
" Kalian semua sudah bosan bekerja di Narendra Corporation. Kalian semua itu di gaji untuk bekerja, bukan untuk bergosip di sini" Terdengar suara lantang dari arah belakang mereka.
" maaf kan kami bu Dewi" Ucap mereka secara bersamaan.
Mereka tidak menyangka jika asisten pribadi nyonya Aretha akan mendengar pembicaraan mereka barusan.
" Kembali ke tempat kerja kalian masing-masing sekarang juga" perintah Dewi.
" Baik bu" jawab mereka serempak lalu berhamburan menuju meja kerja mereka masing-masing.
Sementara di ruang kerja eyang Aretha, Kevin dan Risa masih mengobrol dengan eyang nya membicarakan hal-hal yang tidak eyang ketahui. Risa bercerita tentang masa kecilnya hingga awal mulai pertemuan nya dengan Kevin. Eyang Aretha terlihat antusias mendengarkan cerita Risa dengan seksama.
" Terima kasih eyang, karena sudah mau membela Risa dan mas Kevin di depan om Alfin tadi" Ucap Risa dengan tulus.
" Sudah seharusnya eyang melakukan itu Ris, tidak ada seorang pun yang bisa menghina keluarga Narendra. Sekarang kamu adalah bagian penting dari Narendra, sudah sepatutnya semua orang tahu dan tidak ada lagi yang bisa semena-mena dan menghina kamu lagi" Jawab Eyang Aretha.
Risa memeluk eyang nya itu dengan erat, eyang Aretha juga menyambut pelukan Risa dengan hangat.
Cukup lama mereka berbincang hingga pintu ruangan itu di ketuk.
Tok... tok... tok...
" masuk " ucap Eyang.
Pintu terbuka dan Dewi masuk dengan seseorang di belakang nya.
" Semuanya sudah siap bu" Lapor Dewi.
" Bagus, cepat bawa ke sini dan biarkan Risa menandatangani nya" ucap Eyang Aretha.
Lalu pria yang datang bersama Dewi pun mendekat dan menyerahkan sebuah dokumen dan di letak kan tepat di depan Risa. Risa menatap eyang nya karena tidak mengerti maksud pria itu meletakkan nya di depan nya.
" Segera tanda tangani itu Risa" pinta Eyang.
" Apa ini Eyang? " tanya Risa heran.
" Itu adalah dokumen serah Terima perusahaan, mulai saat ini kamu lah yang akan memimpin perusahaan ini" Jelas Eyang.
Risa tampak terkejut mendengar penuturan Eyang Aretha, pasal nya dia tidak menyangka akan secepat ini Eyang menyerahkan perusahaan padanya.
" Apa tidak terlalu cepat Eyang? "
__ADS_1
" Lebih cepat lebih bagus Risa, jadi kamu bisa mulai belajar dari sekarang. Eyang sudah lelah dan ingin beristirahat dan menikmati masa tua dengan damai" kata Eyang.
Risa pun menatap Eyang dan Kevin secara bergantian, setelah melihat Kevin mengangguk dia pun menjadi yakin dan menandatangani dokumen itu.
" Selamat ibu Risa, sekarang anda adalah pemimpin Narendra Corporation yang baru" Ucap lelaki itu yang ternyata adalah seorang notaris sambil mengulurkan tangan nya pada Risa.
" Sama-sama Pak " jawab Risa menyambut uluran tangan dari nya.
Dewi juga tak ketinggalan memberikan selamat kepada Risa juga dengan senang hati.
" Selamat ibu Risa, mulai sekarang saya akan beralih menjadi asisten pribadi anda" Ucap Dewi.
" Sama-sama Bu... " Balas Risa.
" Panggil saya Dewi saja bu" ucap Dewi karena merasa Risa sedang bingung harus memanggil dia apa.
" Dan satu lagi wi, siapkan pesta penyambutan yang meriah untuk perkenalan Risa dan undang semua klien penting kita untuk datang. Dan segera publikasi kan tentang kerja sama kita dengan Dirgantara group" perintah Eyang pada Dewi.
" Baik bu, kalau begitu saya permisi" Dewi dan Notaris itu pun segera keluar.
