Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
I Love You Tegar Prasetya


__ADS_3

Rana masih tetap semangat di depan monitor laptopnya, entah kenapa dia suka sekali membuat desain interior untuk perubahan hotel yang baru, sampai sampai saat Tegar pulang Rana tidak menyadarinya.


Rana terkejut akan pelukan Tegar yang tiba tiba dari belakang, membuatnya menjerit histeris. Sejak ada nomor asing yang masuk ke ponselnya membuat Rana semakin parno akhir akhir ini.


"Aduh... Mas tuh ya bikin aku kaget ajah."


Rana membulatkan matanya di hadapan Tegar, sontak membuat Tegar terkekeh melihat tingkah istrinya yang terkejut akan kedatangannya.


"Ketawa lagi."


Rana semakin mengerucutkan bibirnya, merasa kesal akan respon Tegar.


"Abis suami pulang fokus sama kerjaan mulu, sampe dicuekin nih masnya."


Tegar merasa cemburu dengan aktivitas Rana saat ini. Rana pun segera menarik jemari Tegar, lalu mencium punggung tangannya. Sudah menjadi kebiasaan Rana mencium tangan Tegar sejak pria itu resmi menyandang status suami.


"Maaf sayang."


Ujar Adriana yang sedikit merasa bersalah, dan Tegar pun sangat terkejut akan panggilan sayang yang diucapkan Rana, karena frekuensi Rana memanggil Tegar dengan sebutan sayang jarang sekali ia ucapkan.


"Giliran minta maaf ajah manggil sayang."


Sekarang justru Tegar yang menggerutu dan membuat Rana terkekeh.


"Iya iya Rana salah... Sayang udah laper belum?"

__ADS_1


Tegar tersenyum dengan tawa yang begitu pecah melihat istrinya memanggil sayang yang dimanis maniskan.


"Mas gak mau pake pemanis buatan."


Tegar menimpali ucapan Rana.


"Mas tuh ya, udah ah ayo makan, kita turun ke bawah. Aku udah masakin buat mas menu seafood sama lemon tea hangat kesukaan mas Tegar."


Tegar hanya menggelengkan kepala pertanda menolak ajakan Rana.


"Mas belum laper?"


Adriana kebingungan dengan respon Tegar.


"Mas pengen makan kamu dulu."


"Mas di kantor udah gak fokus mikirin kamu terus sayang, jadinya mas pengen cepet cepet pulang."


Memang benar Tegar sudah merindukan Rana, terlebih lagi saat dirinya menceritakan tentang Rana pada sahabat kecilnya Lena, dan itu sukses membuat hati Tegar mengingat akan paras ayu dan tubuh sexy Adriana.


Baru membayangkannya saja Tegar sudah tak tahan, apa lagi sekarang dengan posisi yang begitu dekat dalam sandaran Rana.


Tegar menempelkan pipinya di pipi Rana dengan begitu manja, sambil sesekali mencium pelipis Rana.


"Udah laptopnya tutup dulu "

__ADS_1


Tegar langsung merebut laptop milik Rana, lalu membiarkannya tergeletak di sofa balkon, dan membawa Rana ke dalam gendongannya.


"Istri mas udah gak bisa kemana mana lagi."


Tegar mengungkung Adriana di bawah kedua lengannya yang ia tempelkan di kepala tempat tidur.


"Mas kangen sayang."


Adriana langsung mengerti dengan kata kangen yang dimaksud Tegar adalah kangen dengan aktivitas ranjang pasangan suami istri, bukan hanya kangen yang bisa terobati cukup dengan bertemu.


Adriana segera mengaitkan kedua tangannya di leher Tegar menatap sang suami dengan begitu mesra.


"I Love You Tegar Prasetya."


Adriana membisikkan kata cinta tepat di telinga Tegar dengan begitu menggoda.


Terkadang Tegar pun tak habis pikir akan tingkah sang istri. Walau Adriana yang tiap hari selalu dibalut oleh hijab saat keluar rumah, namun tidak membuat sosok Adriana polos akan perlakuan cintanya terhadap Tegar.


Urusan ranjang pun Adriana cukup mampu mengimbangi gairah Tegar yang membuat Tegar semakin ingin lagi dan lagi.


Tegar pun membalas tatapan Rana dengan begitu dalam dan penuh gairah. Pria itu menautkan dahinya di dahi Rana, lalu diciumnya bibir tipis milik Rana.


Ciuman diantara keduanya sulit dilepaskan, mereka pun terbuai dengan hasrat yang sangat menggelora, dengan harapan aktivitas ranjangnya akan segera membuahkan janin yang akan berkembang dalam rahim Rana.


Walau kesempatan itu kecil, tapi jauh di dalam lubuk hati Rana dan Tegar akan selalu ada kesempatan untuk memiliki seorang keturunan untuk mereka.

__ADS_1


••••


Klik like ya 😊


__ADS_2