Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Jangan jadikan dia alat balas dendam


__ADS_3

Suasana kantor Prasta Corp begitu ramai dengan hiruk pikuk kesibukan karyawan di masing-masing divisi, begitupun dengan Tegar yang tengah sibuk mereview materi meeting kemarin, akibat meeting yang ia bubarkan, tanpa menghasilkan keputusan apapun.


"Sibuk bener Bapak direktur." ujar Bryan yang tiba-tiba datang memasuki ruang kerja Tegar.


Sang pemilik ruanganpun terkejut, kemudian dilihatnya arloji branded di pergelangan tangan kanan, waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi.


"Jam berapa lo otw dari Bandung?" tanya Tegar yang masih tak habis pikir kalau Bryan sudah tiba di Jakarta sepagi ini.


"Jam empat pagi Bro. Gue terpaksa nyetir mobil sendirian cuma demi perjuangan cinta lo." sahut Bryan dengan nada sedikit ketus.


Tegar terkekeh akan ocehan sahabatnya, lalu ia menyingkirkan beberapa dokumen, sebelum memulai pembahasan serius tentang informasi yang sudah didapatkan oleh Bryan.


"Jelasin sama gue kenapa Rana cerai sama Devin?"


Sorot mata Tegar begitu tajam memandang ke arah Bryan, seolah Bryan itu Devin yang siap ia hantam dengan satu pukulan keras.


"Lo tahu Jesika kan?" pertanyaan Bryan mencoba mengingatkan akan nama mahasiswi dari fakultas ekonomi yang begitu hits di kalangan pria saat mereka kuliah dulu.


"Jesika yang mana? Gue lupa." ucap Bryan yang masih mencoba mengingat nama tersebut.


"Halah! Masa sama cewek yang paling cakep lupa? Sexy lagi." sungut Bryan seolah tak percaya.


"Anaknya Frans?" rupanya Tegar mulai sedikit teringat akan Jesi.


"Yap, benar sekali bosku." ujar Bryan menyeringai dengan telunjuk yang ia goyangkan.

__ADS_1


"Rumah tangga Adriana hancur saat Jesi kembali menggoda Devin. Diam diam Devin menikahi Jesi di belakang Adriana. Sementara Hans sangat membenci hubungan Devin dengan Jesi, dan akhirnya Hans pilihkan sosok Adriana yang menurutnya wanita terbaik untuk Devin, tapi ya gitu lah namanya juga cowok brengsek mau dikasih barang sebagus apapun juga tetep ajah brengsek."


Tegar dengan tenang menyimak penuturan Bryan.


"Sumpah gue kasihan sekaligus salut banget sama Rana. Dia wanita kuat Gar, logikanya jauh lebih berperan dibandingkan dengan hatinya. Beda sama kebanyakan cewek yang lebih ngutamain urusan hati."


Selama Bryan mengikuti Adriana tak hentinya Bryan mengagumi sikap Adriana yang tegas, ramah dan hangat pada orang orang sekitar. Walau jauh di lubuk hatinya tersimpan luka mendalam yang sulit dijamah oleh siapapun.


"Apa Rana punya anak?"


Pertanyaan itu yang dari kemarin sudah tak sabar ingin Tegar tanyakan pada Bryan.


"Menurut lo?"


"Serius!"


Kembali dengan sorot mata tajam Tegar meminta Bryan menjawab pertanyaannya.


"Adriana belum punya anak dari Devin, kandungannya mengalami keguguran di saat Devin menjatuhkan talak untuk Adriana. Menurut diagnosa dokter kandungan Adriana sangat lemah waktu itu."


Hati Tegar merasakan rasa sesak yang tak terkira mendengar bahwa Adriana mengalami keguguran. Tegar seolah teringat pada Kiran, adik sepupunya yang dipaksa aborsi oleh Devin.


Tegar tak pernah menyangka dibalik sikap lembut dan sopan dari sosok Adriana ternyata tersimpan cerita yang begitu kelam.


"Benar benar penjahat wanita." gumam direktur tampan bermata coklat itu memaki Devin.

__ADS_1


"Parahnya lagi Devin menceraikan Adriana dengan tuduhan Adriana berselingkuh dengan dokter kandungannya. Devin bener bener gila!"


Bryan pun ikut terbawa emosi akan penuturannya sendiri tentang Adriana.


"Mungkin ini saat yang tepat untuk menjatuhkan Devin, sejatuh-jatuhnya." ucapan Tegar membuat Bryan sulit untuk mengerti, apalagi Tegar berkata dengan pandangan kosong, namun penuh ancaman.


"Maksud lo apa Bro?" tanya Bryan, namun sejenak Tegar terdiam.


"Gue pastikan akan merebut Adriana yang sudah Devin sia siakan, cepat atau lambat gue pastikan suatu saat Devin pasti akan mencari Adriana kembali. Akan ada masa Devin menyesali perbuatannya terhadap Adriana, di saat dia sudah tak berdaya sedikitpun gue gak akan biarin Devin mengganggu Adriana lagi. Gue juga tahu betul Jesi itu tipe wanita seperti apa."


Niatan Tegar memang tidak main main.


"Jangan lo jadiin Adriana sebagai alat balas dendam lo pada Devin Gar, gue mohon. Dia wanita baik, jangan coba coba lo sakitin Adriana." Bryan seolah menangkap pola pikir sahabatnya.


"Sok tahu banget sih lo sama isi kepala gue!" umpat Tegar pada Bryan.


"Gue kasihan sama Adriana Gar. Kalau cuma mau lo jadiin alat untuk balas dendam buat kematian Kiran, mending lo gak usah deketin Adriana." Bryan masih merasa khawatir akan rencana Tegar selanjutnya.


"Gue gak akan nyakitin Rana. Hati gue udah jatuh bebas sama wanita itu Yan. Sedikitpun gak akan gue biarin ada celah untuk laki-laki lain. Apalagi Rana itu mantan istri Devin, rasanya permainan akan semakin menarik. Hati gue sudah lebih dulu jatuh hati sama Rana dibandingkan mengetahui bahwa Rana mantan istri Devin." ungkap Tegar mengakui perasaannya untuk Adriana.


••••


*Ketika cinta mengalahkan dendam


Miss Viona

__ADS_1


__ADS_2