" Apa nggak terlalu berlebihan Eyang jika mengadakan pesta untuk penyambutan Risa? " Tanya Risa.
" Semuanya tidak berlebihan Risa, acara itu juga akan memperkenalkan kamu kepada dunia bahwa kamu dan kakak mu adalah pewaris dari Narendra group yang sah" ucap Eyang dengan tersenyum.
" Tentu saja, apapun keputusan mu Eyang akan selalu mendukung" Ucap Eyang.
Setelah tidak ada lagi yang ingin di bahas, Risa dan Kevin pun berpamitan pulang karena hari sudah sore.
" Kami pulang dulu ya Eyang" pamit Risa.
" Kapan-kapan datang lah ke mansion Eyang dan menginap lah di sana. Eyang kesepian di rumah sebesar itu hanya seorang diri" ucap Eyang Aretha dengan wajah sedih.
" Iya Eyang, lain kali kami akan menginap di sana menemani Eyang" jawab Kevin.
" Jaga baik-baik cucu ku Vin, dan jangan pernah buat dia bersedih bahkan meneteskan air mata. Jika itu terjadi maka kamu akan berurusan dengan ku" Ancam Eyang Aretha.
" Baik Eyang, Kevin janji akan segenap hati menjaga dan membahagiakan Risa selamanya" Janji Kevin.
***
Di perjalanan pulang, telpon Kevin selalu berdering. Dia pun memutuskan untuk memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi lalu mengangkat telpon nya.
__ADS_1
📱 " Halo pi" Sapa Kevin pada papinya ketika panggilan telpon tersambung.
📲 " Vin, apa kamu sudah melihat berita hari ini? " Tanya Papi Arya dari seberang sana.
📱 " Berita apa pi? "
📲 " Narendra Corporation baru saja merilis berita bahwa mereka sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan kita" ucap papi Arya.
📱 " Ooh iya, Kevin barusan dari Narendra corporation. Ini Kevin baru di jalan mau pulang" Kevin menjelaskan pada papi nya.
📲 " Maksud kamu, kita sekarang sudah bekerja sama dengan Narendra corporation? papi nggak salah denger kan? " Papi Arya masih tidak percaya.
📱 " Iya pi, Kita sudah berhasil melewati masa krisis ini sekarang" ucap Kevin.
📲 " Tapi bagaimana bisa? Perusahaan Narendra adalah perusahaan besar dan papi yakin untuk bekerja sama dengan mereka tentunya tidak mudah".
📱 " Cerita nya panjang pi, nggak mungkin Kevin jelasin semuanya melalui telepon ".
📲 " Kalau begitu sekarang juga kamu ke sini, papi tunggu di rumah"
Kevin meletakkan ponselnya kembali dan mulai menyalakan mobilnya.
" Ada apa mas? " tanya Risa yang dari tadi hanya menyimak.
" Papi minta kita ke sana sekarang juga untuk menjelaskan bagaimana kita bisa mendapatkan kontrak dengan Narendra " jawab Kevin.
Risa hanya mengangguk kan kepalanya dan tidak berkomentar apa-apa lagi. Kevin segera melajukan mobilnya menuju kediaman papi dan maminya.
Setengah jam kemudian mobil yang di tumpangi Risa dan Kevin sudah memasuki pelataran rumah mewah milik sangat papi. Risa dan Kevin segera turun dan masuk ke dalam. Ternyata di dalam papi dan maminya sudah menunggu nya di ruang tamu.
" Gimana caranya Vin? " Tanya Papi Arya dengan tidak sabar.
" Biarin Kevin dan Risa duduk dulu pi" Ucap mami Ratna.
Kevin dan Risa pun segera duduk di kursi sofa depan mami Ratna dan papi Arya. Raut wajah Papi Arya terlihat jelas sedang penasaran.
" Gimana Vin? " Tanya papi Arya lagi sesaat setelah Kevin duduk.
" Papi dan mami pasti akan sangat terkejut mendengar berita yang akan Kevin sampaikan saat ini" ucap Kevin yang semakin membuat papi dan maminya penasaran.
" Cepetan ngomong Vin, jangan buat papi makin penasaran" Desak papi Arya.
__ADS_1
" Sebenarnya Risa adalah cucu dari pemilik Narendra Corporation " jelas Kevin.