
Saat risa sibuk dengan fikiran nya sendiri, sebuah notifikasi panggilan masuk ke HP nya. segera dia meraih handphone yang berada di atas meja itu dan melihat nama kevin di sana.
Risa sejenak ragu untuk mengangkat telvon itu atau mengabaikannya.
"Halo Assalamu'alaikum" Risa pada akhirnya memilih untuk mengangkat pangggilan itu.
" Waalaikumsalam, kamu belum tidur kan ris? " Tanya kevin.
" Belum, hmm ada apa ya kok malam-malam begini telvon. atau kinar lagi rewel lagi ya? "
" Tidak ris, aku ganggu istirahat kamu ya? "
"Nggak sih, aku juga belum bisa tidur kok. ada apa"
" Begini, besok malam kamu ada acara gak?"
" Gak ada kayaknya kenapa? "
" Aku mau ngajak kamu makan di luar sama kinar dan mama papa saya. apakah kamu bisa ris" pinta kevin.
" Apa....?? makan malam..?? sama mama papa kamu? " Risa terlihat syok dengan ucapan kevin.
" Iya ris, mama sama papa pengen kenal sama kamu karena tiap hari kinar selalu membicarakan kamu. makanya mereka juga pengen tau kamu. kalau kamu keberatan gak papa kok, nanti biar saya yang bilang sama mama papaku"
" Nggak bukan begitu, baiklah aku bersedia. kita makan malam di mana?
" Di rumah saya saja, sepulang dari kantor aku jemput kamu di rumah"
" Hemmm baiklah kalau begitu"
Esok harinya Sepulang dari kantor, risa langsung menuju ke rumah dan bersiap-siap sebelum di jemput oleh kevin. Dia memilih memakai dress selutut berwarna peach dengan rambut di gerai dan memoles wajahnya tipis memberikan kesan natural namun tetap terlihat menawan.
" Yang mau makan malam sama calon mertua cantik amat nih."
Risa menoleh ke arah sang mama yang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Calon mertua apa sih ma, kan risa gak ada hubungan apa-apa sama kevin" Sanggah risa. memang benar selama ini kevin tak pernah sekalipun mengakui kalau dia menyukai risa.
Risa juga tak mau terlalu berharap lebih pada kevin karena diapun sadar diri tak sebanding dengan kevin.
__ADS_1
"Gak ada hubungan kok di ajak makan malam, mau di kenalin sama orang tuanya lagi"
" Kan emang kevin gak pernah bilang kalau dia suka sama risa ma. Risa juga gak mau terlalu keGRan sama dia"
" mungkin kevin itu tipikal orang yang ngungkapin dengan kata-kata, tapi langsung di tunjukin dengan perbuatan"
Tiin... Tiin..
Mobil kevin sudah sampai di depan pintu. Risa dan kevin pun berpamitan pada mama Sinta dan berangkat menuju kediaman kevin.
Sementara di rumah kevin, Kinar sejak tadi sudah menunggu kedatangan risa dengan gembira. kedua oma opa nya juga terlihat sangat bahagia melihat keceriaan di wajah cucu mereka satu-satunya.
Mungkin memang risa adalah hadiah dari Tuhan untuk mengisi kekosongan di hati kevin dan kinar. Selama ini sudah banyak perempuan yang coba dia kenalkan pada kevin dan kinar, mulai dari anak teman arisannya sampai anak dari kolega bisnis suaminya. tapi tak ada satupun yang menarik perhatian mereka.
Terdengar suara mobil di depan menandakan kehadiran kevin dan risa. Kinar berlari membuka pintu dan berlari memeluk risa. Risa juga menyambut pelukan Kinar dengan ciuman di pipi gadis mungil itu.
" Udah dateng ya? Ayo masuk dulu ke dalem" mama Ratna menyambut uluran tangan risa dan mengajak nya masuk ke dalam.
" Duduk dulu ris"
" Terima kasih tante om" balas risa lalu duduk di sofa dengan Kinar di pangkuannya, seakan tak mau jauh dari risa.
Semua keluarga menyambut risa dengan hangat sehingga dapat menghilangkan kegugupan risa yang bertemu untuk pertama kalinya dan keluarga bosnya itu. terutama ayah kevin yang dulu menjadi pimpinannya sebelum pensiun dan di gantikan kevin.
