Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
27


__ADS_3

Pagi hari risa keluar kamar dengan keadaan yang lebih segar karena telah selesai mandi. Dia beranjak ke dapur untuk membantu sangat mama menyiapkan sarapan.


"Mama sedang masak apa? ". Tanya Risa sambil memeluk mamanya dari belakang.


" Masak nasi goreng sayang". Jawab mama Sinta sambil terus mengulek bumbu yang ada di cobek.


"Kok sepi banget ma, mas ilham dan mbak Indah ke mana ma?". Pasalnya rumah begitu lengang pagi ini.


" Mereka lagi ke pasar buat beli perlengkapan nikahan kamu yang masih kurang. Sekalian pesen kue juga buat jamuan tamu".


"Masih banyak yang belum kebeli ya ma".


" Sudah hampir beres kok, kamu gak usah khawatir. Semuanya sudah di urus mas sama mbakmu".


"Uangnya masih ada gak ma? kalau gak nanti sekalian risa ambilin lagi".


" Masih cukup ris, kamu simpan saja uang itu untuk keperluan kalian setelah menikah. Mama tahu calon suami kamu orang berada, tapi yang namanya hidup kan tidak ada yang tahu. Kadang di atas, kadang di bawah. Kamu harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga kamu nanti". Nasehat mama Sinta yang di jawab dengan anggukan kepala oleh risa.


" Jangan mentang-mentang pendapatan suami kamu gede, terus kamu bisa hambur-hamburkan sesuka hati kamu. Dahulukan apa yang memang penting, dan gunakan uang pemberian suami kamu sesuai kebutuhan. Alhamdulillah jika ada sisa kamu bisa menabung nya untuk anak-anak kalian kelak". Lanjut mama Sinta.


" Risa masih inget semuanya ma. Lagian mama juga hampir tiap hari nasehatin Risa seperti itu".


" Mumpung mama masih bisa nasehatin kamu, nanti kalau sudah menikah gantian suami kamu yang akan membimbing kamu dan anak-anak mu kelak".


" Iya mama ku sayang". ucap Risa sambil memeluk dan mencium pipi mamanya.


"Kamu pergi jam berapa nanti?". Tanya mama Sinta.


" Nanti agak sorean ma, nunggu mas kevin nyelesaiin pekerjaan dulu baru ke makam".


"Jangan kesorean, tidak baik calon pengantin di makan bila sudah larut senja".


" Iya nanti Risa bilangin ke mas kevin".


Setelahnya tak ada obrolan lagi antara Risa dan mamanya. Mereka fokus menyelesaikan masakannya karena Risa sudah protes pada mamanya kalau dia lapar.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian masakan nasi goreng dan telur ceplok sudah terhidang di meja makan. Di lanjutkan dengan sarapan berdua. Mereka tidak menunggu ilham dan indah karena mereka sudah berpesan akan sarapan di luar saja.


Selesai membereskan meja makan dan mencuci piring bekas mereka pakai, Risa kembali masuk lagi ke kamar. Sementara mamanya pergi ke rumah tetangga untuk meminta mereka bantu-bantu nanti pas acara akad nikah.


Risa dan keluarganya memang meminta untuk acara akad di rumah saja. Baru nanti resepsi di adakan di salah hotel bintang lima milik keluarga mama Ratna.


Risa mengisi kegabutan dengan meng scroll media sosialnya. Melihat kembali video kebersamaannya dengan kinar. Sudah hampir sepekan dia tidak bertemu dengan kinar karena dia ikut oma opanya ke Bandung. Rasa rindu yang membuncah membuat dia memberanikan diri untuk menelpon calon mama mertuanya.


Pada panggilan pertama, telpon langsung tersambung di ikuti suara salam dari mama Ratna.


📲 "Assalamu'alaikum ris".


📲 " Waalaikumsalam mi, mami sama papi gimana kabarnya?".


📲 " Alhamdulillah kami baik-baik saja ris, Mama kamu sendiri gimana kabarnya? ".


📲 " Mama juga sehat mi, hemm mami lagi sama kinar gak?".


📲 "Kinar lagi main sama sepupu-sepupunya, dari kemarin ngajakin pulang terus. katanya kangen sama kamu ris".


📲 " Tentu saja boleh, dia pasti seneng banget dapet telpon dari kamu. sebentar ya mami jalan ke luar dulu".


📲 " makasih ya mi".


📲 " Sama-sama Ris, persiapan kamu gimana ris? kemarin katanya tante salma habis fitting baju ya?".


📲 "Iya mi, kemarin aku fitting yang terakhir di temenin sama mas kevin".


