
Mata Adriana terbelalak saat melihat sosok Devin yang berdiri mematung menyaksikan kejadian dimana tubuhnya jatuh bebas dalam pelukan Chandra. Sekuat tenaga Adriana mencoba bangkit melepaskan pelukan Chandra.
Chandra terperangah merasa heran akan ekspresi yang ditunjukkan Adriana. Saat Chandra berbalik badan mencoba mengikuti arah pandang Adriana, tiba-tiba pukulan keras sudah mendarat di pipi kiri Chandra, yang Devin lakukan sama persis saat Devin menghantam wajah Ricky.
"Oh ini alasan kamu pergi dari rumah ninggalin aku Adriana?"
Ucapan Devin seolah memutar balikan fakta.
Adriana mencoba membantu Chandra untuk menghindar dari pukulan Devin. Adriana takut kalau Devin akan menyerang Chandra kembali.
"Hati-hati kamu bicara Devin!"
Adriana sangat geram akan tuduhan Devin terhadapnya.
"Sekarang aku paham alasan kamu meminta cerai dari aku. Ternyata di belakangku kamu main-main dengan dokter brengsek ini."
Telunjuk Devin begitu lurus terarah pada Chandra.
"Pak Devin tolong beri saya kesempatan untuk menjelaskan apa yang barusan bapak lihat."
__ADS_1
Chandra mencoba untuk meredam amarah Devin, namun usahanya sia-sia. Devin justru mulai menyerangnya kembali, untung saja Adriana menghalangi jalan Devin. Wanita itu sengaja membuat Chandra berada di belakang tubuhnya.
"Apa begitu sayangnya sama selingkuhan kamu Adriana? Sampai-sampai kamu takut selingkuhanmu terluka. Aku tidak pernah menyangka dibalik hijabmu kelakuanmu seperti ini."
Kata-kata Devin begitu tajam menusuk hati Adriana.
"Jangan-jangan anak dalam kandunganmu ini anak dia lagi."
Semakin gila saja tuduhan yang diberikan oleh Devin. Adriana tanpa sadar menampar pipi Devin begitu keras.
"Dengar Devin, sedikitpun aku tak tersentuh oleh laki-laki manapun selain kamu. Sepenuhnya aku menjaga kehormatanku yang sekarang sudah kamu injak-injak, tapi nyatanya kelakuanmu jauh lebih miris. Sebelum menikah denganku bahkan setelah bersamaku, Rania adalah bukti hasil dari kelakuan bejadmu bersama Jesi, dan aku tidak sudi hidup bersama seorang suami pezina sepertimu Devin!"
"Jangan bawa-bawa Rania soal ini!"
Devin tak ingin buah hatinya dicela oleh Adriana.
"Kenapa? Itu bukti yang nyata. Masih mau mengelak! Jangan mencari-cari kesalahan orang lain untuk menyembunyikan kesalahan diri sendiri Devin Aditya Pratama."
Entah dari mana keberanian Adriana datang? Kata-kata yang Adriana lontarkan begitu menohok hati Devin.
__ADS_1
"Oke kalau kamu kemarin-kemarin minta cerai denganku, karena tak terima dengan pernikahan sirihku dengan Jesi. Tidak usah menunggu bayi itu lahir. Besok aku urus perceraian kita di pengadilan, dan akan aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun harta dariku Adriana."
Jatuhlah talak Devin untuk Adriana malam itu, sementara Adriana langsung terdiam lemas mendengar penuturan Devin yang berujung sumpah serapah untuk berpisah.
"Pak Devin, apa bapak sadar akan ucapan bapak barusan?"
Chandra mencoba menengahi dan memastikan apakah ucapan Devin hanya karena emosi atau dalam kondisi sadar. Menurut pengetahuan Chandra dalam islam jika seorang laki-laki mengucap talak tanpa sadar karena faktor emosi maka gugurlah talaknya. Maka dari itu Chandra mencoba menyadarkan kata-kata Devin barusan.
"Saya sadar, sesadar-sadarnya dokter Chandra. Biar anda senang dan bebas mendekati mantan istri saya!"
Ucapan Devin semakin tak terkendali, bahkan sudah menyatakan Adriana adalah mantan istrinya, dan itu membuat nafas Adriana semakin sesak melihat wajah Devin yang sudah dikuasai oleh amarah.
Devin pergi begitu saja mengabaikan Chandra dan Adriana yang masih terpaku di teras rumah. Mobil Devin sudah melesat jauh meninggalkan rumah Adriana.
Sementara Adriana masih mengatur nafasnya yang tersengal, jantungnya berpacu dengan kencang. Masih terasa cercaan dan makian Devin terhadapnya.
Tiba-tiba perut Adriana merasakan nyeri yang hebat, kakinya kram, kemudian darah segar tampak mengalir di mata kaki Adriana. Kalau saja Adriana mengenakan baju santai tanpa hijab darah segar itu sudah nampak jelas di bagian betis dan paha Adriana.
Chandra yang menyadari bercak merah yang menetes di lantai berwarna putih langsung mencari sumber darah yang menetes disana. Ternyata Adriana mengalami pendarahan hebat. Chandra langsung membawa Adriana menuju rumah sakit.
__ADS_1
••••