Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 74


__ADS_3

Kini Kevin dan Papi Arya berangkat ke tempat tujuan dengan helikopter yang di siapkan Kevin. Papi Arya masih tampak bingung melihat dari raut wajah nya.


" Kapan kamu menyiapkan ini Vin? " Tanya papi Arya.


" Sejak kita mengatur rencana ini pi, Kevin sudah feeling kalau waktu kita sedikit mepet. Makanya Kevin siapin ini untuk berjaga-jaga, Eeh taunya malah kepake beneran sekarang" Jawab Kevin sambil tertawa.


" Papi gak nyangka kamu bakal kepikiran kayak gini" Ucap papi Arya sedikit mencemooh dan langsung mendapatkan lirikan tajam dari Kevin. Papi Arya pun tertawa melihat reaksi putranya tersebut.


" Itu lah sebabnya kita harus berfikir dengan tenang jika menghadapi masalah, bukan cuma marah-marah saja" kata Kevin membalas papi nya.


Sepuluh menit perjalanan helikopter yang di tumpangi Kevin dan papi Arya sudah mendekati titik yang di tentukan.


Sementara di tempat lain Burhan dan tim yang di pimpin paman Septa sedang panik karena jalan sudah hampir habis tapi tim yang bertugas mencegat mobil penculik itu dari depan masih terjebak dalam kemacetan juga.


" Sial!!! kenapa aku tadi tidak mengecek dulu arus lalulintas di sini, aku kan bisa mencari jalan lain kalau tahu di sini macet" Umpat paman Septa.


" Pak Kevin dan pak Arya juga tidak bisa di hubungi komandan" Ucap bawahan paman Septa yang ikut serta dengan nya dalam misi kali ini.


" Kemana mereka, kenapa disaat genting seperti ini malah tidak bisa di hubungi" Racau paman Septa.


" Kalian hubungi polantas dan minta pengawalan untuk mobil kita segera" ucap paman Septa pada bawahannya.


" Baik komandan" Bawahan paman Septa pun segera menghubungi polantas untuk meminta pengawalan.


Sementara paman Septa menghubungi Burhan untuk menanyakan titik lokasi keberadaan mereka dan para penculik.


📱 " Halo Burhan"


📲 " Iya Pak saya sendiri" Jawab Burhan.


📱 " Dimana posisi kalian sekarang, mobil kami di sini terjebak macet" Tanya paman Septa pada Burhan.


📲 " Sepuluh menitan lagi mobil kami sampai pada lokasi yang sudah dulu tentukan pak" Ucap Burhan.


📱 " Mobil ku tidak akan sampai di lokasi tepat waktu kalau begini " Kata paman Septa mulai panik.


Burhan yang mendengar itu pun juga menjadi khawatir jika misi mereka kali ini akan gagal, sementara tadi dia menghubungi Kevin dan pak Arya pun handphone mereka tidak aktif.

__ADS_1


📱 " Kalian tetap ikuti saja mereka, seandainya kita tidak punya waktu untuk mencegat mereka di lokasi yang telah di tentukan pastikan kalian tahu dimana markas baru mereka" Pinta paman Septa.


📲 " Siap pak" Burhan pun mematikan panggilan setelah tidak ada lagi yang ingin di bahas.


Sepuluh menit pun berlalu dan kini mobil Burhan dan para penculik sudah hampir sampai di lokasi. Tapi tidak ada tanda-tanda dari tim yang bertugas mencegat dari arah depan tiba di lokasi.


Saat Burhan sudah mulai panik, Tiba-tiba sebuah helikopter terbang di atas mereka dan semakin rendah.


Burhan yang melihat itu pun berfikir apakah mungkin itu tim yang bertugas mencegat mereka, tapi mereka tidak bilang bahwa akan datang dengan helikopter.


Helikopter yang di tumpangi Kevin dan papi Arya pun semakin rendah dan kini berada tepat di atas mobil penculik itu.


" Sial, siapa itu yang membawa helikopter di atas mobil kita" Kata bos dari penculik itu.


" Sepertinya kita telah di ikuti bos" Jawab penculik lainnya.


" Aah sial!!!! bagaimana kalau sampai kita tertangkap" Ucap bos penculik dengan sedikit khawatir.


" Apa yang akan kita lakukan sekarang bos? " Tanya anak buahnya.


