
" Cepetan ngomong Vin, jangan buat papi makin penasaran" Desak papi Arya.
" Sebenarnya Risa adalah cucu dari pemilik Narendra Corporation " jelas Kevin.
Mami Ratna dan papi Arya diam sejenak sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak.
" Hahahaha.... Kamu bercanda Vin, mau ngeprank mami sama papi ya!??" Ucap papi Arya.
" Kevin nggak bohong pi, Kevin serius kalau Risa itu cucu dari pemilik Narendra corporation " jelas Kevin.
" Jadi kamu lagi nggak bercanda Vin? " tanya mami Ratna bergantian memandang Kevin dan Risa.
" Mana mungkin Kevin bercanda dengan hal semacam ini pi, kalau bukan karena Risa mana mungkin perusahaan kita bisa menjalin kerja sama dengan Narendra. Apalagi semua orang juga tahu kalau perusahaan kita sedang masa krisis" Ucap Kevin lagi dengan serius.
Papi dan mami Ratna masih terdiam mencerna semua yang Kevin katakan, tapi melihat raut wajah Kevin tidak ada kebohongan di setiap ucapan nya.
" Tapi bagaimana mungkin bisa Risa menjadi cucu pemilik Narendra corporation? " kata Papi Arya.
" Papi ingat dulu pernah mengajak Kevin datang ke sebuah acara dan di sana kita bertemu dengan pak Emeril dan putra nya yang bernama Bayu?. Saat itu Kevin tidak sengaja menabrak Pak Bayu saat keluar dari toilet. " Tanya Kevin.
Papi Arya tampak mengingat-ingat kejadian dulu, saat dia bertemu dengan Bayu yang tidak sengaja Kevin tabrak saat berada di depan toilet.
" Aah iya papi ingat, dia yang memuji kamu ganteng itu kan? " Papi Arya akhirnya mengingat.
" Dan asal papi tahu sebenarnya pak Bayu itu adalah ayah dari Risa" jelas Kevin.
Papi Arya mendelik kan mata mendengar penuturan Kevin yang begitu mengejutkan. Pasalnya orang yang dulu tidak sengaja dia temui ternyata sekarang menjadi besan nya.
" Pantas saja papi seperti tidak asing saat melihat foto ayah Risa di rumah nya dulu" ucap papi Arya.
" Tapi kenapa dulu kamu tidak berkata jujur pada kami Ris kalau papa kamu dari keluarga Narendra" kini giliran mami Ratna yang bertanya pada Risa.
" Ceritanya panjang mi, awalnya Risa juga tidak tahu karena papa dan mama hanya bilang jika keluarga papa berada di luar Jawa aja dan nggak pernah ngasih tahu tentang Narendra. Baru beberapa hari yang lalu mama bilang saat perusahaan mas Kevin sedang dalam masalah dan kebetulan Eyang juga baru datang ke indonesia " jelas Risa.
" Kenapa mama dan papa kamu menyembunyikan ini dari kamu? " Tanya mama Ratna lagi.
Risa pun mulai menceritakan semua nya seperti yang mama nya ceritakan pada nya mulai dari awal papa nya pergi meninggalkan rumah hingga pertemuan nya dengan Eyang nya kemarin. Papi Arya dan mami Ratna pun menyimak dengan seksama cerita dari Risa.
" Mami nggak nyangka Ris kalau kamu ternyata keturunan Sultan, nggak salah dulu mami nyuruh Kevin buat cepet nikahin kamu" Canda mami Ratna yang di sambut tawa oleh semua nya.
__ADS_1
" Risa aja masih nggak percaya sampai sekarang mi" Jawab Risa.
" Jadi besok kamu sudah mulai ke kantor Narendra? " Tanya papi Arya.
" Rencana nya sih gitu pi, Eyang minta Risa buat belajar memimpin perusahaan sekarang. Eyang udah mau pensiun katanya" jawab Risa.
karena hari sudah malam, Risa dan Kevin memutuskan untuk pulang ke rumah karena takut Kinar mencari. Kevin pun berpamitan pada orang tuanya dan segera meninggalkan kediaman papi dan mami nya.
Di sepanjang jalan Risa tertidur di dalam mobil karena terlalu lelah, hingga sampai di rumah pun dia masih belum juga membuka matanya. Kevin mengusap pelan pipi Risa hingga dia terbangun.
" Sayang bangun, kita sudah sampai rumah" Ucap Kevin dengan lembut.
" Hemmmm sudah sampai ya mas? " tanya Risa saat membuka matanya.
