Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Kamu, prioritas utama


__ADS_3

Tegar masih memeluk Rana dengan erat seperti tak ingin lepas darinya semua kecemasan yang menyelimuti hatinya seperti hilang begitu saja


Cinta Rana yang pernah Tegar ragukan kini terjawab sudah Rana hanya mencintainya nama Devin sudah tidak ada disana bahkan kejadian saat menemui Arka sendirian akibat ancaman Arka yang akan mencelakai suaminya membuat Rana panik setengah mati dan itu menandakan betapa sayangnya Rana akan suaminya


Pelukan yang Tegar berikan terasa begitu erat membuat tubuh langsing Rana tak terlihat dibalik tubuh atletis milik Tegar


"Kok sayang masih nangis?"


Tegar tak mengerti dengan rintihan Rana harusnya ia merasakan hal yang sama rasa sedih dan cemas yang sudah hilang tapi Rana masih merintih menahan sesak nafasnya


"Sesek nafasnya mas... pelukan kamu terlalu erat"


Rana menggerutu di balik dada bidang sexy milik Tegar dan jawaban Rana membuat Tegar terkekeh


"Kenapa ga bilang sih dari tadi?"


Tegar langsung melepaskan dekapannya menatap wajah ayu sang istri yang nampak mulus tanpa hijab


"Gimana mau bilang meluknya bikin nafas sesek"

__ADS_1


Kembali Tegar terkekeh dan mencubit hidung mancung milik Rana kebiasaan yang sudah lama Tegar rindukan


"Iya iya sayang maafin mas, abis mas terlalu takut kehilangan kamu dan jangan lagi lagi ngatasin semua masalah sendirian ada aku yang berusaha selalu ada di samping mu Rana"


Kembali Tegar membahas semua salah paham yang telah terjadi diantara mereka


"Aku hanya takut kalau tiba tiba Arka menyerangmu mas,, saat itu aku panik bahkan aku tidak pernah tahu Devin akan muncul tiba tiba"


Rana berusaha menjelaskan peristiwa yang membuat hubungan mereka menjadi surut


"Harusnya kirim chatt ke aku sayang sebelum pergi menemui mantan kamu yang sakit jiwa itu"


"Aku takut mengganggu kesibukan mu mas apa lagi di jam jam kantor aku gak mau memberatkan kamu karena aku tahu sibuknya perusahaan itu seperti apa"


Rana yang sudah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan Vian membuatnya sangat mengerti akan kesibukan perusahaan


Sesaat Tegar langsung meraih wajah Rana dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Rana


"Dengarkan aku Rana apapun kesibukanku kamulah prioritas utamaku tidak ada yang lebih penting dari apapun selain kamu Rana, terlebih lagi mas sudah tidak punya orang tua dan saat ini yang mas punya hanya kamu seorang teman hidupku, jangan pernah sungkan sama suami sendiri sayang.. walau mas tahu kamu wanita mandiri tapi setidaknya berikan aku peran sebagai suami seutuhnya untuk menjagamu"

__ADS_1


Rana tersentuh akan penjelasan Tegar terlebih lagi pandangan mereka bertemu seperti tidak ada jarak apapun diantara mereka. Tegar menautkan keningnya di kening Rana membuat Rana sedikit gugup dan Tegar pun menayadari kegugupan Rana yang justru semakin ia nikmati merasakan tingkah istrinya yang menggemaskan, Rana pun bersiap menerima ciuman Tegar dipejamkannya kedua bola matanya kemudian sebuah ciuman yang begitu lembut dan dalam Rana rasakan ciuman yang seperti takut akan kehilangan begitu menyentuh dasar hati Rana yang sebelumnya tak pernah ia rasakan bersama Devin


Tegar memagut bibir bawah milik Rana dengan lembut begitupun dengan Rana yang tidak sungkan membalas ciuman Tegar menikmati aroma nafas mint yang memudar dari tubuh sang suami, aroma nafas yang sudah lama Rana rindukan begitupun dengan Tegar yang tak mau melepaskan aroma tubuh Rana yang kebetulan Rana baru saja mandi setelah perjalanan Jakarta Bandung.


Aroma strowberi tercium dari rambut panjang dan lembut milik Rana yang membuat Tegar tidak ingin melepaskan istrinya dan dibawanya Rana ke dalam gendongan bridal style menuju kamar utama di rumah Rana


"Mas kangen sayang.."


Rana tersipu malu mendengar bisikkan Tegar tepat di telinganya membuat Rana semakin mengeratkan tangan yang ia kalungkan di leher kokoh milik Tegar sementara wajahnya Rana benamkan di dada bidang milik Tegar


Tegar membawa Rana ke dalam kamar lalu meletakkan Rana di tempat tidur kini posisi Rana berada di bawah kungkungan Tegar, kedua tangan Tegar menahan berat badannya wajah Tegar mendekat di telinga Rana yang membuat laju aliran darah Rana berdesir


"I love you so much my sweety"


Bisikkan Tegar mampu membuat Rana melayang seketika karena kediaman diantara mereka membuat keduanya merindukan momen seperti ini lalu keduanya terbuai hasrat yang sangat mennggelora menunaikan ibadahnya sebagai sepasang suami istri.


###


Duhhhhh mas Tegar 😆😍

__ADS_1


__ADS_2