"Iya ma, dia juga salah satu karyawan yang berprestasi di kantor. papa sering dengar pak Tirto menyebutkan risa saat rapat pimpinan" papa Raka berkata sambil tersenyum ramah.
"Ooh ya pa? waah anak kita gak salah pilih dong kalau begitu iya kan vin? "
"Uhuuukk.. " Kevin menyemburkan minumannya mendengar pertanyaan dari sang mama.
" Hati-hati dong vin, gitu aja udah salah tingkah kamu" mama ratna semakin menggoda kevin yang terlihat malu itu.
" mama ngomong apa sih" sanggah kevin.
Risa yang di sebelah kevin langsung reflek memberikan tisu untuk kevin.
" Aduuh sweet banget sih kalian. gak usah lama-lama dong, segera cari hari yang baik untuk mama sama papa bertemu dengan orang tua risa."
Kevin dan risa saling pandang mendengar permintaan mama Ratna itu.
__ADS_1
" Ma, kevin sama risa belum berhubungan sejauh itu" ucap kevin.
" Gak usah pake pacar-pacaran segala kamu vin kayak abg aja. Risa kan cantik, mama gak mau ya di tikung sama orang duluan"
" Gimana ris, kamu mau kan sama anak tante ini? emang sih dia terlihat lempeng gitu orangnya. tapi dia romantis banget kok kalau sama pasangan" mama ratna terlihat mempromosikan putranya itu.
" Tante bisa aja, saya kan cuma karyawan biasa. mana pantes bersanding dengan anak tante. pasti banyak yang mau dengan kevin dan yang pasti lebih sebanding dengan keluarga tante" ucap risa dengan tertunduk.
" Mama gak pernah permasalahin soal kasta ataupun status sosial ris, yang paling penting bisa membuat anak dan cucu tante ini bahagia. dan kamu lihat sendiri kan betapa bahagianya mereka saat ada kamu"
Risa hanya tersenyum mendengar ucapan mama Ratna. meskipun mereka dari keluarga terpandang, tapi tak sekalipun terlihat kesombongan di sifat mereka. mereka sangat baik dan begitu menghargai risa yang natabene adalah seorang karyawan mereka.
Tak terasa hari sudah mulai larut, risa harus undur diri karena besok masih harus beraktifitas seperti biasa.
Kinar terlihat rewel karena tak mau di tinggal oleh risa. akhirnya risa menemani kinar di kamarnya sampai dia tertidur baru dia berpamitan pulang.
" Hati-hati di jalan ya ris, sering-sering aja main ke sini. nanti kita pergi jalan-jalan sama kinar bertiga".
" Iya tante makasih, risa permisi dulu ya om tante" setelah mencium tangan kedua orang tua kevin, risa pun pulang.
Selama di dalam mobil hanya ada keheningan di antara mereka. mungkin mereka masih canggung satu sama lainnya setelah kejadian di rumah tadi.
Tiba-tiba, kevin menepikan mobil dan berhenti. Risa pun bingung kenapa kevin memberhentikan mobil padahal rumahnya masih jauh.
" Ris, untuk hal mama bicarakan tadi bagaimana menurutmu? " tanya kevin.
"Yang mana vin? " Risa balik bertanya.
" yang mama Minta bertemu dengan keluarga kamu untuk membicarakan hubungan kita? "
" Tapi kan kita gak ada hubungan apa-apa vin? "
" Iya saya tau. mungkin kamu berfikir ini terlalu cepat, tapi bisa kah kamu memberi saya kesempatan untuk lebih mengenal kamu? saya berniat serius ingin meminang kamu ris. "
Risa hanya diam seribu bahasa mendengar pengakuan dari kevin. kaget? iya pastinya, bosnya yang terkenal dingin dengan perempuan di kantor itu baru saja memintanya untuk menjadi pendampingnya. Risa tak tau harus berkata apa, bahagia? sudah pasti. karena tanpa sadar risa juga mulai tertarik dengan kevin.
" Bagaimana ris? apa kamu bersedia? " ulang kevin lagi.
Risa menatap mata kevin lekat, tak ia temukan kebohongan di sana. pada akhirnya risa pun menganggukkan kepala tertanda setuju dengan lamaran kevin.
__ADS_1
"Terima kasih ris"
Kevin terlihat begitu bahagia, dia memegang tangan risa dan menciumnya. begitupun dengan risa yang juga merasakan bahagia di hatinya.