
Devin pamit pulang setelah mendapat penjelasan dari Ricky. Pikiran Devin menerawang mengingat masa masa indah saat pacaran dulu bersama Jesi, tapi Devin masih tak habis pikir, bisa bisanya Jesi bermain curang di belakangnya.
Semakin Devin mengingat kecurangan Jesi semakin Devin merindukan Adriana. Wanita yang begitu pasrah menerima takdir, menghormati, menghargai Devin, penuh kasih. Hati Devin semakin merasakan kepedihan tak terkira saat dirinya menyadari telah kehilangan darah daging yang dikandung Adriana.
Adriana maafkan aku.
Hati Devin berkata kata menyesali atas apa yang telah terjadi. Devin tidak ingin pulang ke rumah, ia ingin menyendiri di apartemen. Pikirannya kalut, yang Devin butuhkan saat ini hanyalah menyendiri ditemani oleh sebatang rokok, dan sayangnya bungkus rokok di dalam sakunya sudah habis.
Devin melangkah menuju lantai bawah, menuju kantin untuk membeli satu bungkus rokok. Baru saja melangkah sekitar sepuluh langkah dari unitnya, ekor mata Devin menangkap sosok tubuh ramping sexy dengan dress hitam ketat di atas lutut. Pemandangan yang sama yang pernah Tegar dan Adriana saksikan.
Jesi dengan pria bule berjalan menuju unit Devin, biasanya mereka menghabiskan waktunya di apartemen pria bule tersebut. Kini Jesi lebih memilih di apartemen Devin, karena Jesi pikir Devin sudah lama tidak memakai apartemennya sejak ia menikah resmi secara hukum bersama Devin.
Devin segera berbalik arah mengikuti langkah sepasang kekasih di hadapannya, dan benar saja Jesi memasuki unit Devin yang masih dalam kondisi terkunci. Jesi pikir Devin tidak datang ke apartemen sehingga membuatnya dengan bebas menikmati waktu dengan kekasihnya.
Devin semakin geram menyaksikan keduanya memasuki unit miliknya. Kini Jesi sudah berada dalam pangkuan pria bule tersebut dengan posisi dada yang menantang dan ia tempelkan di wajah kekasihnya.
__ADS_1
Dengan penuh hasrat pria itu menciumi bagian dada Jesi. Tiba tiba aktivitas mereka terhenti ketika sosok pria berjambang tipis itu melenggang memasuki apartemen. Devin menepukkan tangannya pelan.
"Apa ini ayah kandung Rania?"
Pertanyaan Devin sangat menusuk Jesi, ia tak pernah menyangka kalau Devin akan datang ke apartemen.
"Sayang aku bisa jelasin semua ini."
Jesi masih berusaha membodohi Devin.
"Maksudnya jelasin aktivitas panasmu barusan? Apa permainan dia lebih menarik dariku? Atau kamu yang terlalu nakal selalu merasa tidak puas dengan satu pria?"
Pria bule itu bangkit tak terima akan hinaan Devin untuk Jesi, lalu diraihnya kerah kemeja Devin dengan keras mengajak Devin untuk beradu otot.
"Apa anda lupa tuan? Ini apartemen saya, silahkan anda pergi dan bawa wanita di depan saya ini."
__ADS_1
Devin sama sekali tidak merasa takut, lalu dilepaskannya tangan pria bule itu dari kerah bajunya, kemudian Devin kibaskan, seakan jijik kalau bajunya sudah disentuh oleh kekasih Jesi.
"Jesi kemasi barang barang kamu di rumah ku, dan besok segera kamu ambil akta cerai mu di pengadilan."
Devin sudah sangat geram dan muak akan perilaku Jesi
"Tega kamu!"
Jesi beranjak pergi bersama kekasihnya meninggalkan Devin seorang diri
"Agggghhhrrrr!!"
Devin mengacak seisi ruangan melampiaskan amarahnya atas apa yang terjadi pada hidupnya. Kini hidup Devin berangsur hancur.
Iman Devin yang hanya sekulit bawang membuat Devin memutuskan untuk mengambil minuman dengan kadar alkohol tinggi di dapur. Hingga akhirnya Devin mabuk terkapar tak sadarkan diri di apartemennya sendiri.
__ADS_1
••••
Klik like ya 😘