Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 77


__ADS_3

" Dasar Sofia gak gak ada akhlak" Maki Risa dengan Kesal.


Kevin justru tertawa melihat reaksi Risa yang seperti cemburu itu.


" Kamu cemburu sama Sofia? " goda Kevin yang membuat pipi Risa memerah.


" Ee enggak kok, siapa juga yang cemburu. Aku hanya kasian sama sama mbak Mona aja" Ucap Risa membela diri.


" Itu kan hanya masa lalu sayang, mas seneng saat tahu dia pergi ke luar negeri waktu. Jadi dia tidak menghalangi rencana pernikahan mas dengan kamu" lirih Kevin.


" Emang dia pernah mengacaukan rencana pernikahan mas dengan orang lain? "


" Setiap mami berusaha menjodohkan mas dengan siapun itu, dia selalu berhasil membuat mereka membatalkan nya. Dan itu tanpa sepengetahuan mami tentunya, tapi mas tahu bahwa itu pasti ulahnya" Terang Kevin.


" Dari mana mas tahu kalau dia yang melakukan nya" Tanya Risa lagi.


" Karena dia itu terlalu terobsesi makanya dia selalu melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkan nya. Dulu mungkin dia belum begitu berani karena masih ada Mona yang berstatus sebagai sepupunya" Jelas Kevin,


Risa hanya menganggukkan kepala mendengar penuturan dari sang suami.


" Terus maksud papi dengan menerima segala konsekuensi kalau memenjarakan Sofia itu apa? " Kata Risa.


" Perusahaan ayah Sofia itu termasuk sepuluh perusahaan terbesar saat ini di Indonesia. Jika ayahnya tidak Terima anak nya di penjara kemungkinan terburuk mungkin dia akan menyerang Dirgantara" Kevin berucap sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


" Apa keluarga Sofia sekuat itu? "


" Tentu saja, jika dia memutuskan untuk menyerang Dirgantara pasti akan banyak klien yang membatalkan kerja sama dengan Dirgantara"


Setelah lelah bercerita, Risa pun tertidur di pangkuan Kevin. Sementara Kevin sendiri tidak dapat tidur karena memikirkan nasib perusahaan dan juga ratusan pegawai yang menggantung kan hidup nya pada perusahaan nya.


" Semoga saja tidak sampai berimbas buruk pada perusahaan " Gumam Kevin pelan.


Keesokan harinya, Kevin menerima kabar jika Sofia sudah di tahan di kantor polisi. Om Alfin juga langsung menghubungi papi Arya dan Kevin untuk meminta mereka mencabut laporan pada Sofia.


Tapi tentu saja hal itu langsung di tolak oleh Kevin dan papi Arya yang membuat om Alfin murka.


**Flashback on**

__ADS_1


📲 " Apa masalah ini tidak bisa di bicarakan secara kekeluargaan dulu Vin? Sofia itu kan sepupu almarhum Mona. Walaupun Mona sudah meninggal tetap saja Sofia masih sepupu kamu kan Vin? " Tanya om Alfin dari telfon.


📱 " Perbuatan Sofia sudah sangat keterlaluan om, dia sudah membahayakan nyawa putri saya" Jawab Kevin menahan emosinya.


Dengan mudahnya sekarang mereka bicara bahwa Sofia masih saudara mereka. Saudara macam apa yang tega menculik bocah kecil dan mengancam keselamatan nya.


📲 " Om tahu Sofia salah Vin, paman janji hal ini tidak akan pernah terulang kembali" rayu om Alfin.


📱 " Jika kejadian ini menimpa saya, mungkin saya masih bisa memaafkankan nya om. Tapi ini terjadi pada putri saya, om bisa bayangkan bagaimana takutnya Kinar berada di tangan para penculik bahkan sampai di todongkan pisau ke lehernya " Kevin mulai meninggikan suaranya.


📲 " Jadi kamu tetap kekeh akan tetap melanjutkan masalah ini? " Ucap om Alfin sedikit berubah nada bicara nya.


📱 " Maaf om, tapi saya harus memberi pelajaran kepada Sofia atas tindakannya" Jawa Kevin.


