
Sementara di kamar sebelah Risa masih menangis dengan mami Ratna, dia merasa bersalah karena telah lalai dalam menjaga Kinar. Seandainya saja tadi dia tidak meninggalkan Kinar sendiri, pasti musibah ini tidak akan terjadi.
" Mi, maafkan Risa" Lirih Risa dalam pelukan mami Ratna.
" Sebenar nya apa yang terjadi Ris, kenapa Kinar bisa sampai di culik? " Tanya mami Ratna di sela isakannya.
" Ini salah Risa mi, maaf kan Risa" Ucap Risa.
" Apa maksudmu Risa? " Mami Ratna melepaskan pelukannya pada Risa dan beralih menatap nya.
" Seharusnya Risa tidak meninggalkan Kinar sendiri mi, kalau saja Risa memaksa Kinar untuk ikut kembali dengan ku pasti Kinar tidak akan di culik" Sesal Risa.
" Jadi kamu meninggalkan Kinar sendirian? " Mami Ratna mulai menaikkan suaranya.
" Maaf mi, Risa juga menyesal karena meninggalkan Kinar sendiri" Air mata Risa semakin deras menetes di pipinya.
" Gak ada gunanya lagi kamu menyesal sekarang Risa, Kinar sudah terlanjur di culik" Teriak mami Ratna.
" Jeng sabar dulu, Risa pasti juga sangat menyesal atas kejadian ini" Mama Sinta mencoba menenangkan emosi mami Ratna.
Sementara Risa sudah terisak sambil menundukkan kepalanya. Dia tahu kalau dia salah, itu sebabnya dia tidak menjawab perkataan mama mertuanya itu.
Tapi bukannya tenang, mami Ratna malah semakin emosi melihat Risa yang hanya diam dan menangis saja. Dia pun lepas kontrol hingga mencengkeram kedua bahu Risa dan mengguncangkan tubuh Risa dengan keras.
" Kenapa kamu diam saja Ris, jawab mami kenapa kamu meninggalkan Kinar sendirian. Kenapa Ris" Teriak mami Ratna di depan Risa.
Sementara Risa hanya meringis menahan sakit di bahunya akibat cengkeraman mertuanya itu. Mama Sinta mencoba melepaskan tangan Mami Ratna dari tubuh Risa. Tapi percuma saja karena saking eratnya cengkeraman itu.
Hingga pintu terbuka dan Kevin dan papi Arya masuk. Mereka berdua terkejut saat melihat mami Ratna menyerang Risa sambil meraung dan mengalahkan nya. Kevin dan papi nya segera berlari mendekat dan melepaskan Risa dari amukan mami nya itu.
" Mami kenapa seperti ini, Risa juga pasti sedih atas kejadian ini" Ucap Papi Arya saat dia berhasil melepaskan tangan istrinya itu dari Risa.
Sementara Kevin menenangkan Risa dalam pelukannya yang sedang menangis tersedu-sedu. Kevin pun meminta Papi Arya untuk membawa mami nya kembali ke kamarnya.
__ADS_1
" Lebih baik Papi bawa mami kembali ke kamar dulu pi" Pinta Kevin yang di angguki oleh papinya.
Setelah papi dan maminya pergi, Risa menangis dengan keras dalam pelukan Kevin. Dia mengeluarkan segala sakit di hatinya saat mendengar sangat mertua membentak dan memarahinya seperti tadi.
" Kamu tenang sayang, mami hanya sedang emosi dan sedih saja. Nanti juga pasti akan membaik dan tidak akan berbuat seperti tadi lagi. Kamu yang sabar ya, kita berdoa semoga Kinar secepatnya di temukan" Kevin mencoba menenangkan Risa yang masih menangis di pelukannya.
" Mami nggak salah mas, ini semua memang salahku. Seharusnya aku mengajak Kinar kembali dan tidak membiarkan nya sendirian. Aku sudah ceroboh mas, maafkan aku" Lirih Risa dengan sendu.
" Ini bukan semuanya salah kamu sayang, mas juga punya andil atas kejadian ini, seharusnya mas m nemani kalian bukan malah hanya melihat dari jauh" Ungkap Kevin.
