
"Kinar jangan nakal ya di sekolah, nanti siang di jemput sama pak yanto" kata risa saat sampai di depan sekolah kinar.
"Tapi kinar mau ke kantor mama, boleh ya ma?" pinta kinar.
"papa gak ada di kantor sayang, mama juga banyak kerjaan. nanti kinar main sama siapa di sana?"
"kinar janji gak akan nakal, kinar cuma mau deket aja sama mama"
"hari ini kinar pulang ke rumah nenek saja ya main sama sania, besok kalau papa ke kantor kinar boleh ikut ke Sana" risa mencoba memberi penjelasan pada kinar.
"Tapi papa gak ngebolehin kinar ikut" jawab nya dengan raut wajah sedih.
"nanti biar mama bilang sama papa supaya kinar boleh ikut"
"janji ya ma klau papasudah pulang kinar boleh ikut ke kantor"
"iya sayang". Begitu mendengar jawaban risa, wajah kinar kembali terlihat bahagia. lalu dia pun masuk ke dalam kelas setelah mencium tangan dan pipi risa.
****
saat masuk ke ruangan risa sudah melihat salsa duduk di meja kerjanya. begitu melihat risa datang, salsa langsung mendekat dan memberondong risa dengan berbagai pertanyaan tentang pertunangan nya kemarin.
"Eeh ris, gimana acara pertunangan lo kemarin? " risa di buat pusing oleh suara salsa yang kencang hingga reflek langsung menutup mulutnya karena takut di dengar oleh rekan yang lain.
"jangan keras-keras gitu dong, ntar pada denger" ucap risa sambil berbisik.
Tapi apa mau di kata, sepertinya roy teman satu divisi risa sudah mendengar ucapan salsa barusan.
"Haah.. seriusan lo ris udah tunangan? kok gak ngundang kita?" tanya roy dengan suara lantang hingga cika, diki dan sonia pun langsung mendekati mereka untuk mendengarkan penjelasan risa.
"Iya, sabtu kemarin aku udah tunangan. maaf gak bisa ngundang karena emang acara nya cuma keluarga inti saja". mau tak mau risa pun harus jujur dengan kabar pertunangan nya tersebut.
" Waaah selamat ya. selamaat.. ". mereka pun bergantian menyalami dan memberi selamat pada risa.
__ADS_1
" Ris, ini beneran cincin tunangan kamu? ". tanya sonia saat menjabat tangan risa dan memperhatikan cincin di jari manis risa.
Semua pun napak terkejut dengan cincin berlian yang begitu cantik di jari risa.
" I iya, ini cincin tunangan saya". jawab risa.
" waao ris, gede banget berliannya pasti inj mahal banget. calon suami kamu orang kaya ya?" ucapan sonia pun sontak membuat geger rekan yang lain.
Risa pun menoleh ke arah salsa karena tak tau harus menjawab apa. sementara salsa yang di lihatin hanya nyengir sambil meminta maaf karena tadi sempat keceplosan bicara.
"Eeh kabarnya juga pak kevin sabtu kemarin juga tunangan. gak mungkin kamu kan yang jadi tunangan pak kevin ris? " ucap diki sambil bergurau.
Muka risa langsung berubah masam saat mendengar celotehan temannya itu meskipun yang lainnya hanya menganggap itu sebuat lelucon.
***
waktu istirahat pun tiba, risa dan teman satu Divisi nya pun langsung menuju ke kantin karena mereka minta risa mentraktir mereka untuk merayakan pertunangan nya.
Risa telah lebih dulu meminta izin pada kevin untuk memakai kartunya mentraktir teman-temannya dan tanpa berfikir kevin pun langsung menyetujuinya.
Di sudut kantin mata risa bertemu dengan sosok yang menatapnya dengan tajam. rena dan kawan-kawan nya sedang memperhatikan kedatangan risa dan kawan-kawan nya.
"Si bos sudah tunangan, jadi jangan sekali-kali mencoba jadi pelakor" ucap salah satu teman rena saat risa melintas di depan mereka.
"Ngomongin siapa sih tu orang? kan gak ada yang lain lagi selain kita" tanya cika pada kawannya itu.
"Udah gak usah di dengerin tukang kompor lagi ngomong, gak ada faedahnya" jawab salsa sambil melirik ke orang yang bicara tadi.
"Jelas ngomongin temen lo yang sok kecantikan lah, siapa lagi yang suka ganjen dan tebar pesona sama bos kalau bukan risa" katanya lagi.
"hei, jangan suka fitnah kamu. risa juga udah tunangan kemarin, nih lihat cincin di jari risa " ucap sonia sambil mengangkat tangan risa sambil menunjukkan cincin risa.
"Halah, siapa tau bohongan cuma buat nutupin kedoknya dia" sarkas rena.
__ADS_1
"Udah gak udah di ladenin orang kayak mereka, gak ada untungnya juga. yuk makan aja keburu habis waktu istirahat nya" ajak risa saat melihat salsa akan menjawab ucapan rena.
Mereka pun memesan banyak makanan untuk makan siang kali ini, awalnya mereka hanya akan memesan yang murah saja karena takut merepotkan risa. tapi risa sendiri yang memesannkan mereka makanan yang paling mahal di kantin.
Setelah selesai mereka pun ikut ke kasir saat risa akan membayar. mereka berencana untuk menambahi jika di rasa terlalu mahal.
"Berapa semua mbak? " tanya risa pada petugas kasir.
" semuanya jadi Rp. 520.000 mbak" jawab petugas tadi sambil memberikan nota.
"Banyak banget ris, kita patungan aja ya" ucap roy dan di setujui oleh yang lain.
"Segitu aja gak mampu bayar, makanya jangan sok-sokan traktir kalau gak punya uang". terdengar seseorang bicara dari arah belakang mereka.
" kalian cari gara-gara mulu sih sama kita" ucap cika saat tau rena dan kawan-kawan nya yang bicara.
"siapa bilang saya gak mampu bayar? nih mbak aku bayar" risa menyerahkan black card pemberian kevin pada petugas kasir.
"Silahkan pinnya mbak" ucap petugas.
setelah transaksi selesai petugas itupun memberikan kartu itu kembali ke pada risa. rena dan teman-temannya pun tampak pias melihat kartu yang di pegang risa. walau mereka tak memilikinya tapi mereka tau kartu yang di bawa risa tidak sembarang orang punya.
"Ris, tunangan kamu beneran orang kaya ya? kartu kamu tadi itu gak sembarangan orang yang memiliki nya?" tanya diki. Risa hanya membalas dengan senyuman di wajahnya.
"Beruntung banget sih kamu ris, ketemu di mana kalian? kenalin dong ke kita siapa tunangan kamu? dari keluarga mana" cecar cika.
"Atau jangan-jangan dia dari perusahaan yang kerja sama sama perusahaan kita ya? terus kamu ketemu waktu lagi meeting dengan pak tirto?" tambah sonia.
"Nanti kalu udah waktunya kalian juga pasti akan tau sendiri" jawab risa sambil tersenyum.
Setelah sampai di ruang kerja teman-teman risa pun mengucapakan Terima kasih pada risa secara bergantian.
"makasih ya ris buat traktirannya, kapan-kapan traktir lagi ya. kan udah jadi calon istri bos" gurau roy.
__ADS_1
"Iya ris, jangan lupain kita-kita kalau udah jadi orang kaya ya ris. undang kita kalau ngadain pesta, siapa tau kita juga bisa kenal sama orang kaya kayak kamu" ucap sonia.
"Inget woy sama pacar" goda diki dan yang lainnya.