
Satu bulan telah berlalu setelah kejadian di rumah sakit yang mempertemukan Devin dengan Rania. Kini hubungan Devin dengan Jesi semakin membaik tanpa sepengetahuan Adriana.
Namun Devin hanya menganggap sebagai teman saja tidak lebih, tapi entah kenapa di hadapan Jesi lidah Devin selalu kelu untuk menolak semua perhatian yang Jesi berikan.
Kalian boleh anggap Devin tipe pria plinplan yang mudah terhipnotis oleh pesona sang mantan kekasih.
Tak mampu Devin pungkiri menjalin cinta dengan Jesi sudah lima tahun lamanya, tentunya bayang-bayang kisah manis diantara mereka masih tersirat.
Berkali-kali Jesi merajuk pada Devin untuk segera menceraikan Adriana, namun tak pernah Devin kabulkan keinginannya.
Sering Adriana menemukan chatting antara suaminya dengan Jesi, namun Devin selalu bersembunyi dibalik alasan pembahasan tentang anak.
"Dev, kapan kita akan bersama lagi?"
Jesi merajuk dalam pelukan Devin di apartemen milik Devin, tempat yang sama saat mereka melakukan hubungan terlarang di luar pernikahan yang menghasilkan Rania.
Rania kini sudah tertidur di kamar apartemen Devin, tinggal mereka berdua menikmati kenangannya dulu.
"Aku tidak bisa Jes."
Gumam Devin yang masih mengingat pernikahannya bersama Adriana.
"Lalu apa maksudmu membawa kita kesini? Sekarang kita sudah seperti dulu."
Jesi semakin menekan Devin.
"Aku bingung. Jujur sangat bingung memikirkan semua ini."
Ucapan Devin barusan membuat Jesi menghela nafasnya dalam.
__ADS_1
"Sekarang aku mau tanya sama kamu Dev, apa kamu masih mencintai aku?"
Jesi menatap mata Devin lekat, sampai akhirnya Devin yang lebih dulu membuang tatapannya.
"Sudahlah Jes, tidak usah pertanyakan soal cinta. Kamu harus terima kenyataannya bahwa aku sudah menikah dengan Adriana, dan sebentar lagi kita akan punya anak."
Kilah Devin masih tetap dengan pendiriannya.
"Aku rela jadi madumu Dev. Cinta aku buat kamu masih ada, walau hanya pernikahan sirih aku rela Dev. Demi aku dan Rania."
Sontak Devin terkejut mendengar permintaan Jesi yang benar-benar nekad memohon cintanya.
"Gila kamu!"
Seru Devin dengan nada yang mulai membentak pada Jesi.
"Tatap mata aku Dev."
Wajah Jesi semakin mendekat begitu menggoda Devin untuk menciumnya. Kini Jesi mengecup bibir Devin lembut, sampai akhirnya kecupan itu berubah menjadi ciuman panas. Bahkan saling memburu nafas masing-masing, sampai nafas mereka sudah terengah-engah.
Tak bisa dipungkiri Devin pria normal, ia tak kuasa akan godaan Jesi. Momen seperti ini justru mengingatkan masa-masa dulu, kala Devin masih berstatus pacaran dengan Jesi.
Keduanya semakin melanjutkan aksi panas tersebut, seperti mengulang dosa di masa lalu.
Semudah itu Devin melupakan Adriana?
Melupakan istri yang kini masih setia menunggu kepulangan suaminya.
Sebelum mendatangi apartemen Devin sempat mengirimkan pesan via whatsapp pada Adriana. Devin mengatakan bahwa dirinya akan pulang larut dengan alasan ada meeting dengan investor di daerah Bogor. Namun kenyataannya Devin berbohong, dia begitu tega berbuat seperti ini di belakang Adriana.
__ADS_1
•••
"Mbok Yum kita masuk saja yuk. Sudah jam sepuluh malam mas Devin belum pulang juga. Aku sudah ngantuk mbok."
Adriana yang merasa lelah menunggu kepulangan Devin, akhirnya pamit pada mbok Yum, asisten rumah tangga yang dipilihkan oleh Marisa untuk menemani Adriana.
"Iya non, nanti mbok matikan dulu TV-nya, sekalian meriksa pintu sudah dikunci atau belum."
Sahut mbok Yum yang masih mempunyai tugas memeriksa keamanan rumah.
"Iya mbok."
Adriana pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar utama.
"Tapi non, kalau tuan pulang gimana?"
Pertanyaan mbok Yum membuat langkah Adriana terhenti.
"Tenang saja mbok, mas Devin selalu bawa kunci cadangan. Sudah ah ayo kita istirahat. Mbok Yum juga sudah capek kan?"
Rupanya Adriana sudah tak kuasa menahan rasa kantuknya. Adriana juga tak tega melihat mbok Yum yang sudah sama-sama lelah.
"Iya non."
Jawab mbok Yum singkat. Kemudian asisten rumah tangga itu menuruti saran Adriana untuk segera masuk ke kamar dan istirahat.
Adriana cukup senang akan kehadiran mbok Yum. Wanita paruh baya itu sudah Adriana anggap sebagai orang tua. Adriana tidak merasa kesepian lagi sejak mbok Yum datang ke rumah Devin. Setidaknya Adriana ada teman mengobrol di rumah jika Devin tidak ada di rumah seperti saat ini.
••••
__ADS_1
Enaknya Devin diapain ya?
😄