Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Menikmati malam minggu


__ADS_3

Di akhir aktivitas bercintanya Tegar selalu menutup dengan ciuman lembut penuh kasih untuk sang istri, lalu mereka tak segan membahas aktivitas ranjangnya hanya untuk mengingat momen momen panas mereka yang sangat mengesankan bagi keduanya.


"Sayang hot banget sih tadi."


Bisikkan Tegar begitu menggoda di telinga Rana dengan posisi berbaring saling berhadapan dengan penutup selimut. Sebenarnya mereka masih dalam kondisi telanjang tanpa sehelai baju, kecuali selimut yang menutupi tubuh keduanya.


Tegar masih mengingat posisi bercintanya saat Adriana duduk di pangkuan Tegar dengan ciuman yang tak terlepaskan, dan tubuh Adriana terasa sangat pas untuk Tegar, karena Tegar selalu menyukai tubuh mungil Adriana.


"Kamu apa lagi mas, kaya gak ada capek capeknya hampir tiap hari minta jatah."


Pernyataan Rana cukup membuat Tegar terkekeh mendengarnya. Memang harus Tegar akui semalam saja tidak pernah ia lewatkan untuk bercinta dengan Rana.


"Tubuh kamu selalu menggodaku sayang. Apa lagi kalau di rumah liat kamu ga pake hijab, rasanya semakin menggoda saja."


Rana langsung mencubit lengan Tegar.


"Mesum!"


Umpat Adriana.


Tatapan Tegar memang terlihat begitu nakal pada istrinya.


"Biarin mesum sama istri sendiri."


Tegar semakin menggoda Adriana.


"Tahu gak sayang, akhir akhir ini sejak mas nikah jadi gak betah di kantor. Pengennya cepet pulang, cepet ketemu kamu."


Tegar mencubit hidung mancung milik Rana setelah mengungkapkan perasaan bahagianya. Tegar seperti mempunyai kesayangan baru di rumahnya, dan membuat Tegar ingin cepat pulang dari kantor.

__ADS_1


"Seru kali ya mas kalau Rana hamil."


Tiba tiba Adriana membahas soal kehamilan walau sebenarnya Tegar tidak ingin membahasnya, Tegar mampu mengerti kalau itu hanya akan membuat Rana merasa sedih dengan kondisi rahimnya yang belum sembuh total pasca keguguran satu tahun yang lalu.


"Iya sayang, mas juga berharap kita bisa segera mendapatkan momongan, tapi mas justru menikmati masa masa ini sayang. Masa dimana kita bisa menikmati hubungan kita seperti layaknya pengantin baru, dan jangan terlalu dibebani dengan hadirnya seorang anak di rumah tangga kita. Biarkan alurnya berjalan mengalir sesuai rencana Tuhan."


Tegar selalu berusaha mendamaikan pikiran yang membebani Rana dengan semua kalimat kalimat yang dapat menguatkan Rana.


"Walau kita lama buat punya anak mas?"


Adriana masih tidak yakin kalau usahanya untuk memiliki buah hati akan berhasil. Walau dokter Chandra tidak memvonis dirinya mandul, namun cukup membuat kepercayaan dirinya hilang jika membahas tentang keturunan.


"Jangan mendahului ketetapan Allah sayang."


Tegar mencoba mengingatkan Rana.


"Iya, makanya jangan bilang seperti itu lagi ya. Karena yang terpenting saat ini adalah kita sama sama berusaha dan berdoa untuk mendapatkannya."


Kedewasaan Tegar memang sudah tak diragukan lagi dalam membimbing Rana.


"Mending sekarang kita mandi dulu terus makan, dan satu lagi mas pengen liat kamu nyobain piano yang mas belikan spesial untuk kamu Rana."


Pinta Tegar pada Rana.


Malam ini malam minggu, Tegar ingin menghabiskan malamnya bersama Adriana, karena besok adalah hari libur. Tegar ingin menikmati momen bersama Rana, walau hanya di rumah saja, rasanya terasa lebih dari cukup bagi Tegar untuk merasakan kebahagiaan yang sulit ia ungkapkan.


•••


Adriana memainkan jemarinya yang begitu pandai menari nari di atas papan piano, ia memainkan sebuah lagu yang sudah di request oleh Tegar. Kali ini bukan Rana yang menyanyi, justru Tegarlah yang meminta Rana untuk mengiringi lagu yang akan Tegar nyanyikan.

__ADS_1


Lagu milik Andra The backbone_Sempurna sukses dinyanyikan oleh Tegar dengan diiringi gitar melody yang Tegar mainkan.


Adriana tak pernah menyangka bahwa suaminya memiliki bakat yang tak pernah ia ketahui. Pantas saja selama ini Tegar mengaku sebagai fans Rana sejak di awal bertemu, ternyata mereka memiliki selera musik yang sama dan hobi yang sama.


"Giliran kamu sayang nyanyiin mas pake alunan bullet piano ala kamu."


Tegar meminta Rana untuk bernyanyi solo yang akan Tegar abadikan dalam sebuah rekaman video.


Sesaat Adriana memejamkan matanya memilih lagu yang pas untuk menikmati momen malam minggunya bersama Tegar. Adriana sengaja mengambil nada lagu yang direndahkan menjadi versi akustik milik Adriana.


*Dalam sepi engkau datang...


beriku kekuatan tuk bertahan


kau percaya aku ada kau yang kau yang aku inginkan selamanya...


kau adalah hatiku


kau belahan jiwaku


seperti itu ku mencintamu sampai... mati...


(Utopia_mencintaimu sampai mati*)


Lagu yang sukses membuat Tegar tersenyum senyum dibalik kamera yang sedang merekam alunan musik. Kemudian Tegar bertepuk tangan bangga akan istrinya, lalu Tegar langsung menghampiri Rana dan diciumnya puncak kepala Rana sebagai ungkapan bahagia. Cinta Tegar terlalu besar untuk Rana, dan hanya untuk Rana seorang.


••••


Klik like ya 😉

__ADS_1


__ADS_2