
Suasana sore Tegar masih disibukkan dengan meeting bersama divisi marketing di lantai empat, untuk membahas semua inovasi yang harus ia lakukan demi meningkatkan perkembangan bisnisnya.
Meeting sudah berlangsung sekitar dua jam. Berbagai kendala dan beberapa persentasi program kerja dari masing-masing kepala divisi sudah disampaikan, tinggal menunggu hasil keputusan dari Tegar.
Semua anggota meeting sudah menunggu penuturan Tegar, namun Tegar justru masih fokus dengan ponselnya, ia sibuk membaca beberapa pesan dari Bryan.
:: Adriana Larasati adalah mantan istri musuh besar lo, Devin Aditya Pratama.
Sabar Bro 😄 ::
Tegar sangat terkejut dengan isi pesan whatsapp yang dikirimkan oleh Bryan, konsentrasinya akan meeting seketika buyar.
"Pak Prasetya."
Sekertaris Tegar mencoba mengembalikan perhatian sang bos pada pembahasan meeting.
"Ehmmm meeting bubar!"
Seenaknya Tegar meninggalkan ruang meeting tanpa memberikan kesimpulan hasil meeting. Belum pernah seorang Tegar Prasetya melakukan tindakan ceroboh seperti ini sebelumnya.
Semua karyawan yang ada di ruang meeting masih tak percaya akan sikap bosnya, begitupun dengan Angel sekertaris Tegar yang masih tak mempercayai keadaan yang baru saja terjadi.
•••
Direktur tampan Prasta Corp itu sudah memasuki ruang kerjanya, hatinya sudah tak sabar ingin segera menghubungi Bryan.
"Lo serius dengan chatt di whatsapp barusan?"
Tanya Tegar setelah sambungan telponnya berhasil terhubung dengan Bryan.
__ADS_1
"Sejak kapan gue bohongin lo Tegar Prasetya? Masa iya gue kasih informasi palsu sama bos sendiri."
Ocehan Bryan semakin membuat Tegar gelisah dan berjalan mondar-mandir di ruangannya.
"Masih gak percaya gue bro. Lagi pula Adriana nampak masih terlihat belum nikah."
Tegar masih ingin mengingkari kenyataan yang telah disampaikan oleh sahabatnya.
"Udah mendingan nanti gue ceritain pas gue udah balik dari Bandung. Besok pagi-pagi gue balik dari sini, gue masih pengen jalan-jalan disini nikmatin masa cuti sehari."
"Enak bener lo, tugas udah selesai kaga mau balik."
Tegar sedikit geram akan sikap Bryan yang sudah membuatnya dirundung rasa gelisah karena rasa penasaran.
"Gue mau godain calon bini lo disini. Gila cakepan aslinya dari pada di foto, serius."
Bryan semakin terkekeh menggoda Tegar di seberang sana.
Tegar semakin geram akan godaan Bryan, membuatnya langsung mematikan sambungan telpon dengan sahabatnya itu.
•••
"Kenapa dunia sesempit ini?"
Gumam Tegar yang tak habis pikir harus menerima kenyataan bahwa Adriana adalah mantan istri Devin.
"Selamanya gue masih mendendam sama lo Vin atas apa yang udah lo perbuat."
Tegar semakin mengeratkan rahangnya membuatnya mengingat akan masa lalu Devin.
__ADS_1
•••
Dulu Devin dan Tegar satu universitas, hubungan mereka baik-baik saja di awal semester. Sebelum Devin menjalin hubungan dengan Jesika, Devin lebih dulu memacari Kiran yang tidak lain adalah adik sepupu Tegar.
Rasa cinta Kiran begitu dalam untuk Devin, membuatnya mau menyerahkan segalanya untuk Devin, termasuk keperawanannya yang sudah Devin renggut. Sampai suatu ketika Kiran memberikan kabar pada Devin bahwa ia positif hamil.
Devin tidak mau bertanggung jawab pada Kiran atas apa yang telah diperbuatnya mengingat usia mereka yang masih terlalu muda.
Saat itu Devin masih menginjak semester dua, sedangkan Kiran masih duduk di bangku SMA. Kiran dekat dengan Devin karena dulu Devin berteman baik dengan Tegar dalam satu organisasi senat mahasiswa. Tegar sering membawa Devin ke rumahnya untuk mengerjakan tugas organisasi bersama, mengingat Devin satu tingkat di bawah Tegar membuat Tegar merasa bahwa ia harus lebih banyak membimbing Devin dalam organisasi mahasiswa tersebut.
Sampai akhirnya Devin bertemu dengan Kiran. Keduanya saling terlibat asmara yang begitu bablas, gaya pacaran yang terlalu bebas di masa usia Kiran yang masih diperbudak oleh cinta, membuat Kiran tanpa ragu untuk menikmati perbuatan terlarang yang entah sudah berapa kali mereka lakukan.
Devin memaksa Kiran untuk menggugurkan kandungannya karena Devin tahu betul sikap ayahnya Hans yang akan murka mendengar putranya sudah menghamili seorang wanita di usia yang masih belasan tahun. Sementara mimpi dan cita-cita Hans adalah melihat Devin tumbuh menjadi pria sukses yang harus melanjutkan semua aset perusahaan milik Hans.
Pikiran Kiran begitu kalut akan Devin yang tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, sedangkan di sisi lain Kiran begitu takut untuk bilang kepada kedua orang tuanya.
Kiran hanya berani bilang pada Tegar, laki-laki yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri.
Saat Tegar memikirkan segala cara untuk menyelamatkan Kiran, rencananya sudah terlambat. Kiran sudah berada di ujung depresi akan masalah yang menimpanya, sampai akhirnya ia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan memutuskan urat nadinya dengan menggunakan belati tajam.
•••
Hati Tegar begitu perih mengingat masa lalu yang telah terjadi pada adik sepupu kesayangannya. Kabar dari Bryan membuat lukanya seperti terkoyak kembali.
"Tuhan... Kenapa takdir Mu serumit ini?"
Bisik Tegar yang mulai enggan mengingat masa lalu tentang Kiran. Hatinya seperti merasakan sesak tak terkira, tergambar jelas kerinduannya terhadap adik sepupu yang sangat Tegar sayangi.
••••
__ADS_1
Yang suka silahkan komen dan Vote ya kak 😉