Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Mantan istri Devin Aditya Pratama


__ADS_3

Sesuai intruksi sang bos keesokan harinya Bryan segera menuju kota Bandung untuk menyelidiki informasi tentang Adriana.


Bryan menghentikan mobilnya setelah menemukan hotel yang cukup mewah dengan tulisan di atas bangunan Larasati's View. Nama hotel Hans sudah berubah setelah ia serahkan pada Adriana.


Bryan turun dari mobil memasuki area lobi hotel, lalu Bryan segera mereservasi satu kamar hotel untuknya ke bagian resepsionis.


Pandangan Bryan tercengang saat  melihat sosok wanita yang akan ia selidiki informasinya. Wanita tersebut melewati lobi hotel dalam balutan rok sepan dan blazer dengan stileto warna mocca tua yang dipadukan dengan tas jinjing berwarna senada dengan hijab.


"Wow! Pantes ajah si Tegar ngebet banget."


Puji Bryan saat melihat kecantikan Adriana.


Adriana sesaat berjalan menuju parkiran hotel. Entah kemana ia akan pergi dengan membawa kunci mobil di genggamannya.


Harusnya Bryan menuju kamar yang sudah ia reservasi, kini Bryan justru berbalik arah mengikuti wanita berparas ayu itu menuju parkiran. Bryan semakin penasaran akan kepergian Adriana.


Bryan diam-diam mengikuti laju mobil Adriana dengan sedikit memberikan jarak, namun tetap berusaha menstabilkan posisi mobilnya, Bryan tidak mau kehilangan jejak dengan mobil yang dikendarai Adriana.


Setelah sekitar lima belas menit mobil Adriana terparkir di salah satu toserba di sekitar kota Bandung. Cukup lama Bryan menunggu kemunculan Adriana keluar dari toserba, dan selang sekitar setengah jam Adriana keluar dengan beberapa kantong plastik di kedua tangannya. Rupanya barang belanjaan yang dibawa Adriana cukup banyak, dan  entah apa isi semua belanjaan tersebut?


Sesaat mata Bryan berbinar ketika melihat Adriana kembali menuju mobil putih miliknya dan membuka pintu bagasi untuk meletakkan barang belanjaannya. Adriana pun  melangkah cepat menuju kursi kemudi.


Bryan kembali mengikuti laju mobil Adriana yang menuju kawasan jalan setia budi yang terkenal macet. Mobil Adriana kini sudah memasuki gang kecil menuju pemukiman warga biasa, dan akhirnya mobil berhenti di depan rumah kecil namun cukup asri dengan halaman yang tidak luas tapi  penuh tanaman aneka bunga.


"Rumah siapa ini?"


Gumam Bryan yang melihat Adriana sudah memasuki rumah tersebut.


Bryan menyingkirkan rasa penasarannya terlebih dahulu, baru nanti ia cari informasi pada sang pemilik rumah.


Sekitar setengah jam Bryan menunggu Adriana keluar dari rumah tersebut lalu memutar balik mobilnya menuju arah pulang ke hotel. Setelah mobil Adriana dipastikan sudah tidak terlihat lagi Bryan segera turun dari mobil menuju rumah yang Adriana singgahi tadi.


"Assalamuailakum."

__ADS_1


Bryan memberanikan mengetuk pintu rumah tersebut, kemudian pintu pun terbuka dan menampakkan sosok wanita paruh baya dengan mengenakan gamis syar'i berwarna pink muda serta hijab yang senada.


"Walaikumsalam."


Jawab pemilik rumah dengan perasaan bertanya-tanya siapa lelaki muda yang sekarang mendatangi rumahnya?


"Bapak siapa ya?"


"Bryan tante, teman Adriana."


Jawaban Bryan ngasal ngaku-ngaku sebagai teman Adriana hanya demi mengorek informasi tentang Adriana.


