Takdir Kedua Adriana

Takdir Kedua Adriana
Itu bukan cinta


__ADS_3

Langkab Adriana berkeliling mengecek perubahan desain interior yang tengah digarap oleh beberapa mandor tukang dari vendor kepercayaan suaminya. Matanya melihat lihat progres pembangunan agar terlihat sama persis dengan sketsa desain yang Adriana inginkan.


"Ibu Adriana permisi, di lantai bawah ada tamu yang sudah menunggu ibu."


Salah satu karyawan hotel memberitahukan bahwa seseorang telah menunggu dirinya.


"Siapa ya Yan?"


Karyawannya bernama Ryan yang bertugas melayani tamu tamu hotel.


"Dia gak bilang bu siapa siapanya, yang jelas teman lama ibu Adriana, bilangnya begitu."


Adriana merasa aneh akan kedatangan tamu misterius tersebut.


"Cewek apa cowok Yan?"


"Cewek bu, cantik pula."


Ryan langsung menjawab pertanyaan atasannya.


"Ya sudah antarkan saja ke ruangan saya tamunya Yan."


Ryan menjawab dengan anggukan kepala, kemudian berlalu dari hadapan Adriana, begitupun dengan Adriana yang segera menuju lift untuk kembali ke ruangannya menemui tamu tersebut.


Tok tok tok...


terdengar ketukan pintu di ruangan Adriana

__ADS_1


"Masuk."


Pintu pun terbuka, menampilkan Ryan dengan seorang wanita cantik nan modis dengan tubuh yang sedikit kurus, jika dibandingkan saat terakhir Adriana bertemu dengan wanita tersebut.


"Jesi. . ."


Adriana tak pernah mengira kalau Jesi akan datang kembali dalam kehidupannya, tapi untuk apa Jesi datang menemuinya? Bukankah Adriana dengan Devin sudah tidak ada hubungan lagi? Harus Adriana akui, luka yang dulu seperti terkoyak lagi, seakan mengingatkan masa masa dimana Jesi berhasil merenggut kebahagiaannya bersama Devin.


"Duduk Jes. . "


Adriana mencoba menguatkan hatinya menawarkan Jesi untuk duduk bersama di sofa ruangan.


Melihat Jesi yang masih canggung dan terdiam membuat Adriana merasa aneh, tak biasanya tatapan dan bahasa tubuh Jesi melemah seperti ini.


Kemana Jesi yang dulu Jesi yang penuh dengan aura keangkuhan?


"Ada apa Jes mencariku?"


"Adriana maafkan semua kesalahanku di masa lalu."


Jesi tertunduk di hadapan Adriana seperti kehilangan muka untuk menatap wajah Adriana.


"Atas dasar apa kamu meminta maaf padaku?"


Adriana masih menyelidiki maksud Jesi yang menurutnya tidak akan mungkin Jesi datang meminta maaf tanpa alasan tertentu.


"Aku tahu kamu pasti akan sulit memaafkan aku setelah rumah tanggamu hancur dengan Devin karena ulahku, dan kini aku sedang menuai karmanya. Setelah kepergian Rania hidupku hancur, Devin menceraikanku, bahkan Devin membenciku, sangat membenciku. Aku datang kesini memang bukan sekedar untuk meminta maaf saja Adriana, aku ingin kamu bersatu kembali bersama Devin."

__ADS_1


Jesi memang berniat untuk menyatukan kembali Adriana dengan Devin, sementara Jesi tidak mengetahui kalau Adriana sudah menjalin pernikahan bersama Tegar.


"Jesi.. Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu di masa lalu, begitupun dengan kesalahan Devin yang sudah Devin perbuat padaku, tapi satu hal yang perlu kamu tahu. Memaafkan bukan berarti menerima kembali, dan bukan berarti membiarkan Devin bergerak bebas memasuki kehidupan ku lagi."


"Tapi Adriana Devin masih sangat mencintaimu."


Jesi langsung memotong kalimat yang Adriana utarakan.


"Itu bukan cinta Jesi, itu hanya bentuk perasaan bersalah Devin padaku. Bahagialah kalian bersama pernikahan kalian yang dulu, perbaiki apa yang harus diperbaiki. Aku tidak sanggup lagi untuk melihat wajahmu di hadapanku Jes, rasanya itu seperti mengusik luka lama."


Jesi terdiam sesaat mendengar penjelasan Adriana.


"Lagipula saat ini aku sudah bersanding dengan mas Tegar yang selalu ada untukku. Kami sudah menikah tiga bulan yang lalu."


Degggggg


Harapan Jesi sirna setelah mendengar pengakuan Adriana yang sudah menikah dengan Tegar.


"Rencana Tuhan ternyata maha indah ketika kita kehilangan seseorang, bukan berarti Tuhan mengambilnya dari kita, hanya saja Tuhan sedang memaksa kita untuk membuka tangan kita untuk menerima yang lebih baik. Mas Tegar adalah laki laki terbaik yang aku kenal, so buang jauh jauh niatanmu untuk mempersatukan kembali aku dengan Devin."


Tuhan memang maha adil, setelah sekian banyak luka yang dialami Adriana justru digantikan dengan laki laki yang lebih dari segalanya dibanding Devin.


"Aku akui aku salah dan aku tersiksa akan ulahku sendiri Adriana. Hidupku kini berantakan, Rania meninggal dan bisnis papahku hancur. Kamu tahu orang tua Devin kan? Sudah dipastikan tidak akan mau menerima aku. Jangankan orang tuanya bahkan Devin pun tidak sudi lagi melihatku. Kalaupun Devin aku paksa kembali padaku, pasti kehidupan kita tidak akan berada dalam taraf ekonomi yang stabil, karena Hans akan menghapus nama Devin dari daftar warisannya."


Adriana tersenyum getir mendengar penjelasan Jesi yang hidupnya semakin mengenaskan, egonya mencari sesuatu yang lebih, namun kenyataannya justru berbanding terbalik dengan keinginannya.


"Pulanglah Jes aku tidak sanggup lagi melihat wajahmu. Semua kesalahan di msa lalu sudah termaafkan."

__ADS_1


••••


Klik like ya 😉


__ADS_2