
Tapi saat dia membuka pintu, dia tak menemukan siapapun di sana. Dia hanya melihat ada sebuah amplop coklat yang tergeletak di depan pintunya. Risa pun segera mengambil amplop itu dan membawanya masuk.
Begitu terkejutnya Risa saat melihat isi dari amplop itu hingga tanpa sengaja dia menjatuhkannya.
Foto yang menunjukkan dirinya dengan seorang lelaki seperti sedang berpelukan, jika hanya di lihat sekilas memang dia seperti memeluk pria itu karena sudut pengambilan gambar yang begitu pas.
Meski hanya terlihat dari belakang, tapi Risa begitu yakin bahwa pria di dalam foto itu adalah Toni. Kini dia tahu alasan Toni mengikutinya karena memang sudah merencanakan ini semua. Untungnya dia yang lebih dulu melihat foto itu, dia tidak bisa membayangkan jika Kevin yang melihatnya. Dia pasti akan mengira jika dirinya memang berpelukan dengan pria di foto itu.
" Sedang apa berdiri di situ sayang? " Tanya Kevin tiba-tiba yang membuat Risa kaget. Entah sejak kapan Kevin keluar dari dalam kamar mandi, karena dia pun tidak menyadari nya.
Dia pun segera memungut amplop yang terjatuh itu dan menyembunyikan di dalam sakunya.
" Aah enggak mas, tadi ada yang ngetok pintu tapi gak ada orang. Mungkin salah kamar" Jawab Risa mencoba menyembunyikan rasa gugupnya.
" Ooh yasudah, sekarang kamu mandilah" Ucap Kevin sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
" Iya mas" Risa pun segera masuk ke kamar mandi dengan terburu-buru.
Di keluarkan nya lagi foto yang tadi dia sembunyikan di dalam saku celananya. Risa melihat foto itu lagi satu persatu, dan mengamati nya. Di lihat dari segi manapun memang terlihat dia sedang berpelukan dengan Toni.
Ternyata dari pertemuannya di restoran kemarin memang sudah di rencana kan oleh Toni. Tapi apa motif dari Toni melakukan ini semua?, apakah untuk balas dendam?.
Cukup lama Risa terdiam di dalam kamar mandi memikirkan foto yang ada di genggamannya. Hingga ketukan suara pintu membuyarkan lamunan Risa.
" Iya mas ada apa? " Tanya Risa.
__ADS_1
" Kenapa lama sekali sayang, kamu tidak kenapa-kenapa kan? " Tanya Kevin balik.
" Aku tidak papa mas, hanya sedang berendam air hangat saja untuk menghilangkan penat" Jawab Risa terpaksa berbohong.
Dia pun segera menyelesaikan mandinya dengan cepat karena tidak mau Kevin semakin curiga dengan apa yang di lakukannya di dalam sana.
Lima menit kemudian Risa keluar dari kamar mandi dan melihat Kevin yang sedang berbaring dan memejamkan matanya di atas ranjang.
" Sepertinya dia begitu lelah" Batin Risa sambil membelai lembut pipi Kevin.
" Hemmm kamu sudah selesai sayang" Gumam Kevin saat merasakam sentuhan di pipinya.
" Maaf aku membangun mu ya mas? " Tanya Risa dengan wajah bersalah.
" Tidak sayang, aku belum tertidur" Jawab Kevin dengan mendudukkan tubuh nya.
Risa pun menuruti permintaan Kevin dan duduk di sebelah nya.
" Ada apa mas? " Tanya Risa.
Tapi bukannya menjawab, Kevin malah membawa Risa ke dalam pelukannya. Risa yang terheran dengan perlakuan Kevin hanya diam saja, dan pada akhirnya pun membalas pelukan Kevin.
" Jika ada sesuatu, katakanlah sayang. Mas akan dengan segenap hati membantu masalahmu" Ucap Kevin pada akhirnya.
Air mata Risa menetes mendengar ucapan Kevin barusan, hingga tanpa sadar dia mengeratkan pelukannya pada Kevin. Kevin pun melepaskan pelukannya dan memandang wajah Risa yang sedang menangis.
__ADS_1
" Katakan lah sayang, kamu ada masalah apa? " Tanya Kevin lagi.
" Maafkan aku mas" Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut Risa. Kevin pun kembali memeluk Risa dengan erat dan menepuk punggung Risa pelan berusaha menenangkan nya.
" Tidak apa-apa jika kamu belum bisa mengatakan nya sekarang, mas akan menunggu mu sampai siap untuk mengatakannya" Ucap Kevin pelan.
Tangis Risa bertambah kencang mendengar ucapan Kevin, dia merasa bersalah karena tidak mau jujur pada suaminya itu. Tapi dia takut Kevin tidak akan mempercayainya jika dia mengatakan yang sebenarnya.
" Apakah mas akan percaya padaku? " Tanya Risa sambil menatap Kevin.
" Tentu saja mas akan percaya padamu. Katakanlah, ada masalah apa? " Tanya Kevin balik.
Risa menghela nafas panjang lalu memandang Kevin dengan lekat.
" Kemarin aku bertemu dengan Toni mas" Ucap Risa setelah mengumpulkan keberanian.
" Bahkan tadi juga aku bertemu dengannya lagi, tapi sumpah aku tidak sengaja bertemu dengan nya" Kata Risa mencoba menjelaskan karena melihat Kevin hanya diam saja.
Kevin pun tersenyum melihat kekhawatiran di mata Risa. Dia pun membelai rambut Risa dan memegang tangannya.
" Aku percaya sayang, kenapa juga mas harus curiga sama kamu" Jawab Kevin.
" Tapi bukan hanya itu mas" Kevin menautkan kedua alisnya mendengar penuturan Risa.
" Ada orang yang dengan sengaja memfoto ku saat tidak sengaja bertemu dengan Toni" Lanjut Risa.
__ADS_1
Risa pun mengeluarkan amplop yang berada di sakunya dan memberikannya pada Kevin. Kevin pun menerima amplop itu dan membukanya.
Kevin membelalakkan mata dan meremas foto yang ada ada di genggamannya. Kilatan emosi terlihat begitu nyata di kedua mata Kevin. Risa hanya menundukkan wajah dan tidak berani melihat ke arah Kevin.