
Di kediaman risa, semua tampak sibuk menyiapkan makanan untuk keluarga kevin. kakak risa dan istrinya serta buah hati mereka pun sudah ada di rumah sejak kemarin.
"Gimana ris, ada kabar nak kevin belum sudah sampai mana?" Tanya mama Sinta pada risa yang sedang di rias di kamarnya.
" Ini udah di jalan ma, mungkin setengah jam lagi sampai. apa semua sudah siap? "
" Sudah, kalau begitu ibu suruh kakakmu untuk ke rumah pak rt dulu buat dateng ke sini ya"
Mama Sinta segera berlalu keluar dan memanggil ilham putra sulungnya untuk ke rumah pak RT.
Dan benar saja setengah jam kemudian keluarga kevin pun tiba di rumah risa.
Mama Sinta dan ilham beserta indah istri ilham pun menyambut kedatangan keluarga kevin dan mempersilahkan keluarga kevin untuk masuk.
Setelah saling memperkenalkan keluarga masing-masing, papa Arya pun mulai berbicara ke inti acara.
"Begini bu Sinta, nak ilham, maksud kedatangan kami sekeluarga ke sini adalah untuk meminta Risa putri bu santi untuk menjadi istri dari anak kami kevin. sekiranya bu Sinta sekeluarga untuk menerima pinangan kami ini" ucap papa raka.
"Alhamdulillah pak raka dan sekeluarga bisa hadir ke kediaman kami ini untuk niat yang baik meminang putri tercinta saya risa. semua keputusan ada di tangan risa, saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan saja" jawab mama Sinta.
"kalau begitu, bisa panggilkan nak risa kemari bu? " pinta papa raka.
"Iya pasti boleh pak sebentar, indah, tolong panggilkan adikmu ke sini" ucap mama Sinta pada menantu sulung nya.
"Baik ma" Indah pun segera berlalu menuju kamar risa untuk membawanya keluar.
Beberapa saat kemudian, tampak risa datang. kevin tampak terpesona melihat risa yang di rias cantik dengan kebaya modern berwarna merah maroon itu.
Mama Ratna menyenggol lengan putranya yang masih terpukau dengan kecantikan sangat calon istri. risa yang melihat kejadian itu pun tersenyum malu.
"Nah ini pak risa nya sudah ada, gimana ris, apakah kamu bersedia di pinang nak kevin menjadi istrinya? " tanya mama Sinta sambil menatap putrinya yang duduk di sampingnya.
Kevin tampak sedikit grogi menunggu jawaban risa. meskipun ini bukan pertama kalinya Dia melamar seorang gadis, tapi tetap saja dia merasakan gugup.
"InsyaAllah ma, om, tante, risa menerima pinangan kevin untuk menjadi istrinya" jawab risa dengan keyakinan penuh.
"Alhamdulillah" jawab semua yang ada.
mama Ratna pun memangkan cincin ke jari manis risa begitupun mama Sinta yang memasangkan cincin di jari kevin.
Setelah selesai acara mereka pun berpamitan untuk pulang karena kevin harus berangkat ke Bali untuk urusan kerjaan.
kinar memeluk risa dan membisikkan sesuatu di telinga risa yang membuat semua keluarga kevin terharu dengan kedekatan kinar dan risa.
Di kamar, risa yang lelah sudah membaringkan tubuhnya di kasur. dia melihat cincin yang melingkar di jarinya. sekarang dia sudah memiliki seseorang yang akan menjaga dan membahagiakan nya seumur hidup.
Tiba-tiba dia teringat dengan bisikan kinar tadi.
__ADS_1
"Tante, bolehkah aku panggil tante dengan sebutan mama sekarang? " ucap bocah kecil itu di telinga risa dan di angguki olehnya sebagai tanda setuju.
Ternyata takdir Tuhan begitu indah, dia yang berpacaran dengan Toni bertahun-tahun tapi tak bisa sampai ke pelaminan. sedangkan kevin yang tanpa sengaja bertemu beberapa bulan yang lalu itu bisa menjadi jodohnya.
Tiing...
Sebuah notifikasi di HP risa berbunyi dengan nama kevin di sana.
📩 sayang sudah tidur belum?
Membaca kata sayang di pesan kevin mampu membuat pipi risa merah.
📩 Belum mas, ini baru mau tidur.
📩 Tadi kamu cantik banget.
📩 Ooh jadi biasanya aku gak cantik?
📩 kamu setiap hari selalu cantik di mataku, tapi malam ini kamu terlihat lebih cantik.
📩 Terima kasih mas pujiannya. besok kamu berangkat jam berapa?
📩 besok pagi jam 08.00 sayang.
📩Yaudah sekarang istirahat ya mas biar besok tidak kesiangan.
