
Masih sekitar pukul enam pagi Adriana Masih termangu di area parkir rumah sakit. Ingin sekali Adriana menepiskan tangisnya, menahan semua luka yang ia alami saat ini. Mau tidak mau Adriana harus menerima sebuah kenyataan pahit bahwa sang suami diam-diam telah menduakannya.
Niat Adriana kini mendatangi rumah Ricky untuk menuntut penjelasan pada sahabat suaminya. Menurut Adriana sangat tidak mungkin Ricky tidak tahu persoalan nikah sirih antara Devin dengan Jesi.
Sekitar setengah jam perjalanan Adriana menepikan mobilnya di halaman rumah Ricky. Adriana sudah tahu alamat rumah Ricky, karena sebelumnya Devin pernah mengajak Adriana berkunjung ke rumah sahabatnya.
Setelah Adriana menekan bell di samping pintu, sosok laki-laki tinggi berambut ikal itu keluar dengan penampilan yang masih kusut seperti bangun tidur. Waktu masih pukul setengah tujuh pagi, Adriana sudah tak sabar ingin menemui Ricky untuk meminta penjelasan lebih lanjut lagi.
Ricky terbelalak melihat Adriana yang datang pagi-pagi, tanpa Devin pula. Hati Ricky semakin curiga akan pernikahan sirih yang telah ia saksikan satu bulan yang lalu.
"Adriana, ayo masuk."
Ajak Ricky setelah tahu siapa yang mendatangi rumahnya.
Ricky mempersilahkan duduk istri sahabatnya, pintu rumah sengaja ia buka lebar agar tidak timbul fitnah, mengingat Ricky yang masih berstatus single dan tinggal di rumah sendirian.
"Beritahu aku, sejak kapan Devin menikahi Jesi?"
__ADS_1
Sudah tidak ada kata mas lagi untuk Devin dari mulut Adriana, wanita itu sudah merasa muak akan perilaku suaminya. Hati Adriana hancur berkeping-keping, masih terngiang jelas pernyataan resepsionis di rumah sakit.
Sesaat Ricky terdiam menghela nafasnya dalam. Apa yang ditakutkannya kini terjadi. Cepat atau lambat Adriana pasti akan menuntut penjelasan padanya.
"Aku sudah menasehati suamimu untuk tidak menikahi Jesi, tapi bukan Devin namanya kalau mau menuruti saranku. Devin pria yang sangat keras kepala Adriana."
Adriana masih terdiam tak berani membantah. Adriana mencoba memberikan kesempatan pada Ricky untuk menuturkan penjelasannya lebih lanjut.
"Aku sudah bilang pada Devin kalau bertanggung jawab akan perbuatan di masa lalunya boleh saja, tapi bukan berarti dengan menikahi Jesi juga. Cukup berikan perannya dia saja sebagai ayah, jangan bawa-bawa Jesi. Posisi Devin sudah punya kamu Adriana. Aku juga sudah berusaha menasehatinya, jangan membangun pernikahan di atas kebohongan, nyatanya cepat atau lambat kamu juga mengetahuinya."
Adriana menghela nafasnya dalam, memcoba mengumpulkan tenaganya untuk mampu berucap.
Ricky terbelalak akan penuturan Adriana. Walau nada bicaranya pelan maknanya sungguh menusuk hati. Itu artinya Adriana sedikitpun tidak akan menghadirkan atau memperkenalkan Devin dalam kehidupan anaknya kelak. Sikap yang sungguh berbeda dengan Jesi yang tidak tahu malu memanfaatkan anak haramnya sebagai senjata kelemahan Devin.
"Lalu keputusan apa yang akan kamu ambil Adriana?"
Ricky bertanya dengan menatap Adriana lekat.
__ADS_1
"Aku akan menceraikan Devin. Suka atau tidak, mau tidak mau aku harus pisah dengannya. Aku tak sanggup berbagi suami dengan wanita lain, bahkan aku merasa seperti orang ketiga dalam hubungan mereka. Cerita masa lalu mereka belum selesai dan biarkan aku yang menyelesaikannya."
Ricky benar-benar dibuat terpaku akan penuturan Adriana. Baru kali ini ia temukan wanita sekuat dan secerdas diri Adriana, membuat Ricky tak mampu berkata-kata untuk melakukan pembelaan terhadap Devin.
"Apa kamu yakin Adriana dengan keputusan kamu?"
Ricky masih berusaha meyakinkan keputusan Adriana.
"Insyaallah aku yakin. Sudah tidak ada yang harus dipertahankan antara aku dan Devin. Biarkan dia bahagia bersama keluarga kecilnya. Aku yakin rencana Tuhan maha indah, walau nanti aku harus berdamai diri dengan takdir menjadi seorang janda."
Air mata Adriana mulai mengalir deras di kata terakhir. Dalam pikirannya sudah tergambar jelas bahwa ia akan menjadi seorang janda yang tentunya akan mendapat hujatan sosial.
Terlintas dalam pikiran Adriana apa yang akan terjadi di lingkungan kerjanya jika semua karyawan laki-laki mengetahui kalau Adriana bercerai dan menjadi seorang janda.
Sungguh gambaran itu yang membuat Adriana menanngis tergugu di hadapan Ricky. Bukan tentang kehilangan suami yang ia cintai, bahkan kehilangan fasilitas yang Devin berikan untuknya, sama sekali bukan itu semua.
Penghianatan dan status sosialnya kelak yang benar-benar membuat batinnya semakin pedih, namun Adriana juga tidak ingin menjalani pernikahan yang dibangun di atas kebohongan. Adriana tidak ingin selamanya dibodohi oleh Devin.
__ADS_1
••••