
" Sayang, Tadi mas ketemu sama Rena" Ucap Kevin saat mereka sampai di kamar. Risa langsung menghentikan aktifitas nya saat akan membuka lemari untuk mengambil baju ganti Kevin.
" Dimana mas bertemu dengan Rena? " Tanya Risa dengan menatap Kevin.
" Saat meeting dengan klien tadi, ternyata Rena yang menjadi sekretaris klien mas" Jawab Kevin sambil menghela nafas.
**Flashback on**
" Selamat pagi pak Kevin, maaf saya datang terlambat" Ucap pak Bagas.
Kevin pun langsung menoleh dan melihat ternyata pak Bagas klien yang membuat janji dengannya yang datang. Tapi pandangan Kevin seketika membeku saat melihat siapa orang yang berada di belakang pak Bagas. Wanita yang Kevin cari untuk menuntut balas atas kecelakaan Risa istrinya.
Kevin mengepalkan tangan dengan erat untuk meredam emosinya. Dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa agar Rena tidak curiga tentang keterlibatannya atas kecelakaan itu. Pasti akan sangat sulit mencari bukti jika Rena mengetahuinya.
" Iya Pak tidak papa, saya juga baru datang" Jawab Kevin sambil menyambut uluran tangan Pak Bagas.
" Hallo Pak Kevin" Sapa Rena sambil mengulurkan tangan.
" Iya " Kevin dengan ogah menerima uluran tangan Rena.
__ADS_1
" Silahkan duduk Pak Bagas"
Mereka pun membicarakan masalah kontak kerja sama antara kedua belah pihak. Setelah semua deal dan menandatangani berkas, Kevin berencana untuk segera pulang dan makan siang di rumah bersama Risa dan Kinar.
" Maaf Pak Bagas, sepertinya saya harus pulang terlebih dahulu" Ucap Kevin saat selesai memasukkan laptop dan berkasnya ke dalam tas.
" Kenapa terburu-buru Pak Kevin, ayolah makan siang sekalian. Ini sudah masuk jam makan siang, itung-itung sebagai perayaan kerja sama kita" Ajak Pak Bagas.
Kevin mau tidak mau akhirnya menerima tawaran dari Pak Bagas. Meskipun dalam hati dia sudah begitu dongkol melihat tingkah Rena yang selalu menebar pesona padanya.
" Bagaimana kabar Kinar dan bu Risa Pak Kevin?" Tanya Rena dengan sok akrab.
" Risa? siapa itu Ren? " Tanya Pak Bagas dengan bingung.
" Bagaimana kamu tahu nama anak dan istri Pak Kevin? apakah kalian sudah saling kenal sebelumnya? " Tanya Pak Bagas lagi dengan heran.
" Saya dulu mantan sekertaris Pak Kevin " Jawab Rena.
" Waaah dunia ini begitu sempit ternyata, saya tidak menyangka kalau Rena itu mantan sekertasi Pak Kevin" Ucap Pak Bagas sambil menatap Kevin. Kevin hanya balas tersenyum mendengar perkataan dari Pak Bagas.
__ADS_1
" Keluarga saya semuanya sehat " Jawab Kevin sambil melihat Rena.
" Saya dengar katanya bu Risa habis kecelakaan ya Pak?, apa itu benar? " Tanya Rena lagi.
" Dari mana anda tahu istri saya kecelakaan?, Sedang karyawan di kantor saya saja tidak tahu tentang kejadian itu". Kevin melirik Rena sekilas untuk melihat wajah pias milik Rena. Kini Kevin semakin yakin bahwa Bella tidak berbohong tentang keterlibatan Rena.
" Sa.. saya tahu dari teman saya yang masih bekerja di tempat Pak Kevin. Beneran Pak saya gak bohong" Jawab Rena dengan tergagap.
" Kenapa anda begitu panik bu Rena, aku hanya bertanya hal biasa saja. Kenapa Bu Rena bertindak seolah sedang ketahuan melakukan tindak kejahatan seperti itu" Ucap Kevin sambil tersenyum.
"Iya ren, kenapa kamu gugup seperti itu. Dan wajah kamu juga pucat sekali, apa kamu sakit? " Tanya Pak Bagas saat melihat perubahan raut wajah Rena.
" Ti.. tidak Pak, mungkin saya hanya kelelahan, iya hanya kelehan Pak" Jawab Rena masih tidak dapat menutupi kegugupan nya.
" Maaf kan saya Rena, karena saya sudah memaksa kamu tetap bekerja di hari libur seperti ini. Besok kamu boleh meminta cuti sehari untuk beristirahat" Ucap Pak Bagas dengan perasaan bersalah.
" Te.. Terima kasih Pak Bagas" Jawab Rena.
Kevin hanya ingin tertawa melihat raut wajah Rena yang begitu pucat pasi saat ini. Dia harus berhati-hati agar Rena tidak curiga bahwa dia sudah tau tentang keterlibatannya dengan Bella.
__ADS_1
Dia akan pelan-pelan mencari bukti untuk menjerat Rena ke dalam jeruji besi, bagaimana pun caranya dia harus bisa mendapatkan bukti itu. Sepertinya Tuhan memang sedang berpihak padanya, dia dan Rena akan sering bertemu dengan kersa sama antara dirinya dan Pak Bagas. Dia akan memanfaatkan momen itu untuk mengorek informasi tentang Rena.
** Flashback off**