
Baru saja Devin hendak membuka pintu mobil, tiba tiba Tegar datang menghampiri Devin dan membuat Devin menutup kembali pintu mobil.
"Sebagai laki laki kita perlu bicara."
Tegar meminta waktu Devin dengan sorot mata yang serius dan tajam dalam suasana basement yang hening.
"Adriana?"
Ucap Devin sambil tersenyum santai dan tidak tahu malu di hadapan Tegar dan sukses membuat Tegar semakin geram.
"Kamu hanya bagian dari masa lalu, saya peringatkan kamu jangan coba coba mengusik lagi calon istriku Devin."
Nada bicara Tegar pelan namun penuh ancaman.
"Aku rasa tingkat kepercayaan dirimu terlalu tinggi Tegar Prasetya. Aku tahu betul sosok Adriana wanita seperti apa? Wanita yang tidak mudah menerima lelaki baru di kehidupannya."
Devin pikir hubungan antara Adriana dengan Tegar belum sampai tahap serius sehingga membuat lidah Devin seenaknya berkata seperti itu pada Tegar.
__ADS_1
"Kalau kamu tahu betul Adriana sosok wanita seperti apa? Rasanya sangat tidak mungkin kamu melepaskan Adriana, lalu dengan begitu mudahnya mengejar wanita seperti Jesi. Wanita yang penipu dengan mengatasnamakan Rania. Bahkan dengan bodohnya kamu mempercayai Jesi, lalu melepaskan Adriana dan membunuh darah dagingmu sendiri yang masih ada dalam kandungan Adriana. Pria macam apa kamu Vin? Ternyata dari dulu kamu gak pernah berubah."
Dengan begitu lantang dan tegas Tegar mengoyak semua kenyataan pahit yang telah diperbuat oleh Devin sendiri.
"Cukup Tegar!"
Devin seakan tidak terima dengan kenyataan yang ada. Hatinya merasakan sesak teringat akan penghianatan yang sudah Jesi perbuat padanya, teringat akan penyesalan yang sudah membuatnya merasakan kehilangan Adriana dan anak yang dikandung Adriana.
"Kenapa Devin? Mau mengingkari kenyataan yang ada?"
Tegar semakin menjatuhkan Devin ke dalam kenangan pahit yang semakin menyiksa Devin.
Devin mengancam Tegar. Segala cara akan Devin lakukan untuk mendapatkan Adriana kembali.
"Silahkan saja Vin, kalau Adriana sudi menerimamu lagi. Apa kamu masih ingat tentang Kiran? Apa perlu aku ceritakan pada Adriana tentang reputasi kamu dan keluargamu yang tidak mempertanggung jawabkan perbuatan mu pada Kiran?"
Devin sedikit terenyuh akan kalimat kalimat yang diucapkan oleh Tegar dan semakin membuat dirinya merasa tersudut.
__ADS_1
"Satu hal yang harus kamu tahu tentang hubunganku dengan Adriana, bulan depan kita akan menikah, dan aku tidak ingin kondisi psikologi Adriana terganggu olehmu. Aku tidak ingin rasa trauma yang dirasakan Adriana semakin menghantuinya dengan hadirnya kamu kembali."
Tegar semakin meneruskan ucapannya dan membuat Devin tertunduk lemah tak kuasa mendengar apa yang diceritakan oleh Tegar.
"Apa kamu tidak bisa mencari seorang wanita perawan? Mau maunya nikahin seorang janda dan mirisnya janda bekas aku pula."
Mulut Devin begitu lancang dan membuat Tegar tak kuasa menahan amarah. Kepalan tangan kuat milik Tegar melayang di rahang Devin dengan begitu cepat, lalu Tegar menarik kerah kemeja milik Devin.
"Hati hati kamu bicara Devin. Apa kamu ingin tahu apa yang membuatku semakin tertarik pada Adriana?"
Sesaat Tegar memberikan jeda akan kalimat yang diucapkannya terhadap Devin.
"Karena aku tahu Adriana mantan istrimu, hal itu yang membuatku semakin tertarik memiliki Adriana seutuhnya, agar kamu tahu betapa berharganya Adriana. Wanita yang sudah kamu campakan. Semakin kamu menyesali apa yang sudah kamu lepaskan, semakin kamu mengerti arti kehilangan. Sama persis dengan yang aku rasakan ketika kehilangan adik sepupuku Kiran."
Tegar melepaskan cengkraman tangannya dari kerah kemeja Devin dengan memicingkan pandangan, lalu Tegar meninggalkan Devin seorang diri disana, tentunya dengan gurat amarah yang begitu dalam menatap kepergian Tegar.
••••
__ADS_1
Like and comment ya 😘