
Devin merasa tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Hans bahwa Adriana sudah menikah dengan Tegar. Keesokan harinya mobil Devin sudah terparkir di seberang hotel Larasati`s View. Devin mengamati sang pemilik hogel yang baru saja datang diantarkan oleh Tegar.
Lelaki bermata coklat dan alis tebal itu menggandeng istrinya setelah turun dari mobil mengantarkan sang istri memasuki hotel. Devin menatap pemandangan itu dari jauh dengan tatapan kecut, dulu dirinya lah yang bersanding dengan Adriana dan tangan kekarnya lah yang selalu dicium oleh Adriana.
Saat Devin akan pergi dan kembali, suatu hal yang tak pernah Devin dapatkan dari Jesi saat ia membina rumah tangga dengan Jesi.
Adriana terlihat semakin cantik dalam balutan celana chinos hitam dan blus warna kunyit dengan hijab yang senada, membuat Devin semakin merutuki nasibnya yang telah menyia-nyiakan Adriana.
Devin tak kuasa melihat Tegar dan Adriana yang melenggang memasuki hotel, membuatnya memutuskan untuk menghidupkan mesin mobilnya dan melesat jauh dari seberang hotel Larasati`s View.
•••
Baru saja Devin membuka pintu ruangan kantor, tiba tiba sosok wanita sexy langsung datang menghampiri Devin dan bergelayut manja di bahu Devin. Sosok wanita yang sangat Devin kenal dari postur tubuhnya.
"Jesi! sudah gila kamu."
Jesi sudah kehilangan urat malu mendatangi Pratama Group, Jesi sudah menunggu kedatangan Devin sekitar setengah jam yang lalu.
"Dev, aku mohon padamu kita perbaiki lagi masa masa kebersamaan kita Dev, aku janji."
__ADS_1
Jesi mengemis permintaan maaf pada Devin, sefangkan Devin kini justru mengeratkan rahangnya.
Devin masih ingat betul bagaimana kelakuan Jesi yang sudah menipu dirinya selama bertahun tahun, dan menghianati cinta yang seutuhnya untuk Jesi di masa masa kuliah dulu.
"kamu minta balik sama aku? Mimpi kamu!"
Devin melepaskan pelukan Jesi dari tubuhnya dengan begitu kasar.
"Pergi kamu dari sini! Aku yakin yang membuatmu datang kesini karena bisnis ayahmu sedang kolaps kan? Kamu pasti sudah kehabisan akal untuk mencari pria bodoh seperti aku."
Tanpa henti Devin memaki Jesi membuat mata Jesi berkaca kaca merasakan panas di pelupuk matanya. Orang yang begitu mudahnya Jesi kelabui dengan pesonanya, kini mencaci dan memaki dirinya tanpa ampun. Devin seakan tahu semua maksud kedatangan Jesi.
Jesi semakin memohon berlutut di bawah kaki Devin, membuat Devin semakin geram akan air mata palsu yang Jesi tumpahkan.
"Dengan kamu memohon seperti ini apa bisa kamu mengembalikan Adriana yang sudah pergi meninggalkanku Jes? Wanita sebaik Adriana aku tinggalkan hanya demi kamu. Ironisnya kamu tidak lebih dari wanita matre seperti di luaran sana."
Plakkkkkkkkk!
Jesi menampar pipi Devin dengan begitu keras tak terima dengan cacian Devin.
__ADS_1
"Tega kamu Dev mengataiku seperti itu."
Devin termangu akibat tamparan yang diberikan Jesi.
"Jika itu maumu untuk membuat Adriana kembali bersamamu akan aku lakukan Dev, demi menebus semua kesalahanku padamu di masa lalu."
Hati Jesi merasakan nyeri tak terkira mengatakan itu semua, artinya ia akan membuat Devin dan Adriana bersatu kembali demi mengembalikan nama baiknya di hadapan Devin.
"Kamu pikir Adriana wanita sepertimu Jes yang dengan mudah meninggalkan dan mudah menerima kembali."
Devin memang tahu betul sikap Adriana yang tak pernah mengubah keputusannya. Adriana sosok wanita yang selalu berpegang teguh pada ucapannya, dan tak mudah baginya menarik kembali ucapan yang sudah terlontar dari mulutnya. Devin sangat paham betul akan sikap itu.
"Aku akan berusaha menyatukanmu kembali Dev dengan Adriana jika itu maumu, walau aku tahu itu sangat menusuk hatiku Dev."
Jesi masih bersikukuh akan tekadnya, lalu ia beranjak pergi meninggalkan ruang kerja milik Devin dengan hati yang merasakan perih dan pilu. Apa lagi kini Jesi dapat saksikan sendiri kalau Devin sudah membencinya teramat dalam.
••••
Like and comment ya 😉
__ADS_1