
📱" Ada apa Sa? " Tanya Risa setelah telpon tersambung.
📲 " Sonia kecelakaan Ris.... "
📱 " Apa? "
📲 " Setelah gue dapet chat dari elo gue langsung dateng, terus di tengah jalan macet ternyata ada kecelakaan. Pas gue tengok ternyata itu Sonia Ris" Jelas Salsa.
📱 " Sekarang elo dimana Sa? " Tanya Risa.
📲 " Gue lagi di ambulance sekarang, ikut nemenin Sonia ke rumah sakit. Udah dulu ya ini gue mau masuk dulu, entar gue kabarin lagi" ucap Salsa karena mobil ambulance yang membawa Sonia sudah tiba di depan rumah sakit.
📱 " Oke, elo kirim alamat rumah sakit nya sekarang, gue akan nyusul ke sana"
Setelah mematikan ponselnya Risa segera bergegas ke ruang eyang nya untuk meminta izin pergi.
" Eyang, Risa ke rumah sakit dulu sebentar ya. Temen Risa kecelakaan" Ucap Risa saat sampai di ruang kerja eyang Aretha.
" Kamu mau pergi sekarang, naik apa? " tanya eyang.
" Risa naik taksi eyang, tadi nggak bawa mobil sendiri soalnya di anterin sama mas Kevin" Jawab Risa.
" Biar sopir kantor saja yang nganterin kamu, Dewi... " Eyang Aretha segera memanggil Dewi untuk masuk.
" Iya bu, ada yang bisa saya kerjakan" Tanya Dewi begitu masuk.
" Tolong bilang pada sopir kantor untuk mengantarkan Risa sekarang juga" ucap eyang.
" Baik Bu, mari bu Risa ikut dengan saya"
" Eyang, Risa pergi dulu ya" pamit Risa kemudian mencium punggung tangan Eyang Aretha.
" Hati-hati di jalan Ris"
Risa segera berlalu meninggalkan ruangan eyang nya yang akan segera menjadi ruang kerjanya dan mengikuti langkah Dewi. Saat berada di lift, Dewi terlihat sedang menghubungi seseorang yang Risa tebak adalah sopir yang di maksud kan eyang tadi.
Sesampainya di lobby, mobil kantor sudah standby di depan. Risa segera masuk dan memberikan alamat rumah sakit yang akan dintuju kepada sopir yang bertugas mengantar nya.
Sepuluh menit kemudian Risa sudah sampai di rumah sakit tempat Sonia di rawat karena jarak dengan kantor lumayan dekat.
__ADS_1
" Bapak balik aja ke kantor lagi, nanti saya bareng temen saya pulang nya" pesan Risa pada sopir yang mengantar nya.
" Iya bu"
Setelah mobil pergi, Risa pun segera masuk ke dalam dan bertanya pada resepsionis letak ruang UGD. Risa segera menuju ke tempat sesuai arahan dari resepsionis tadi dan melihat Salsa di sana.
" Salsa..!!! " Panggil Risa.
Salsa yang sedang duduk di kursi tunggu depan UGD pun segera menoleh saat mendengar suara Risa. Risa berjalan mendekat ke arah Salsa dan ikut duduk di sebelah Salsa.
" Gimana keadaan Sonia Ris? " tanya Risa dengan khawatir.
Dia merasa bersalah karena tadi tidak mencegah Sonia pergi dalam keadaan seperti itu. Sonia pasti stress karena pernyataan dari lelaki yang di cintai nya itu. Seandainya saja dia tidak bertemu dengan Sonia, kejadian ini pasti tidak akan terjadi.
" Nggak tau Ris, masih di tangani sama dokter" Jawab Salsa.
" Elo udah hubungi keluarga Salsa? "
" Udah, tapi mereka di Bandung. Pasti butuh waktu untuk bisa sampai di jakarta"
" Gimana tadi elo bisa nemuin Sonia? " tanya Risa penasaran.
" Dia tabrak lari atau gimana? "
" Kata orang yang lihat sih si Sonia itu jalan sambil nangis, terus nggak lihat ke jalan dan main nyebrang gitu aja pas ada truk yang lewat. Kayak mau bunuh diri gitu sih katanya" lanjut Salsa.
