
Adriana sedang asyik membasuh tubuhnya yang terasa lengket seharian tadi, air dingin yang ia siramkan bagitu terasa menyegarkan, akan tetapi acara mandinya terusik oleh ketukan pintu toilet dari luar.
"Sayang... mas pengen pipis."
Tegar berteriak dibalik pintu.
"Dasar mesum, pasti nyari nyari alasan doang."
Gumam Adriana yang tidak menghiraukan teriakan Tegar.
"Sayang buruan, mas kebelet nih."
Tegar semakin menggedor pintu toilet, dan dengan sigap Adriana meraih handuk untuk menutupi tubuhnya, lalu dibukanya pintu toilet tersebut yang hanya menampakan wajah Adriana di balik pintu.
"Masih ada toilet di lantai bawah!"
Mata Adriana sedikit melebar seakan mengancam Tegar yang berusaha memasuki toilet, namun Tegar segera mendorong pintu toilet.
"Ihh, ihh mau ngapain?"
Adriana masih gugup untuk memperlihatkan tubuh seksinya di hadapan Tegar.
"Apa sih? Udah halal juga."
Tegar melenggang dengan santainya memasuki kamar mandi karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil. Adriana dengan sigap membalikkan tubuhnya, tidak ingin melihat 'milik' Tegar.
Setelah selesai membuang air kecil mata Tegar menyeringai licik melihat lekuk tubuh istrinya yang begitu menggoda dibalik handuk putih yang Adriana kenakan, bibir Tegar bersiul girang saat melewati Adriana.
"Jangan harap kamu lolos setelah mandi sweety."
bisikkan Tegar begitu menggoda di telinga Adriana, dan sukses membuat Adriana merinding merasakan bisikan Tegar yang dalam dan seksi.
"Buruan mas keluar ihhh."
__ADS_1
Adriana mendorong tubuh suaminya, lalu menutup kembali pintu toilet rapat rapat untuk melanjutkan kegiatan mandinya yang sempat terhenti oleh Tegar.
•••
Adriana sudah selesai mandi mengenakan dress kaos polos warna navy selutut, membuatnya terlihat begitu santai dan seksi. Mata Tegar terbelalak memandang lekuk tubuh istrinya yang baru ia lihat untuk pertama kalinya Adriana tampil santai dengan baju yang cukup seksi, gairah Tegar pun meningkat.
"Yahhhh, kenapa sih pake bajunya di kamar mandi?"
Tegar benar benar nakal, entah setan apa yang sudah merasuki otaknya yang dipenuhi seringai mesum terhadap Rana.
"Gak usah mesum gitu, buruan mandi sana."
Adriana menarik lengan kanan Tegar memaksanya bangkit dari duduknya di tepi ranjang. Sayangnya Tegar terlalu kuat untuk Adriana, membuat tubuh Adriana justru jatuh dalam pangkuan Tegar.
"I love you so much honey..."
Bisik Tegar di telinga Rana setelah Rana jatuh dalam pangkuannya, Rana pun mengaitkan kedua lengannya di leher milik Tegar.
"Mandi dulu sayang, setelah mandi aku kasih hadiah."
Tegar mengecup pipi Rana, lalu ia bangkit menuju kamar mandi. Tegar tak kuasa menahan rayuan sang istri yang entah menjanjikan hadiah apa untuk Tegar.
Selang beberapa menit Tegar kembali dengan balutan handuk yang melilit di pinggangnya, menampilkan perut kotak kotak sexy, membuat semua wanita ingin menyentuhnya, begitupun dengan Adriana yang menganga menatap dada bidang milik suaminya. Rambut Tegar yang masih basah dan meneteskan air di ujung rambutnya membuat Tegar nampak semakin sexy di mata Adriana.
"Cepet banget sih mandinya?"
Adriana sengaja menggoda suaminya yang pastinya sudah tak tahan ingin berduaan dengannya.
"Pasti dong, kan ada yang mau ngasih mas hadiah."
Tegar mengingatkan janji Adriana untuknya saat menyuruhnya mandi dan itu membuat Adriana tertawa geli. Adriana seakan tidak mau mendengar Tegar yang menagih janji, wanita iru pergi melangkah menuju balkon di luar kamar.
Adriana memberikan kesempatan pada Tegar untuk memakai baju, tak lama kemudian Tegar sudah rapi dengan celana jeans selutut warna navy dengan kaos oblong hitam yang tidak mengurangi ketampanannya.
__ADS_1
Langkah Tegar menuju tempat Adriana berdiri di tepi balkon. Adriana tengah asyik menikmati senja dengan udara yang begitu sejuk menerpa pipi mulusnya. Rambut panjang Adriana tergerai begitu indah membuat mata Tegar berbinar menikmati pemandangan di hadapannya, lalu di dekapnya tubuh langsing sang istri oleh kedua lengan Tegar.
"Hari ini aku merasa menjadi laki laki paling bahagia, bisa berada sedekat ini denganmu Rana."
Tegar mendekap tubuh Adriana dari belakang dengan wajah yang ia tempelkan di ceruk leher Adriana
"Aku juga bahagia mas."
Adriana membalikkan posisi tubuhnya, membuatnya berada dalam posisi berhadapan dengan Tegar.
"Rencana Tuhan maha indah ternyata, dibalik semua yang telah aku alami, Tuhan mengirimkan sosok lelaki yang begitu tepat mengisi kekuranganku."
Adriana sangat mensyukuri atas segala yang telah terjadi di hidupnya, dan pada akhirnya Tegar lah yang menggantikan posisi Devin.
Tegar semakin mendekatkan wajahnya menautkan keningnya dikening Adriana dengan tatapan begitu mesra.
"Mas ingin mencobanya sayang."
Jemari Tegar menyentuh bibir mungil milik Adriana seakan memberikan kode pada istrinya untuk menutup mata, lalu dikecupnya bibir Adriana dengan kecupan yang begitu lembut sesaat. Gerakan Tegar sedikit memaksa Adriana untuk membuka sedikit mulutnya, agar Tegar dengan mudah memperdalam ciumannya.
Ciuman yang begitu lembut dan dalam sangat Adriana rasakan. Tegar mencumbui Adriana dengan mesra penuh perasaan cinta. Harus Adriana akui gaya ciuman Tegar jauh lebih mengesankan dibandingkan dengan Devin, membuat keduanya seperti ingin lagi dan lagi, bahkan Tegar pun sudah tak kuasa menahan hasrat kelelakiannya.
Tegar menggendong tubuh Adriana dengan ala bridal style, membawa Adriana kembali masuk ke dalam kamar, agar mereka lebih leluasa di dalam sana.
"Mas mau nagih hadiah sebelum mandi tadi."
Tegar menggoda Adriana dengan tatapan nakal, membuat pipi Adriana merah merona menggemaskan menahan rasa malu malu di hadapan suaminya.
Terkadang Tegar pun heran akan ekspresi Adriana yang selalu tersipu malu, padahal Adriana sudah mengenal Tegar cukup jauh tentang dirinya, akan tetapi hal ini yang semakin membuat Tegar mencintai Rana, membedakan Adriana dengan wanita lain yang terlalu berani mendekati Tegar.
"Aku akan membawamu melayang dengan kenikmatan sayang."
Bisikan Tegar begitu menggoda di telinga Adriana yang kini sudah duduk di pangkuannya, diraihnya wajah Rana, lalu ia tautkan lagi keningnya untuk mencumbu Adriana dengan perasaan begitu tulus. Lalu keduanya mulai melanjutkan kembali aksi ciumannya di atas ranjang.
__ADS_1
••••