
"Itu dia pak, yang tadi saya ceritakan. cepat pecat dia sekarang juga... "
*flashback on*
"Maaf Pak kevin saya sedikit terlambat, tadi saya di tabrak oleh karyawan di sini yang bernama risa. dia sengaja menumpahkan kopi di baju saya karena tak suka jika saya bekerja sama dengan perusahaan tempat dia bekerja" Adu feli begitu masuk ke ruangan kevin.
"Risa? risa yang mana ya?" tanya kevin memastikan.
"Pasti risa dari divisi marketing pak, siapa lagi yang suka bikin ulah di kantor ini selain dia" jawab rena cepat.
"Ada masalah apa sampai dia tidak suka anda bekerja sama dengan perusahaan saya? "
"karena dia gak Terima mantan pacarnya lebih memilih saya di bandingkan dia pak. makanya dia dendam sama saya dan berencana menggagalkan kontrak saya dengan bapak". jawab feli.
" Kenapa juga risa tidak Terima mantan pacarnya memilih kamu? "
"Dia masih berharap buat balikan sama pacar saya pak, tetapi pacar saya tidak mau karena tidak suka dengan sikap arogannya. makanya mantannya lebih memilih bersama saya timbang balikan dengan risa"
Jelas kevin tau pasti tidak seperti itu cerita aslinya, tapi dia memilih diam dan meminta bayu untuk memanggil risa kemari.
"Bayu, segera hubungi pak tirto untuk menyuruh risa ke ruangan saya segera"
"Baik pak" jawab bayu segera menekan tombol telpon untuk memanggil pak tirto.
Feli dan rena tersenyum senang karena merasa tujuan mereka untuk menyingkirkan risa telah berhasil.
**flashback off**
Ternyata di dalam sudah ada kevin, bayu, rena, feli dan juga asistennya. pantas saja tadi di depan dia tidak melihat keberadaan rena. Ternyata dia sudah berada di sini dan melihat risa dengan pandangan sinis.
" Iya Pak kevin, risa ini memang selalu saja membuat ulah. Dia sering berantem dengan karyawan yang lain pak" Imbuh rena dengan masih menatap tajam pada risa.
"Tu kan pak, bu rena juga sependapat sama saya. Dia itu bisa bikin nama perusahaan anda tercoreng dengan sikap kampungannya itu" kali ini feli yang berbicara.
__ADS_1
Mereka berdua terus saja sibuk menjelek-jelekkan risa di depan kevin. sekilas rena melihat raut wajah kevin yang terlihat kesal, dan berfikir bahwa rencananya untuk menyingkirkan risa akan berhasil karena kevin marah pada risa. senyum kemenangan sudah terpancar di wajahnya.
"Rena, sekarang kamu keluar dari ruangan saya" Teriak kevin lantang membuat dua orang itu langsung berhenti mengoceh. Rena yang mendengar itu terlihat tak suka dan ingin protes.
"Tapi pak saya.. "
"Apa kamu tidak mendengar perintah saya barusan rena? apa perlu saya ulangi lagi? " Sergah kevin memotong ucapan rena.
Akhirnya mau tak mau rena pun keluar ruangan dengan hati yang dongkol. Setelah rena keluar, kevin pun menyuruh risa untuk duduk.
"Ayo risa, silahkan duduk"
"Baik Pak" Risa segera berjalan ke arah sofa dan duduk di samping kevin. Feli juga mengikuti mereka dan kembali duduk di sofa depan kevin.
"Bagaimana dengan masalah risa pak? " tanya feli meminta kejelasan.
"Bagaimana apanya? kamu berharap saya percaya dengan ucapan anda di bandingkan dengan tunangan saya? " Ucap kevin mengagetkan feli.
"Risa adalah tunangan saya dan sebentar lagi akan menikah. jangan kira saya tak tahu tentang kisahnya dengan mantan pacaranya dan itu tidak seperti yang anda katakan tadi" suara bariton kevin yang mengatan risa adalah tunangannya mampu membuat feli terkejut.
"Ba.. bagaimana mungkin gadis kampungan ini bisa menmenjadi tunangan pak kevin yang seorang CEO di kantor besar ini?" Tanya feli masih tidak percaya.
