Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Bos baru


__ADS_3

Setelah orang tua Devin berkunjung ke rumah Adriana, Adriana memutuskan untuk mengajukan resign dari perusahaan milik Vian. Ia ingin membuka lembaran baru dengan meninggalkan kota Jakarta yang penuh dengan kenangan pahit akan masa lalunya bersama Devin.


Hans memberikan hak kepemilikan hotel yang pernah ia bangun bersama Adriana. Hotel yang di desain oleh Adriana yang terletak di kawasan Lembang kota Bandung. Hotel tersebut Hans pasrahkan pada Adriana sebagai tanda terimakasih Hans pada Adriana yang sudah memberikan kontribusi pada Pratama Group selama Adriana menjadi istri Devin.


Berbagai projek pembangunan anak perusahaan Pratama Group tak lepas dari campur tangan Adriana, sehingga membuat Hans merasa bahwa Adriana memiliki hak salah satu aset milik Hans yang pantas Adriana dapatkan.


Kini Adriana sibuk mengelola hotel Hans yang sudah sepenuhnya menjadi atas nama Adriana sendiri. Biarlah masa lalunya ia kubur dalam-dalam, Adriana tak ingin mengingat kenangan pahit itu.


Adriana tahu bahwa hidup harus berlanjut, seperti sekarang ini Adriana disibukkan dengan urusan bisnis hotelnya. Mulai dari kontrol dokumen keuangan dan segala keperluan hotel menjadi tanggung jawab Adriana. Menjadi seorang owner hotel ternyata tidak mudah, walau Adriana memiliki banyak karyawan tetap saja ia harus mengontrol bisnisnya sendiri. Berbeda saat ia menjadi karyawan di perusahaan Vian yang hanya bertanggung jawab dalam satu divisi.


Semua kesibukan ini Adriana nikmati dengan penuh semangat. Adriana tak ingin lagi kembali ke Jakarta, ia lebih senang dan merasa tenang tinggal di Bandung kota kelahiran ayahnya.


Dengan penuh semangat Adriana memasuki hotel miliknya. Adriana melangkahkan kakinya begitu cepat, penampilannya elegan dalam balutan jeans hitam dan blous longgar warna merah maroon dengan hijab bermotif senada dengan warna blousnya, serta stileto merah dan tas jinjing semakin mempercantik gayanya.


"Selamat pagi ibu Adriana."


Resepsionis cantik menyapa bos barunya.


"Pagi Nina."


Walau masih baru sebagai pemilik hotel Adriana sudah dapat mengenal beberapa nama karyawannya.


"Bagaimana hari ini Nina? Banyak tamu yang datang gak?"


Adriana ingin tahu situasi hotel hari ini.

__ADS_1


"Lumayan bu, pagi yang bagus untuk memulai rejeki."


"Oke deh, semangat cantik."


Dengan wajah antusias dan senyum yang begitu manis Adriana berikan pada Nina. Adriana tak ingin dikenal sebagai atasan yang kaku di mata karyawannya.


Adriana pun melenggangkan langkahnya menuju ruang kantornya yang terletak di lantai empat.


Sementara seorang laki-laki gagah bertubuh tinggi dengan alis tebal, hidung mancung, dan bermata coklat tengah asyik memperhatikan sosok wanita yang baru saja melenggang meninggalkan meja resepsionis.


"Selamat pagi pak, ada yang bisa dibantu?"


Sapa Nina pada laki-laki tampan yang berdiri di depan meja resepsionis.


"Saya mau reservasi satu kamar."


Kemudian Nina pun menjelaskan pilihan kamar untuk laki-laki itu. Nina begitu ramah memberikan pilihan ditiap-tiap kamar yang ditawarkan berdasarkan tingkat fasilitas yang tersedia.


"Kamar 307 saja mba"


Pinta tamu laki-laki tersebut.


"Mohon maaf pak untuk reservasinya atas nama siapa ya?"


Pria itu hanya menyodorkan kartu tanda pengenal pada Nina, kemudian Nina pun menginput id tersebut di data customer.

__ADS_1


"Mohon maaf Pak, apa bapak bawa pasangan?"


Nina menanyakan hal yang sudah biasa ia tanyakan karena hotel milik Adriana bukan sembarang hotel. Untuk setiap pasangan yang datang wajib membawa bukti akta nikah atau kartu keluarga beserta tanda pengenal pasangan tamunya.


"Saya sendiri"


Jawab pria itu singkat.


"Baik bapak, kamar 307 sudah kami siapkan, dan ini kuncinya silahkan bapak ambil. Bapak nanti akan dibantu oleh karyawan kami menuju kamar bapak."


Penuturan Nina begitu terdengar jelas dan halus sesuai standar kerja yang berlaku dalam aturan hotel.


"Oke, terimakasih ya mba."


Sesaat langkah pria itu terhenti saat langkahnya hendak meninggalkan meja resepsionis.


"Oya mba perempuan yang barusan berdiri disini itu siapa ya?"


Pria itu memberanikan diri bertanya pada Nina.


"Yang pake hijab barusan maksudnya pak?"


Nina mencoba memastikan pertanyaan pria tersebut.


"Itu ibu Adriana, owner baru hotel kami pak."

__ADS_1


Hanya informasi itu yang Nina berikan pada tamunya, kemudian pria itu melenggang pergi menuju kamar yang sudah direservasi olehnya.


••••


__ADS_2