Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Tidak ingin jauh darimu


__ADS_3

Tegar mengantarkan Adriana ke unit apartemennya dengan perasaan yang selalu mencemaskan keselamatan Adriana. Bukan tidak mungkin Devin akan berhenti mengganggu Adriana kembali.


Selama perjalanan menuju apartemen Tegar diam saja tak seceria biasanya, sikap Tegar membuat Adriana merasa ada yang aneh.


"Minum dulu mas."


Adriana menyodorkan secangkir kopi buatannya di ruang tamu apartemen milik Tegar.


"Iya sayang makasih ya."


Diraihnya cangkir kopi tersebut oleh Tegar, lalu disesapnya perlahan. Setelah itu Tegar menatap Adriana begitu lekat seakan takut kehilangan dan takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada kekasih hatinya.


"Ada apa mas? Kenapa menatapku seperti itu?"


Adriana merasa aneh akan tatapan Tegar yang tak biasanya menatap seperti ini. Ekspresi rasa gelisah muncul dari wajah tampan Tegar.


"Mas pengen kamu tinggal disini Rana, mas nggak mau berjauhan dengan kamu. Biar selama sebelum menikah mas tinggal bareng Gilang dulu."


Tegar memang benar benar mengkhawatirkan keselamatan Rana. Tegar sangat gelisah setelah peristiwa di basement yang berujung dengan hantaman di wajah Devin.


"Kenapa mas minta aku tinggal disini?"


Adriana masih merasa aneh akan permintaan Tegar.


"Mas khawatir akan keselamatan kamu Rana. Kalau kita dipisahkan dengan jarak yang cukup jauh, mas takut gak bisa ngejagain kamu sepenuhnya."


Penjelasan Tegar cukup membuat Adriana merasa menjadi wanita yang sangat istimewa untuk Tegar, namun ia juga masih memikirkan hotel miliknya yang tidak bisa ia tinggalkan begitu saja.


Adriana tidak memiliki aktivitas lain jika harus tinggal kembali di Jakarta, karena Adriana bukanlah tipikal wanita yang senang berdiam diri dan bermain main tidak jelas, seperti jalan jalan, hobi nongkrong, itu bukan pribadi Adriana. Baginya waktu adalah segalanya untuk berkarir dan produktif.


"Kalau aku tinggal disini bagaimana dengan Larasati`s View mas? Lagi pula pernikahan kita tinggal sebulan lagi, mas gak usah khawatir. Insyaallah aku bisa jaga diri."


Alasan Adriana cukup mampu diterima oleh Tegar, namun tidak mengurangi sedikitpun rasa khawatir pria tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, tapi setelah menikah mas mohon sama kamu tinggal lah disini sayang. Mas gak sanggup jauh jauhan seperti ini sama kamu, biar nanti urusan hotel kamu bisa memantau dari sini, dibantu dengan orang kepercayaan mas."


Tegar masih bersikukuh meminta Adriana tinggal di Jakarta.


"Iya mas.. Aku sudah memikirkan itu semua, dalam waktu dekat ini aku akan menjual Larasati`s View hanya demi kamu mas. Aku ingin menjadi istri yang selalu ada buat kamu, apa lagi hotel itu hanya akan mengingatkan masa laluku."


Tegar merasa terenyuh akan penjelasan Adriana, tak pernah terpikirkan oleh Tegar sebelumnya kalau Adriana sudah memimirkan masa depan bersamanya sejauh ini. Rasanya itu semua sangat membuat Tegar semakin dalam mencintai wanita disampingnya.


"Tapi Rana mas tahu betul sifat kamu. Kamu tidak akan mungkin mau menjadi sosok ibu rumah tangga yang hanya berdiam diri di rumah saja. Apa lagi kehilangan hotel yang sudah beberapa bulan ini semakin berkembang di tanganmu sayang."


Sejauh ini pencapaian bisnis Adriana semakin meningkat, Tegar merasa bersalah jika karir Adriana harus terhenti olehnya.


"Aku sudah pikirkan itu mas, aku akan membeli hotel disini, membangun kembali rancangan desainnya sesuai yang aku inginkan. Sungguh menyenangkan rasanya punya bisnis sendiri dan suami yang selalu ada untuk aku, suami yang ganteng pula."


Adriana terkekeh sendiri akan pujian yang ia ucapkan untuk, membuat hati Tegar sedikit tenang mendengar penjelasan dan pujian wanitanya.


"Kamu tuh ya pinter banget sih bikin mas seneng."


Tegar tersenyum sembari mencubit hidung mancung milik Adriana, suasana pun menjadi lebih ceria. Kegelisahan yang Tegar rasakan sedikit berkurang.


Tegar selalu menggoda Adriana dengan nakal. Entah kenapa Tegar sangat menyukai ekspresi wajah tunangannya saat digoda nampak begitu menggemaskan menurutnya.


•••


Adriana baru saja berpamitan dengan Tegar yang sudah mengantarkannya pulang ke rumah yang terletak di kawasan Lembang Bandung. Hati Adriana sangat merasa tak tega akan kepergian Tegar. Calon suaminya harus rela bolak balik Jakarta Bandung di tiap weekend hanya demi bertemu dengannya.


"Mas pulang dulu ya sayang."


Semburat kesedihan terlihat dari wajah ayu Rana saat Tegar mohon pamit. Hatinya sudah jatuh terlalu dalam pada pria yang selalu ada untuknya.


"Hey kenapa sedih?"


Tegar meraih wajah Rana dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Aku gak tega ngeliat mas kecapean bolak balik anter jemput aku mas."


Adriana merajuk di hadapan Tegar, mengungkapkan isi hatinya. Tegar pun semakin tidak tega untuk meninggalkan wanita pujaan hatinya seorang diri.


"Nggak papa sayang, semuanya mas ikhlas lakukan demi ketemu kamu. Jangankan Jakarta Bandung, dari luar negeri pun mas bela belain pulang."


"Gombal!"


Seru Adriana dengan memalingkan wajahnya yang berhasil membuat Tegar terkekeh. Senyuman Tegar semakin membuat Adriana terpesona akan ketampanannya.


"Ya udah mas pulang buruan, mumpung masih siang, biar gak kemaleman sampe rumah."


"Iya sayang. Bawel banget sih istri aku nih."


Tegar begitu senang akan rasa khawatir yang dirasakan Adriana untuknya, itu menandakan Adriana sudah begitu terbuka untuk menerima dirinya.


"Mas pulang ya, jaga diri baik baik, kunci semua pintu."


Ucap Tegar dengan mengelus puncak kepala Adriana.


"Iya masku yang bawel"


Kini giliran Adriana yang mengatai Tegar bawel.


"Assalamualaikum.. Love you..."


Tegar pamit dan memasuki mobil, kemudian meninggalkan rumah milik Adriana.


Selang beberapa menit setelah Tegar pamit bell pintu rumah Adriana berdering. Adriana merasa heran, apa mungkin Tegar kembali lagi? Atau tamu lain?


Selama ini yang tahu rumah Adriana di Bandung hanyalah Tegar dan keluarga ibu Aida. Lalu kalau bukan Tegar siapa yang datang?


••••

__ADS_1


Klik like and comment ya 😉


__ADS_2