"Lancang sekali anda mengatakan kalau tunangan saya adalah gadis kampungan" Gertak kevin murka mendengar penuturan feli.
"Bukan seperti itu maksud saya pak, tapi mana mungkin dia pantas mendampingi bapak yang se.. "
"tidak pantas? lalu gadis seperti apa yang pantas mendampingi saya menurut anda? " Belum selesai feli menyelesaikan kalimatnya, kevin sudah memotongnya karena sudah muak dengan perempuan di hadapannya yang selalu merendahkan tunangannya.
"Setidaknya yang penampilannya berkelas dan pantas jika di ajak ke pertemuan dengan klien anda pak" jelas feli.
"Apa yang salah dengan penampilan tunangan saya? saya tidak masalah dengan penampilan risa yang sopan. saya malah lebih malu jika membawa wanita seperti anda yang mengumbar aurat ke mana-mana"
"Sekarang juga anda keluar dari kantor saya dan jangan pernah menginjakkan kaki kemari" Usir kevin.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan kontrak kerja sama kita pak" Tanya feli panik.
"Kerja sama kita batal, saya tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak bisa menghargai calon istri saya. silahkan anda keluar sendiri atau perlu saya panggilkan security" suara kevin lantang.
Feli yang merasa malu pun berjalan keluar sambil melirik tajam ke arah risa, sementara risa yang di lihat hanya diam saja menyaksikan semuanya.
Feli keluar ruangan dengan muka masam dan marah, hingga dia di cegat oleh rena yang memang tidak mendengar percakapan mereka karena bayu sudah menyuruhnya mengantar dokumen agar tak mendengar pembicaraan tadi.
"Feli, bagaimana tadi dengan risa? apakah dia sudah di pecat" tanya rena.
"Apa maksud kamu ren? kamu sengaja tidak memberitahu ku siapa risa karena kamu tidak suka saya bekerja sama dengan perusahaan ini kan? " kata Feli murka.
"kamu bicara apa fel, aku gak ngerti" jawab rena karena dia memang tidak tahu menahu soal risa.
"Jangan belagak bego kamu ren, ooh atau jangan-jangan kamu sengaja mau menghancurkan reputasi saya karena sebenarnya kamu iri kan dengan kesuksesan saya sekarang atau kamu masih dendam karena dulu gebetan kamu malah nembak aku"
"Fel, kita kan temenan sudah lama. Lagian masalah gebetanku waktu sma aku juga udah lama ngelupain. aku juga yang merekomendasikan kamu untuk menjadi brand ambassador produk kami. bagaimana mungkin aku berusaha menjatuhkanmu. " jelas rena, tapi Feli yang sudah terlanjur marah tak menghiraukan penjelasan rena.
"Alah banyak alesan kamu, awas saja kalau sampai karirku hancur, aku bakal minta pertanggung jawaban darimu".Setelah puas mencaci maki rena, Feli pun berlalu meninggalkan rena yang masih emosi di tuduh seperti itu.
Sebenarnya Feli tau ini bukan sepenuhnya salah rena, tapi dia hanya butuh orang untuk melupakan emosinya dan kebetulan juga orang yang di temuinya adalah rena.
Sementara di ruang kevin, mereka berdua masih berbincang mengenai acara pernikahan yang s bentar lagi akan di laksanakan itu.
"Tadi pagi mami sudah menghubungi tim WO, nanti kamu tinggal tentuin mau tema yang seperti apa dengan mereka".
" kenapa cuma aku? kamu gak mau milih juga?". Tanya risa.
"Aku terserah dengan pilihanmu, apapun itu aku pasti menyukainya. Aku sudah tidak sabar untuk segera memilikimu seutuhnya" Goda kevin sambil mendekatkan wajahnya pada risa.
Risa yang di goda sudah memerah mukanya karena malu, dia pun beranjak berdiri dan berniat untuk meninggalkan ruangan kevin. Tapi saat baru akan berdiri, kevin menarik tangan risa hingga dia terjatuh di pelukan kevin.
Sementara di pintu ruangan ada sepasang mata yang melihat dan mengabadikan gambar mereka yang seperti sedang berpelukan.
__ADS_1