📲 " Oh yasudah kalau gitu, ini kinar sudah sama mami. Dia minta video call nih ris, katanya kangen sama calon mamanya".


Ucapan mama Ratna sontak saja membuat hati Risa berbunga-bunga. Kinar memang selama ini memanggil nya dengan sebutan mama. Dia bersyukur karena di Terima dengan baik oleh anak sambungnya itu. Bahkan pernikahan ini terjadi juga karena campur tangan dari Kinar yang meminta papanya untuk menikahi Risa.


📲 " Mama... Kinar banget sama mama". Teriak gadis kecil itu saat melihat Risa di layar ponsel.


📲 " mama juga kangen banget sama Kinar, kapan Kinar mau pulang?".

__ADS_1


📲 " Kata oma besok pagi kita udah balik ke Jakarta. Nanti Kinar boleh nginep di rumah mama kan?".


📲 "Tentu saja boleh sayang, mama juga udah gak sabar buat bobok bareng sama Kinar".


Tidak terasa satu jam telah berlalu. Setelah panggilan video di matikan, risa bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Kevin sudah mengabari jika dia telah menuju ke kediamannya.


.


.


.


Sekarang Risa dan kevin telah berada di mobil menuju ke makam mona. saat mobil memasuki area pemakaman, banyak penjual bunga di kanan dan kiri jalan. Kevin berhenti sejenak untuk membeli satu ikat bunga.


Bunga mawar putih dan sedap malam favorit mona sudah berada di tangan kevin. mereka berdua turun dari mobil dan berjalan ke arah makam mona.


kevin dan risa duduk di samping pusara bertuliskan Monalisa kirani susantyo. Dia meletakkan bunga di atas makam mona dan membelai pelan batu nisan itu.


Risa dapat melihat rasa cinta yang begitu dalam di mata kevin. Meskipun kini sudah ada dirinya, tak bisa di pungkiri bahwa cinta kevin untuk mona masih tetap ada dalam hatinya.


"Mon, maaf aku baru sempat datang hari ini. Aku masih merasa tak sanggup jika harus melihat mu terbaring di sini sendiri. Kadang aku juga merasa Tuhan tak adil karena mengambil mu secepat ini. Kinar belum sempat merasakan kasih sayang dan belaianmu. Dia masih terlalu kecil untuk kau tinggalkan ". Air mata mengalir di pipi kevin bersamaan dengan duka yang dia rasa.


" Tapi sekarang aku sadar, apapun kehendak Tuhan sudah menjadi yang terbaik untuk hambanya. Setidaknya kamu sudah tidak merasakan sakit lagi, kamu tidak perlu meminum obat setiap hari, dan kamu tidak lagi merasa perih saat jarum suntik menusuk kulit lembut mu". Ucap kevin lagi.


"Aku ke sini hari ini membawa Risa, dia adalah calon istriku. Dia gadis yang baik dan tentunya sangat sayang dengan anak kita. Kinar sendiri yang memilihnya untuk menemani dan menyayangi dia. Semoga kau Terima dia dengan ikhlas mon. Ini semua aku lakukan untuk kebahagiaan Kinar juga".


Risa mendekat ke samping kevin, membelai pelan batu nisan mona.


" Mbak mona, saya Risa. Maaf kalau saya datang di kehidupan mas kevin dan kinar. Bukan maksud hatiku untuk menggantikanmu, kamu akan tetap selalu ada di hati mas kevin dan Kinar. Selamanya kamu juga tetap bundanya kinar dan tak ada yang bisa menyangkal itu". Lirih risa.


"Hari ini saya ke mari untuk memohon restu darimu. Izinkan saya mewakili mu menjaga dan menyayangi Kinar. Saya berjanji tidak akan pernah mengecewakan mbak, saya juga akan menganggap Kinar seperti darah daging ku sendiri". Air mata sudah mulai menetes di pipi Risa.


"Saya akan mencurahkan kasih sayang yang tak terhingga untuk Kinar, Untuk menebus waktumu selama ini yang tak bisa memeluk dan menjaganya. Saya juga akan mengajarkan Kinar untuk mengirim doa untuk mbak. Jadi mbak nggak perlu khawatir Kinar akan melupakan mbak setelah kehadiran saya". Kevin begitu tersentuh mendengar ucapan Risa. Hingga tak sadar air matanya mengalir semakin deras.


Setelah selesai membaca doa dan tahlil untuk Almarhumah mona, Kevin dan Risa pun bergegas meninggalkan makam karena hari sudah semakin sore.

__ADS_1


__ADS_2