
Kantor Pratama Group sudah kembali dipimpin oleh Devin Aditya Pratama, sejak Devin memilih untuk menceraikan Jesi dan kembali ke orang tuanya, Hans sudah mengizinkan Devin untuk kembali ke perusahaan.
Devin menjadi sosok yang sangat dingin untuk didekati, ia lebih banyak diam dengan raut wajah murung tak bersemangat. Marisa sebagai ibundanya sangat mencemaskan keadaan putra semata wayangnya.
Rasanya sangat menyakitkan bagi Marisa saat melihat putranya selalu dirundung kesedihan, namun apalah daya bahwa waktu tidak akan pernah bisa mengembalikan kesempatan yang hilang. Begitupun dengan ucapan yang sudah terucap, tidak akan pernah mampu ditarik kembali.
Bagi Marisa saat ini tidak mau membiarkan Devin kesepian, sebisa mungkin Marisa dan Hans selalu ada untuk menjaga putranya.
"Adriana, apa aku benar benar sudah tidak ada di hatimu lagi?"
Devin mengguman sendirian di ruang kerjanya dengan melihat beberapa foto Adriana yang masih tersimpan di memory ponsel. Begitupun dengan foto Adriana yang diletakkan di meja samping milik Devin, masih terpasang disana, dan itu membuat semua karyawan wanita yang memasuki ruangan Devin sangat iri pada Adriana yang sudah memporak porandakan hati seorang Devin Aditya Pratama.
Devin masih menatap foto Adriana begitu lekat, apa lagi foto itu diambil olehnya tanpa sepengetahuan Adriana, tepatnya saat mereka masih tinggal bersama di rumah Devin.
Adriana nampak begitu cantik berdiri di tepi balkon yang menjadi tempat favoritnya menikmati sunset. Kala itu Adriana selalu mengenakan dress kaos hitam polos yang dibelikan oleh Devin yang spesial untuk Adriana.
__ADS_1
Seutas senyuman tersungging saat menatap foto Adriana, namun saat Devin menyadari bahwa Adriana sudah pergi jauh melupakannya membuat senyuman itu hilang, dan berubah menjadi raut wajah yang muram menyedihkan.
Tiba tiba tangan kekar menyentuh puncak kepala Devin dengan penuh kasih. Devin tidak menyadari kedatangan Hans, ia terlalu fokus terbawa dalam lamunannya.
"Adriana wanita yang baik Vin, kadang ayah juga merindukannya."
Bagi Hans menantunya yang dulu sudah ia anggap seperti anak perempuannya sendiri.
"Adriana sudah bahagia bersama Tegar Prasetya, pemilik perusahaan Prasta Corp."
Pernikahan Tegar dengan Adriana akhir akhir ini menjadi trend perbincangan di dunia bisnis, mengingat resepsi pernikahan Tegar yang tidak diadakan dengan pesta mewah dan megah. Hal inilah yang menjadi pemicu trend pembicaraan bagi kalangan petinggi bisnis property.
"Maksud ayah Adriana udah nikah sama Tegar?"
Devin memastikan informasi yang diberikan oleh Hans. Devin tidak mengetahui bahwa Adriana sudah menikah dengan Tegar. Saat mendengar kabar itu rasanya sangat menusuk hati Devin. Artinya Devin sudah tidak ada harapan lagi untuk kembali bersama Adriana.
__ADS_1
"Iya Vin, sekitar tiga bulan yang lalu Adriana menikah dengan Tegar, tanpa pesta pernikahan. Kabarnya pernikahan mereka berlangsung diam diam, akan tetapi kabar ini sudah jadi trend di kalangan bisnis property. Bahkan semua petinggi bisnis justru bertanya tanya kenapa kamu bisa menceraikan Adriana."
Hati Hans pun ikut hancur jika mendengar nama mantan menantunya yang disebut sebut sebagai mantan istri Devin. Bahkan kabar tak sedap pun sering datang, tidak satu dua mulut yang mengira bahwa Adriana matre dan lebih memilih Tegar yang jauh di atas Devin pencapaiannya bisnisnya. Apa lagi sosok lelaki bernama Tegar Prasetya itu benar benar membangun bisnis tanpa campur tangan orang tuanya, rasanya semakin tersudut saja posisi Devin saat ini.
"Ayah.... Devin ingin kembali bersama Adriana Yah... Devin menyesal."
Devin menangis di bahu Hans menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Hatinya masih untuk Adriana, apa lagi jika mengingat janin dalam kandungan Adriana yang telah hilang, semakin membuat Devin dirundung rasa bersalah dan penyesalan.
"Devin dengarkan ayah nak, mencintai itu tidak harus dalam kebersamaan. Cukup melihat orang yang kita cintai bahagia itu sudah cukup tenang bagi kita. Adriana pantas untuk bahagia Vin setelah apa yang kamu lakukan padanya, Adriana memang layak untuk bersanding dengan Tegar, karena setahu ayah Tegar adalah laki laki yang jauh lebih baik dari pada anak ayah yang nakal ini."
Hans mencubit Devin di kalimat terakhirnya untuk membuyarkan suasana kesedihan, namun bagi Devin tetap saja hatinya masih untuk Adriana dan masih tetap mengharapkan Adriana untuk kembali dalam pelukannya.
••••
Klik like ya 😉
__ADS_1