📩 Iya calon istriku, goodnight❤❤❤
Setelah berkirim pesan dengan kevin, risa pun memejamkan matanya untuk tidur.
****
Pagi hari Risa sudah berada di teras bermain dengan kedua keponakannya Dimas yang berumur 6 tahun dan Sania 3 tahun, sementara mama dan kakak iparnya sedang menyiapkan masakan untuk mereka sarapan.
" tante, kapan kak kinar main ke sini lagi? " tanya Sania pada risa.
" hmmm tante gak tau sayang, mungkin minggu depan nunggu papanya kinar pulang dari bali" jawab risa sambil membelai rambut ikal Sania.
"Yaaah kenapa lama sekali tante, kalau gitu kita aja yang ke sana tante. Sania mau main sama kak kinar. Ayo tante kita ke rumah kak kinar" Rengek sania.
"Nanti tante tanyain dulu sama omanya kak kinar ya, kalau gak sibuk nanti kita main ke sana. " jawab risa mencoba menenangkan keponakannya itu.
Saat masih menenangkan keponakannya yang sedikit rewel, Tiba-tiba HP risa berbunyi. Panggilan masuk dari kevin. Tak menunggu lama risa pun langsung mengangkat nya.
📲 Halo assalamu'alaikum mas.
📲 waalaikumsalam ris.
__ADS_1
📲 Ada apa mas?
📲 Kamu hari ini ada acara gak ris?
📲 gak ada sih di rumah aja.
📲 kamu bisa ikut saya gak? ini kinar rewel minta ketemu sama kamu. jadi sekalian nanti anterin saya ke bandara. papa sama mama lagi mau ada acara soalnya.
📲 Ooh kebetulan kalau gitu, ini Sania juga dari tadi minta di ajakin main sama kinar.
📲 Yaudah kalau gitu, 1 jam lagi aku ke rumah kamu ya.
📲Iya mas, aku siap-siap dulu ya.
Setelah panggilan telpon di matikan, risa segera masuk ke dapur menemui mama dan kakak nya.
" ma, nanti risa mau nganterin kevin ke bandara" Izin risa.
" Ooh kevin jadi berangkat hari ini ke Bali nya? " tanya mama Sinta.
" Jadi ma, cuma 2 hari kok buat peresmian hotel aja. mbak Indah, tolong siapin anak-anak juga ya. mereka mau ikut main sama kinar katanya" pinta risa pada kakak iparnya itu.
" Iya ris, bentar lagi mbak mandiin mereka" jawab indah.
Mobil kevin sudah berhenti di depan rumah risa. kinar langsung turun dan berlari ke dalam untuk menemui risa dan keluarga nya.
Setelah berpamitan dengan mama dan kakak risa, mereka pun langsung menuju bandara karena takut ketinggalan pesawat jika terjebak macet.
**Di bandara.
"Kinar sayang gak boleh nakal ya, nurut sama tante risa" pesan kevin pada kinar yang berada di gendongan nya.
"oke pa, kinar bakal nurut kok sama tante risa. lagian kinar senang di rumah tante risa soalnya rame, gak kayak di rumah sepi" jawab kinar dengan semangat.
"Ris, aku nitip kinar ya. besok mama sama papa mungkin sudah pulang dari bandung, nanti biar mereka saja yang jemput kinar ke rumah kamu"
" iya mas gak papa, aku juga seneng kok kalau ada kinar di rumah. jadi makin rame deh" jawab risa sambil memperlihatkan senyum manisnya pada kevin.
" Aku masuk dulu ya, sebentar lagi pesawat nya take off. oh iya ini kunci mobilnya, biar di rumah kamu aja dulu mobilnya. siapa tau nanti kinar minta di ajak jalan-jalan" ucap kevin sambil memberikan kunci mobil pada risa.
Beberapa minggu yang lalu kevin memang meminta risa untuk belajar menyetir supaya kalau ada keadaan mendesak seperti sekarang gak perlu repot lagi buat nyari supir. rencananya kevin juga mau membelikan risa mobil tapi risa menolaknya karena di rasa terlalu mahal.
Kevin membuka dompet dan mengeluarkan kartu ATM dan menyerahkannya pada risa.
" Ini ada kartu di pegang dulu ya, nanti kalau kinar minta jajan aku gak perlu lagi transfer uang ke kamu"
" Kalau cuma buat jajan kinar aku juga masih sanggup kok mas, ini kamu pegang aja" tolak risa sambil mendorong tangan kevin.
__ADS_1
" Buat jaga-jaga aja ris, siapa tau butuh" jawab kevin sambil menaruh kartu itu di genggaman tangan risa.
"Yaudah ini aku simpan ya mas" Risa pada akhirnya mengalah karna tidak mau berdebat lagi dengan lelaki yang resmi menjadi tunangannya semalam itu.