📲 " Kamu tahu kan konsekuensi apa yang akan kamu tanggung jika telah menyinggung keluarga Hartanto? " Om Alfin mulai mengancam Kevin dengan kedudukan keluarganya.


📱 " Apapun akan Kevin Terima demi putri ku om"


📲 " Baiklah, kau tunggu saja kehancuran mu dan perusahaan mu itu" Om Alfin pun memutuskan panggilannya.


** Flashback off **


" Kenapa melamun mas? " Tanya Risa yang menyadarkan Kevin dari lamunannya.


" Nggak papa sayang " Jawab Kevin berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kan kegelisahan hati nya.


" Kamu sudah selesai menyuapi Kinar makan sayang? " Kevin mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" Sudah mas baru saja selesai, sekarang Kinar sedang tidur karena baru saja minum obat" Jawab Risa.


" Kamu mau makan apa sayang, biar mas belikan di luar? " Tanya Kevin.


" samain saja sama mas biar gak repot nyarinya" Ucap Risa.


" Yaudah kalau begitu mas keluar sebentar ya" pamit Kevin yang di jawab anggukan oleh Risa.


Kevin pun langsung berjalan keluar setelah mencium kening Kinar yang tengah tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Ketika dia sampai di kantin rumah sakit, handphone nya berdering. Dia pun segera mengeluarkan handphone dari saku dan melihat siapa yang menelpon.


" Hemmm ada masalah apa, kenapa Reza menghubungi sepagi ini? " gumam Kevin saat tahu itu panggilan dari Reza sekertaris nya.


Kevin pun segera mengangkat telpon dari Reza itu karena takut ada masalah penting.


📱 " Halo za, ada apa? " Tanya Kevin sambil duduk di kursi yang masih kosong.


📲 " Maaf Pak Kevin, ada maslah serius yang terjadi di kantor" Jawab Reza dari sebrang sana


📱 " Masalah apa Za, emang kamu gak bisa atasi sendiri? " Tanya Kevin dengan bingung.


Pasalnya Reza adalah orang kepercayaan nya yang kemampuan nya tidak usah di ragukan lagi. Itu sebab nya dia bisa tenang meninggalkan kantor dalam waktu lama karena yakin Reza mampu mengelola nya.


📲 " Para investor mulai menarik dana mereka kembali tanpa alasan dan juga banyak klien yang telah membatalkan kontrak secara sepihak dengan kita" Bagai petir di siang bolong saat Kevin mendengar penuturan Reza.


📱 " Apa !!!" Kevin tidak sadar dirinya berteriak karena kaget hingga membuat beberapa orang yang berada di sekitarnya menoleh padanya.


📱 " tidak bisa di bicarakan lagi dengan mereka? " Lanjut Kevin.


Dia memang sudah menyiapkan mental saat berhadapan dengan ayah Sofia, tapi dia tidak mengira dampaknya akan seburuk ini.


📲 " Mereka sudah tidak mau lagi mendengar penjelasan kita pak, sekarang keuangan perusahaan sudah mulai menipis karena sebagian dana sudah di alokasikan ke berbagai proyek" Jelas Reza.


📱 " Bagaimana dengan proyek pembangunan perumahan yang sudah hampir jadi? " Tanya Kevin.


📲 " Mereka juga ikut membatalkan nya pak"


Kevin memijat pelipisnya karena pusing dengan masalah yang tengah di hadapi.


📱 " Baiklah, kamu handle apa yang masih bisa kamu kerjakan. Aku akan secepatnya pulang dan kembali ke kantor "


📲 " Baik Pak"


Kevin pun memutuskan panggilan telepon dari Reza, sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa. Meskipun semua uang dalam tabungannya di kuras habis itu tidak akan menutupi keuangan perusahaan.


Dia tidak mungkin menjual rumah yang sekarang dia tempati, Satu-satunya jalan adalah dia harus mencari investor baru agar bisa menutup dana di perusahaan.

__ADS_1


Tapi itu tidak akan semudah yang di harapkan, butuh waktu yang lama untuk bisa mendapat investor baru apalagi sekarang perusahaan nya dalam keadaan terancam bangkrut.


__ADS_2