" Iya sayang, ayo turun dan langsung mandi saja setelah itu istirahat. Kamu kelihatan lelah sekali hari ini"
" Iya mas"
Kevin dan Risa pun segera menuju ke kamar karena rumah sudah dalam keadaan sepi, sebelum nya dia sudah mengabari mama nya agar makan malam duluan dengan Kinar kerena dirinya dan Kevin akan makan malam di rumah mami Ratna.
***
Keesokan paginya Risa sudah bersiap-siap dengan baju kerja nya. Di berdiri di depan cermin cukup lama sambil menatap penampilan nya dari pantulan cermin.
" Apakah baju ini cocok untuk ku pakai ke kantor mas, aku tidak punya baju kerja yang lain lagi" ucap Risa meminta pendapat Kevin.
" Bagus kok, apa saja yang kamu pakai pasti akan terlihat bagus dan cantik" puji Kevin.
" Iiih serius mas" rajuk Risa sambil memukul pelan pundak Kevin.
" Mas serius sayang, baju apapun yang kamu kenakan akan terlihat sempurna" ucap Kevin.
Apa yang Kevin ucapkan tidak sepenuhnya untuk menyenangkan hati sangat istri. Pasalnya Risa memiliki tubuh yang ramping dan tinggi dengan kaki jenjang bak model, di dukung dengan wajah yang tirus dan mata yang cantik semakin menyempurnakan penampilan Risa.
" Aku akan bertemu dengan orang-orang penting besok, aku tidak tahu harus memakai baju yang mana" kata Risa melihat isi lemarinya.
" Nanti sepulang kantor kita belanja baju kerja buat kamu" ucap Kevin.
" Mas serius mau mengajak ku berbelanja? " kata Risa.
__ADS_1
" Iya sayang, lagian mas sudah kasih kamu kartu untuk membeli kebutuhan pribadimu termasuk belanja baju. Tapi kamu tidak pernah menggunakan nya sekalipun selain membelikan baju ku dan Kinar" protes Kevin.
" Aku hanya tidak mau membeli barang yang tidak penting saja mas" Risa membela diri.
" Yaudah yuk kita turun ke bawah" Ucap Kevin yang juga sudah selesai bersiap.
Kevin dan Risa pun turun ke bawah untuk sarapan, di meja makan sudah ada Kinar dan juga mama Sinta.
" Pagi sayang" Sapa Risa sambil mencium pipi Kinar di susul oleh Kevin.
" pagi mama, papa" sambil melihat Risa dengan heran.
" Kenapa sayang, ad yang salah dengan penampilan mama? " Tanya Risa yang merasa di perhatikan oleh Kinar.
" Mama mau kemana, kenapa memakai baju rapi?" Tanya Kinar.
" Maaf ya sayang mama nggak bilang dulu sama Kinar, mulai hari ini mama akan ke kantor eyang" jawab Risa dengan wajah bersalah.
" Eyang siapa ma? " tanya Kinar lagi.
" Eyang itu mama nya nenek, nanti mama akan ajak Kinar buat main ke rumah eyang supaya Kinar bisa berkenalan langsung" ucap Risa.
" Waah Kinar punya eyang juga" teriak Kinar dengan gembira.
" Iya sayang" Jawab Risa sambil mulai menyendokkan nasi goreng ke piring Kevin dan untuk nya.
Selesai sarapan Kevin berangkat dengan Risa dan Kinar, dengan mengantar Kinar ke sekolah lebih dulu lalu mengantar Risa ke kantor baru nya.
" Mas nggak mau turun dulu? " Tanya Risa saat mereka sampai di lobby Narendra.
" Nggak sayang, mas ada janji dengan klien baru sebentar lagi" ucap Kevin sambil melihat jam di tangan nya.
" Yaudah kalau gitu hati-hati di jalan ya" Risa mencium tangan Kevin.
" Nanti jam lima mas jemput kamu pulang" kata Kevin yang di angguki oleh Risa.
Risa pun turun dari mobil dan berjalan ke dalam gedung yang menjulang tinggi di hadapan nya. Satpam di depan pun memberi salam dengan membungkukkan badan pada Risa, pasal nya dia sudah tahu identitas Risa saat kejadian dia menyeret keluar om Alfin dari kantor bos nya.
" Selamat pagi bu" sapa satpam itu.
__ADS_1
" Pagi pak" jawab Risa sambil menyunggingkan senyum nya.
Saat sampai di depan lift khusus untuk para petinggi, Risa di kejutkan dengan seseorang yang cukup familiar dengan nya.