" Gue nggak nyangka kalau Salsa bakalan berbuat nekat kayak gini, tau gitu tadi gue nahan dia buat nggak pergi sendiri" Ucap Risa dengan sendu.
" Maksud elo gimana Ris? elo tadi ketemu sama Sonia dimana? terus elo tahu masalah yang buat Sonia jadi kayak gini? " tanya Salsa.
" Iya, dan ini ini semua karena gue juga Sa" lirih Risa.
Risa pun mulai menceritakan apa yang terjadi di kantor eyang nya tadi hingga Sonia pergi dari sana. Salsa tampak terkejut mendengar pulenuturan dari Risa, pasalnya dia nggak nyangka jika Sonia ternyata menyimpan perasaan iri terhadap Risa.
" Pantesan aja dulu waktu di kantor dia selalu nyari alasan waktu kita ngajakin buat main ke rumah elo, terus dia juga kayak nggak suka gitu waktu ngomongin elo. Kita kira itu karena dia lagi badmood aja saat tahu pacar nya selingkuh" Salsa mengingat kejadian lalu saat Sonia masih bekerja di kantor Kevin.
" Gue juga nggak nyangka Sa kalau Sonia ternyata bisa sebenci itu sama gue hanya karena gue nikah sama mas Kevin" Ucap Risa menimpali.
" Tapi elo ngapain di kantor Narendra Corporation Ris? " Tanya Salsa yang baru ingat jika Risa tadi berada di Kantor Narendra.
__ADS_1
" Sekarang gue kerja di sana Sa" jawab Risa.
" Lah, kenapa nggak balik kerja di Kantor suami elo sendiri malah kerja di tempat orang lain? " Tanya Salsa setengah berteriak.
" Gue juga terpaksa kerja di sana Sa" Lirih Risa yang sebenarnya tidak mau bekerja di Narendra jika tidak karena kasihan dengan eyang nya.
" Apa ini ada hubungan nya dengan kerja sama yang terjalin antara Narendra Corporation dengan Dirgantara? " Tanya Salsa.
" Iya bisa di bilang begitu" Jawab Risa.
" Jangan bilang kalau elo jalin hubungan sama petinggi Narendra supaya nyelametin kantor suami elo Ris? " Teriak Salsa yang salah mengartikan ucapan Risa pada nya tapi di balas dengan gelak tawa dari Risa yang membuat nya semakin bingung.
" Hahaha... elo yang bener aja dong Sa, yakali gue berbuat kayak gitu cuma karena uang. Emang gue ini matre apa? " ucap Risa di sela gelak tawa nya.
" Terus gimana maksud elo? " Salsa jadi bete karena di tertawa oleh Risa.
" Elo pasti nggak akan percaya kalau gue bilang ini ke elo" Sebenarnya Risa bingung mau memulai dari mana cerita bahwa dirinya adalah seseorang dari keturunan yang sangat kaya. Pasalnya Salsa sudah mengenalnya sejak mereka di bangku kuliah.
" Jangan bikin gue tambah penasaran deh Ris" Rajuk Salsa.
" Iya gue cerita, sebenarnya.... " Risa menggantung ucapan nya.
" Cepetan Ris, di tungguin juga" Salsa tidak sabar lagi.
" Almarhum papa gue ternyata orang kaya Sa, dia adalah putra satu-satu nya dari pemilik Narendra Corporation " Kata Risa.
Salsa masih bengong mencerna ucapan yang di katakan Risa barusan. Kemudian dia tertawa dengan keras.
" Hahahahaha..... " tawa Salsa yang mendapat geplakan dari Risa.
" Bisa nggak ketawa lo di kondisikan, ini rumah sakit tau" Ucap Risa dengan kesal.
" Sorry Ris, habis nya elo lucu banget. Kalau ngarang cerita yang masuk akal dikit napa" jawab Salsa masih saja tidak bisa menahan tawanya tapi kali ini lebih kecil.
Melihat wajah Risa yang serius, Salsa pun diam dan bertanya lagi pada Risa.
" Elo seriusan tadi Ris? "
" Menurut elo? " Jawab Risa dengan datar.
__ADS_1