"Duduk nak. "


Wanita itu menyuruh Bryan duduk di teras rumah yang sudah tersedia dua kursi dengan meja kecil yang berada di tengah-tengah kursi tersebut.


"Ibu buatkan minum dulu ya?"


Wanita paruh baya berstatus janda dengan dua orang anak  itu menawarkan minum untuk Bryan.


Panggilan Bryan berubah menjadi ibu mengingat wanita itu menyebutkan dirinya dengan panggilan ibu, lalu Bryan mengatakan maksud dan tujuan sesungguhnya untuk mencari informasi tentang Adriana.


"Niatanmu bagus nak mencari tahu asal-usul kehidupan Adriana untuk menjodohkan dengan temanmu, memang sudah seharusnya memilih jodoh itu harus diselidiki terlebih dahulu bibit dan bobotnya."


Bryan merasa lega kedatangannya disambut hangat oleh sang pemilik rumah.


"Tapi setelah apa yang ibu tuturkan nanti, ibu hanya memohon jika teman nak Bryan benar-benar akan mencintai Adriana dan hidup bersama Adriana. Cukup bahagiakan dia, jangan membangun rumah tangga yang menyakitkan seperti yang Adriana alami di masa lalu."


Penuturan ibu Aida seketika membuat Bryan tercengang bahwa kenyataannya Adriana pernah menikah.


"Maaf bu sebelumnya, maksud ibu Adriana itu pernah menikah?"


"Iya nak Bryan."

__ADS_1


"Punya anak bu?"


Bryan semakin menuntut lebih akan cerita Aida.


"Dia sempat hamil, dan mengalami keguguran di saat suaminya menjatuhkan talak untuknya. Di malam pertengkaran hebat itu kandungan Adriana mengalami keguguran."


Penjelasan Aida membuat dada Bryan terasa sesak, apa lagi dengan status Bryan yang sudah beristri, ia bisa merasakan betapa hancurnya hati Adriana saat itu.


"Adriana wanita yang begitu sabar dan kuat. Rumah tangganya hancur setelah mengetahui mantan suaminya diam-diam menikah sirih dengan mantan kekasihnya. Ibu yakin tidak mudah bagi seorang wanita untuk mengambil keputusan seperti Adriana menjaga karirnya tetap stabil di masa sulit seperti ini."


"Adriana datang kesini setiap satu bulan sekali memberikan makanan dan semua kebutuhan yang kami perlukan untuk ibu yang memang sudah tidak punya suami lagi."


"Adriana sosok wanita yang suka berbagi, menurutnya ia bersyukur bisa dekat dengan keluarga kami, setidaknya menyadarkan bahwa masalah yang ia alami tidak ada apa-apanya dengan kondisi ibu yang dengan status Janda tua dan serba kekurangan."


Netra ibu Aida pun seketika mengeluarkan gurat kesedihan.


"Apa ibu tahu siapa nama mantan suaminya dan orang mana?"


Bryan semakin menggali informasi lebih dalam lagi dari ibu Aida.


"Orang Jakarta. Anak pengusaha kaya, namanya siapa ya? Emmm Dev, Dev gitu kalau tidak salah."


Ibu Aida sedikit lupa akan nama mantan suami Adriana.


"Apa Devin Aditya Pratama maksud ibu? Anak dari pak Hans Pratama?"


Nama Devin cukup terkenal di bidang property, wajar saja Bryan langsung mengarah pada nama itu.


"Iya iya benar, itu nama mantan suami Adriana nak Bryan."


Ibu Aida membenarkan tebakan Bryan.


Sial banget hidup lo Tegar, lo jatuh cinta sama mantan istri musuh bebuyutan lo semasa kuliah.

__ADS_1


Gumam Bryan dalam lubuk hatinya dengan senyuman miris untuk sahabatnya. Dapat Bryan pastikan semua informasi yang didapat hari ini akan ia sampaikan pada Tegar.


••••


__ADS_2