Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Panggilan papah mamah


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati sepasang suami istri muda yang tengah bahagia menunggu kelahiran sang buah hati. Walau masih butuh waktu delapan bulan lagi, rasa bahagia itu begitu terasa menyelimuti hati keduanya.


Adriana sudah pulang dari rumah sakit, namun Devin masih belum mengizinkan istrinya untuk berangkat kerja dengan alasan harus menjaga kesehatan kandungannya.


Devin sudah meminta masa cuti pada Adriana sekitar tiga hari setelah dirawat di rumah sakit, namun wanita yang tetap semangat akan karirnya itu hanya meminta cuti satu hari saja pada Vian sepulang dari rumah sakit.


"Sayang, papah berangkat dulu ya. Jagain mamah baik-baik."


Ucap Devin sambil mengelus perut Adriana yang masih terlihat rata, seolah mengajak anak dalam kandungan istrinya berbicara.


"Iya papah sayang."


Jawaban Adriana membuat Devin terkekeh sendiri.


"Jadi panggilan anak kita nanti papah mamah?"


Adriana memastikan keinginan Devin dengan panggilan tersebut.


"Iya sayang."


Jawab Devin singkat lalu,,, Cuppppp.


Devin mencium bibir mungil Adriana.


Kebiasaan kecil yang sering Devin lakukan sebelum berangkat ke kantor.


"Sayang jaga diri baik-baik di rumah, kunci semua pintu dan gerbang. Mas masih khawatir sebelum mbok yum datang ke rumah kita."


Mbok yum adalah asisten rumah tangga yang sudah Devin janjikan pada ibunya. Selama masa hamil Adriana akan ditemani asisten rumah tangga untuk mengurangi beban pekerjaannya di rumah.

__ADS_1


"Iya sayang. Ya sudah mas berangkat sana, udah siang."


Adriana merapikan dasi suaminya kembali, mengambilkan tas laptop sang suami, lalu mencium tangan suaminya seperti biasa.


Dengan hati penuh semangat Devin berangkat menuju kantor. Walau hati kecilnya masih sedikit tidak rela meninggalkan Adriana di rumah sendirian.


•••


Suasana Pratama Group begitu ramai dengan kesibukan masing-masing karyawan, tak terkecuali dengan Devin yang mulai mengejar beberapa projek yang sempat tertinggal. Akhir-akhir ini Devin terlalu fokus pada kehamilan sang istri, sehingga beban pekerjaan sedikit terbengkalai.


Tok tok. . .


Terdengar ketukan pintu di ruangan Devin.


"Masuk."


Sahut Devin singkat.


Sejak Devin menikah dengan Adriana perusahaan Pratama Group sepenuhnya menjadi tanggung jawab Devin. Hans sudah mempercayakan pada putranya sepenuhnya, karena Hans sudah ingin menikmati masa tua nya di rumah saja. Hanya sesekali saja Hans datang memantau perkembangan Pratama Group.


"Ini dokumen perjanjian dengan beberapa suplier property baru yang mau bergabung dengan perusahaan kita pak."


Lina menjelaskan isi dokumen yang sesaat Devin baca, lalu dengan mantap Devin menekankan pena untuk tandatangan di atas dokumen tersebut.


"Oke Lin."


"Terimakasih pak Devin."


Ujar Lina yang langsung beranjak dari ruangan Devin. Pria itu hanya mengacungkan jempolnya pada Lina seolah mengatakan 'sip' setelah Lina mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


•••


Di rumah yang cukup luas Adriana merasa suntuk tanpa aktivitas. Biasanya di jam-jam kerjanya sudah sibuk dengan banyak aktivitas, namun hari ini terasa berbeda.


Berdiam diri di depan tv membuat Adriana sangat merasa bosan. Sesekali ia mengirimkan pesan whatsapp kepada suaminya untuk menghilangkan rasa bosan.


:: Di rumah gak ada kamu rasanya hambar banget sayang.


😔 ::


Pesan tersebut Adriana kirimkan ke whatsapp Devin dan masih belum dibaca oleh Devin.


Adriana memutuskan untuk membuatkan menu makan siang kesukaan Devin. Ia akan mengantarkan makan siang ke kantor suaminya. Sudah lama juga Adriana tidak berkunjung ke kantor Devin.


Dengan penuh semangat Adriana memasak sambal goreng daging yang pedasnya luar biasa. Entah kenapa Adriana selalu suka melihat ekspresi suaminya yang sedang melahap makan makanan pedas.


•••


Devin tersenyum sendirian saat membaca pesan whatssap dari Adriana. Kemudian matanya menatap foto Adriana yang sudah lama ia pasang di meja kerjanya.


Senyum Adriana merekah dibalik foto tersebut, sengaja Devin pasang untuk membuat semangat Devin kembali saat menjalani rutinitas pekerjaannya.


Tiba-tiba pintu ruangan Devin terbuka, membuat sang pemilik ruangan berdecak heran menampakkan sosok wanita bak model berdiri tepat di pintu masuk yang berjarak sekitar empat meter dari meja kerja Devin.


Mata Devin seperti tidak percaya akan kedatangan wanita tersebut. Rasanya jantung Devin seperti mau meledak setelah pintu ruangannya terbuka, lalu menampilkan wanita cantik dengan lekuk tubuh yang nyaris sempurna.


••••


Siapa ya yang datang hayo. . . ?

__ADS_1


😉


__ADS_2