing di handphone milik Rana.


"Susah kalau begini, mendingan lo jebak dia pake hp istri lo buat ketemuan dimana? Terus lo cukup perhatiin dari belakang."


Saran yang diberikan Bryan cukup masuk akal, akan tetapi Tegar tidak ingin terjadi apapun pada Rana jika harus memakai cara tersebut.


"Sementara gue gak mau kalau harus melibatkan Rana. Gue gak mau apapun terjadi sama istri gue."


"Hmmm baiklah gue akan coba selidiki siapa yang berani berani ngusik istri lo."


Bryan menyanggupi permintaan sang bos, lalu ia keluar dari ruangan Tegar dengan memikirkan cara apa yang harus dilakukannya untuk memulai penyelidikan tersebut.


•••


"Ya dengan Tegar Prasetya ada apa?"


Nada bicara Tegar di line telpon begitu cuek, memang sudah menjadi haknya bagi seorang direktur utama di perusahaan, sehingga bisa seenaknya menjawab telpon, berbeda dengan semua karyawannya yang penuh dengan nada lembut dan sopan, dan sudah menjadi tuntutan perusahaan.


"Ini Angel pak, saya mau memberitahukan kalau di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan pak Tegar."


Sekertaris Tegar memberitahukan kedatangan seseorang yang mungkin sangat Tegar kenal.


"Siapa itu Angel?"


Tegar merasa aneh karena hari ini Tegar sengaja mengosongkan jadwal pertemuan dengan tamunya, Tegar ingin fokus mengecek semua progres perusahaan di semua divisi.

__ADS_1


"Dia bilang sahabat bapak Tegar dari kecil."


Tegar langsung ingat akan seseorang yang kabarnya akan mampir ke perusahaannya saat sahabatnya mendatangi kota Jakarta.


"Suruh masuk."


"Baik pak."


Angel segera menutup line telpon dan segera bangkit dari duduknya untuk mengantarkan tamu yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pemilik Prasta Corp.


"Ini ruangan bapak Tegar, silahkan masuk ibu."


Sosok wanita berambut panjang hitam dengan model curly berdiri di depan pintu ruangan Tegar, matanya menatap mencari pemilik ruangan, Tegar pun bangkit dari duduknya menyambut wanita yang berpakaian modis dibalik rok sepan di atas lutut dengan paduan blazer putih tulang, stileto hitam yang sama persis dengan yang Adriana kenakan.


Tegar dibuat kaget setengah mati saat sahabat semasa kecilnya datang kembali menemuinya setelah bertahun tahun tidak bertemu. Terakhir pertemuan mereka saat liburan kuliah semester dua dan entah berapa lama mereka baru bertemu kembali.


"Lena!"


Tegar memanggilnya dengan antusias, ada gurat kerinduan yang mendalam setelah sekian lama ia baru dipertemukan lagi.


Wanita itu melenggang masuk mendekati Tegar, menjabat tangan Tegar, dan sesaat berpelukan untuk melepas kerinduan yang entah sebagai sahabat atau mungkin perasaan Lena lebih dari itu. Bagi Tegar memang murni seorang sahabat, tidak ada perasaan lebih untuk Lena.


••••


Siapa ya Lena ini?


😉

__ADS_1


__ADS_2