
Tiba saatnya di acara pernikahan Adriana yang dilangsungkan di kediaman Adriana di Bandung. Acara pernikahan Rana dan Tegar begitu tertutup, tidak dibuka untuk umum. Hanya beberapa kerabat dekat saja yang hadir.
Walau acaranya sederhana, Adriana tetap tampak begitu cantik dengan kebaya putih yang Adriana kenakan, membuat Tegar terpesona memandangnya.
Jantung Tegar berdegub kencang merasakan debaran hebat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Gilang dengan setia mendampingi mempelai pria untuk mengucap ijab qobul yang sebentar lagi dilaksanakan. Sementara Rana tertunduk anggun menahan mahkota dan untaian bunga melati di kepalanya yang menghias hijab yang begitu pas dengan bentuk wajah Rana.
Mengingat bahwa Adriana dengan Tegar yang sama sama sudah tidak memiliki orang tua membuat hati mereka merasakan kesedihan yang luar biasa di sela sela kebahagiaan yang sedang mereka rasakan. Begitu pun dengan Gilang yang tiba tiba hatinya teringat akan papah dan mamahnya, andai saja mereka masih hidup pasti mereka akan sama bahagianya melihat jagoannya mengucapkan janji suci untuk wanita yang benar benar Tegar cintai.
Dengan lantang Tegar mengucap ijab qobul yang hanya berlangsung sekitar lima menit, lalu doa pun dipanjatkannya pada sang maha kuasa.
Ya Allah. . .
Terimakasih atas apa yang telah Engkau takdirkan untuk hamba
Jadikan rumah tangga kami jalan untuk menuju syurga Mu ya Rabb
Janjiku pada Mu akan ku jaga wanita di sampingku ini sampai akhir hayat ku
Jangan Engkau biarkan hamba menjadi seorang hamba yang ingkar pada Mu..
Tegar bukan hanya berjanji di hadapan penghulu dan saksi saja, tapi ia berjanji pada dirinya dan juga Tuhannya untuk mempertahankan rumah tangganya. Apapun yang terjadi sampai maut menjemput selamanya Tegar akan tetap bersama dengan Adriana.
__ADS_1
Adriana meraih tangan kekar milik Tegar, kemudian diciumnya punggung tangan sang suami oleh Adriana. Tegar pun mencium kening Adriana dengan begitu lembut, menyiratkan rasa syukurnya pada sang maha kuasa dan rasa bahagia yang sulit ia ungkapkan dengan kata kata.
"Selamat ya bang."
Gilang menjabat tangan kakak kebanggaannya setelah acara sakral selesai.
"Thanks banget my brother. Abang beneran merasa menjadi laki laki paling bahagia sekarang."
Senyuman kebahagiaan tak pernah hilang dari wajah Tegar, begitupun dengan Adriana.
"Gilang, kamu sekarang punya kakak perempuan, cantik pula."
Tegar mengingatkan Gilang yang kadang hatinya pun merasakan cemburu pada Gilang, karena adiknya yang lebih dulu mengenal Adriana.
Dengan entengnya Gilang mengatakan ucapannya barusan, seakan tahu kalau abangnya mulai merasakan cemburu terhadap dirinya.
"Bang gue pamit ya, kantor cabang milik abang udah nunggu. Gue gak bisa lama lama, oh iya jangan lupa ceritain malam pertamanya ya."
Gilang begitu usil menggoda Tegar sebelum dia pamit kembali ke Jakarta. Tegar sudah mempercayakan Gilang sebagai manager di salah satu kantor cabang Prasta Corp. Selama Tegar cuti Gilang dipaksa menggantikan Tegar untuk sementara.
Semua tamu pun satu persatu pamit dari rumah Adriana, kini tinggal Adriana dan Tegar berdua di dalam rumah milik Rana.
"Mas aku udah gak betah mau mandi dulu."
__ADS_1
Baju kebaya pengantin yang Adriana kenakan cukup menyiksa, dan mahkota yang menempel di kepalanya terasa begitu berat.
"Sini mas bantu lepasin mahkota sama melatinya."
Tegar menawarkan bantuan untuk sang istri yang sedang kesulitan melepas beberapa jarum yang terpasang sebagai pengait mahkota di hijab Adriana.
Satu persatu jarum dan peniti Tegar lepaskan hingga menyisakan hijab yang belum ia buka.
"Mas pengen lihat kamu melepas hijabnya sayang."
Bisikkan Tegar begitu menggoda, sama persis seperti yang dilakukan Devin dulu. Adriana hanya pasrah menuruti permintaan Tegar yang memang sudah halal untuk menyentuhnya.
Pelan pelan Tegar membuka penutup kepala Adriana, dibukanya tali rambut Adriana yang membuat rambut panjang berwarna coklat tua natural tergerai. Tegar menganga terhipnotis oleh pesona Adriana
"Cantik."
Bisikan Tegar begitu menggoda di ceruk leher Adriana, membuat Adriana salah tingkah menutupi wajah cantiknya. Adriana segera berlari ke kamar mandi yang terletak di sudut kamar.
Tegar yang menyaksikan tingkah laku Adriana yang seperti anak kecil membuatnya menggeleng gelengkan kepalan. Senyum bahagia terukir dari sudut bibir Tegar saat menyaksikan tingkah istrinya yang menggemaskan.
••••
Klik like ya 😉
__ADS_1