" Ini semua terjadi atas kehendak Allah Ris, kita berdoa saja semoga Kinar secepatnya di temukan dengan keadaan baik-baik saja dan tidak kekurangan apapun" Mama Sinta mencoba ikut menenangkan Risa.
" Tapi tetap saja Risa yang salah ma" Ucap Risa.
" Sekarang kita harus fokus pada masalah Kinar dulu, kita tidak boleh terus-terusan saling menyalahkan dan membuat fikiran kita terpecah belah" Kata Mama Sinta.
" Benar apa yang di katakan mama sayang, sekarang kita fokus saja dulu mencari cara untuk menyelamatkan Kinar" Kevin ikut menimpali.
" Iya mas" Jawab Risa pada akhirnya.
" Iya ma" ucap Kevin dan Risa bersamaan.
Setelah mama Sinta keluar, kini tinggal Kevin dan Risa saja yang ada di dalam kamar. Risa sudah tidak lagi menangis karena dia sadar, menangis tidak akan bisa menyelesaikan masalah.
" Kamu istirahat lah dulu sayang, mas akan bertemu dengan papi untuk membicarakan masalah Kinar" Kata Kevin.
" Aku ikut mas" Risa bangit dari ranjang dan berjalan ke arah Kevin.
" Kamu istirahat lah dulu sayang, biar urusan ini mas dan papi saja yang tangani. Nanti jika sudah ada kabar pasti mas akan memberi tahumu" Ucap Kevin sambil membelai rambut Risa dengan lembut.
" Mas janji akan selalu mengabariku? " Tanya Risa.
" Iya sayang mas janji, sekarang kamu istirahatlah dan jangan kemana-mana tanpa ada yang menemani. Nanti mas akan menyuruh bodyguard untuk menjaga di depan, jadi kamu tidak perlu khawatir " Kevin pun mengecup dahi Risa lalu melangkahkan kaki keluar kamar.
__ADS_1
Di luar sudah ada dua orang bodyguard yang menjaga di depan kamar. Karena kamarnya dan kamar maminya bersebalahan, jadi mereka bisa gampang untuk mengawasi.
" Kalian tetap stanby di sini, kabari saya jika terjadi sesuatu" Ucap Kevin pada para bodyguard.
" Baik tuan" Jawab mereka bersamaan.
Kevin pun berjalan meninggalkan hotel untuk bertemu dengan papinya dan orang kepercayaan nya untuk membicarakan perkembangan kasus Kinar. Mereka bilang sudah menemukan titik terang tentang keberadaan Kinar.
Sementara di kamar, Risa mengambil ponselnya dan menghubungi Toni. Risa berfikir bahwa Toni pasti adalah dalang di balik penculikan Kinar. Dia segera menekan ikon panggil pada nomor ponsel Toni.
Tut... Tut... Tut...
Beberapa saat kemudian telpon itu pun tersambung.
📲 " Halo, ada apa kamu menelponku Ris? "
📱 " Nggak usah berbasa-basi Ton, aku yakin kamu pasti tahu alasan aku menghubungi mu"
📲 " Apa maksudmu? "
📱 " Dimana Kinar sekarang? " Tanya Risa langsung
📲 " Kinar? mana ku tahu. Apa maksudnya kamu menanyakan nya padaku"
📱 " Gak usah berkelit Ton, aku tahu kalau kamu kan yang sudah menculik Kinar? "
📲 " Menculik? apa maksudmu menuduh ku menculik Kinar? "
📱 " Lalu kenapa beberapa hari ini kamu selalu mengikuti ku? "
📲 " Aku akui memang aku mengikuti mu, tapi tidak ada sedikitpun niatan untuk menyakiti mu maupun keluargamu"
📱 " Katakan saja yang sebenarnya Ton, apa maumu. Jika kamu dendam denganku kamu bisa melampiaskan nya padaku. Jangan pada anak-anak yang tidak berdosa"
__ADS_1
📲 " Aku tidak menyangka ternyata sepicik itu kamu menilaiku Ris, aku memang masih menyimpan kecewa padamu tapi bukan berarti aku melakukan hal keji seperti yang kamu tuduhkan itu" Ucap Toni dengan menahan emosi. Toni pun langsung memutuskan panggilan itu.
Risa masih terdiam mendengar jawaban dari Toni. Benarkah dia sudah salah paham pada Toni karena menuduh nya tanpa memiliki bukti.