" Kita lihat saja dulu jika dia berhenti di depan kita, kita putar balik mobil " Ide dari bos penculik itu.


Tapi tanpa mereka sadari bahwa dari arah belakang mereka juga ada sebuah Sedan yang mengikuti mereka, dan berhenti tepat di belakang mobil penculik itu yang mengakibatkan mobil mereka tidak bisa lagi lari kemana-mana.


" Kita terkepung sekarang bos, bagaimana ini? " Bawahan penculik itupun makin panik saat tahu mereka tidak punya jalan keluar lagi.


" Kita turun sekarang, dan coba ancam mereka dengan bocah kecil itu " Mereka pun segera turun dari dalam mobil.


Kevin dan papi Arya juga turun dari helikopter saat melihat para penculik itu turun dari dalam mobil begitupun dengan Burhan dan rekannya.


" Jangan mendekat atau aku akan membu**h anak ini" Ancam para penculik itu.


Kevin dan yang lainnya pun segera berhenti karena khawatir melihat penculik itu menodongkan pisau ke leher Kinar.


" Papa.... " Tangis Kinar karena takut.


" Tolong jangan sakiti putriku" Pintar Kevin dengan sendu.

__ADS_1


" Biarkan kami pergi atau aku akan menusukkan pisau ini ke lehernya" Kinar menangis dengan keras karena merasa takut.


" Baiklah, aku akan menuruti permintaan mu tapi tolong jangan sakiti dia" Kevin pun terpaksa menuruti permintaan para penculik itu karena khawatir dengan keselamatan putri nya.


" Bagus kalau kalian mengerti, sekarang biarkan kami pergi menggunakan helikopter itu" Setelah berkata para penculik itupun membawa Kinar menuju ke helikopter yang berada di depan mereka.


Tapi saat mereka lengah, Kevin pun memiting tangan pria yang membawa pisau hingga pisau itu terjatuh. Burhan dan yang lainnya pun dengan sigap membantu melumpuhkan para penculik.


Kevin menarik Kinar dari tangan penculik itu dan menendang perut pria yang tadi memegang Kinar hingga tersungkur ke tanah.


" Papa Kinar takut" Tangis Kinar pecah di dalam dekapan sangat ayah.


" Tenang lah sayang, papa sudah di sini. Maaf kan papa karena telat datang untuk menyelamatkan mu" Bisik Kevin di telinga sangat putri.


Tak lama setelah itu paman Septa dan para bawahannya pun datang.


" Kalian sudah ada di sini rupanya? " Tanya paman Septa saat melihat Kevin dan papi Arya di sana.


" Iya dan kalian lah yang datang terlambat" Jawab papi Arya sambil tersenyum.


" Aku terjebak macet di jalan" Ucap paman Septa dengan lesu.


"Hahaha tidak apa-apa, yang penting sekarang semua sudah beres dan Kinar tidak kenapa-napa" Jawab papi Arya sambil tertawa di susul paman Septa.


" Bagaimana mas dan Kevin bisa sampai di sini?" tanya paman Septa setelah tawa mereka mereda.


" Kevin sudah menyiapkan helikopter itu untuk kami" ucap papi Arya sambil menunjuk helikopter yang ada di belakang mereka.


" Aah pantas saja nomor kalian tidak bisa di hubungi"


" Sekarang tugas kamu membawa para penculik itu dan cari tahu mereka bekerja sendiri atau ada seseorang yang menjadi dalangnya" Kata papi Arya.


" Baiklah mas, aku akan segera menyelesaikan masalah sisanya" jawab paman Septa kemudian berlalu dari hadapan papi Arya.


Paman Septa menyuruh bawahannya untuk membawa para penculik ke kantor untuk di interogasi.


" Bagaimana keadaan Kinar vin? " Tanya papi Arya saat mendekat ke arah Kevin yang sedang menggendong Kinar.

__ADS_1


" Sekarang dia sudah agak tenang pi, tapi Kevin akan membawa nya ke psikiater untuk menghilangkan trauma yang dia alaminya" Lirih Kevin dengan memandang putrinya yang tengah tertidur.


" Itu ide yang bagus, kejadian ini pasti membuatnya ketakutan dan trauma yang mendalam" Ucap papi Arya yang di angguki oleh Kevin.


__ADS_2